Please use this identifier to cite or link to this item: http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14375
Full metadata record
DC FieldValueLanguage
dc.contributor.authorARISTIN, ALGA HENI-
dc.date.accessioned2026-10-28T06:40:18Z-
dc.date.available2026-10-28T06:40:18Z-
dc.date.issued2025-
dc.identifier.urihttp://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14375-
dc.description.abstractKulit wajah rentan mengalami kerusakan akibat paparan radikal bebas, polusi, dan sinar matahari sehingga mudah kering dan menua. Salah satu alternatif perawatan kulit adalah penggunaan pelembab berbahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas emulgel ekstrak buah labu kuning (Cucurbitha moschata duchesne) sebagai pelembab wajah serta mutu fisik sediaan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian diformulasikan menjadi emulgel dengan konsentrasi ekstrak 7,5%, 9%, dan 10,5%, serta satu formula blanko sebagai kontrol. Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, iritasi, dan hedonik. Alat yang digunakan untuk mengukur kelembaban kulit adalah Skin Analyzer dengan melihat persentase kelembaban sebelum dan sesudah penggunaan. Hasil uji menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik dan tidak menimbulkan iritasi. Persentase kelembaban kulit setelah 28 hari pemakaian adalah 41,20% pada konsentrasi 7,5%, 46,85% pada konsentrasi 9%, dan 52,60% pada konsentrasi 10,5%. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak, semakin baik kemampuan meningkatkan kelembaban kulit. Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar formula. Kesimpulan penelitian ini adalah emulgel ekstrak buah labu kuning memiliki efektivitas sebagai pelembab wajah, dengan formula terbaik pada konsentrasi 10,5%. Hasil evaluasi menunjukkan: uji organoleptik menghasilkan sediaan berwarna kuning hingga coklat dengan aroma khas labu; uji homogenitas menunjukkan semua formula homogen; pH berkisar 5–6 sesuai standar kulit wajah; daya sebar 5–7 cm yang memenuhi kriteria; daya lekat >1 detik menandakan konsistensi baik; viskositas stabil; uji iritasi tidak menunjukkan reaksi pada kulit sukarelawan; uji hedonik menunjukkan F3 paling disukai karena tekstur lembut dan mudah meresap; uji skin analyzer menunjukkan F3 (10,5%) paling efektif meningkatkan kelembaban kulit. Kesimpulannya, emulgel ekstrak labu kuning dapat diformulasikan sebagai pelembab wajah alami yang aman dan efektif.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Aufa Royhanen_US
dc.subjectEmulgelen_US
dc.subjectlabu kuningen_US
dc.subjectpelembab wajahen_US
dc.subjectformulasien_US
dc.subjectskin analyzeren_US
dc.titleFormulasi Pembuatan Emulgel dari Ekstrak Buah Labu Kuning (Cucurbita moschata Duchesne) sebagai Pelembab Wajahen_US
dc.typeThesisen_US
Appears in Collections:2025

Files in This Item:
File Description SizeFormat 
SKRIPSI - ALGA HENI ARISTIN (21050068).pdf5.07 MBAdobe PDFView/Open


Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.