Please use this identifier to cite or link to this item:
http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14351| Title: | Formulasi dan Uji Aktivitas Salep Ekstrak Etanol Biji Kopi Arabika (Coffea arabica L.) sebagai Obat Luka Bakar pada Punggung Mencit Putih (Mus musculus) |
| Authors: | HUSEIN, ANANDA RIZKY |
| Keywords: | kopi arabika (Coffea arabica L.) salep luka bakar penyembuhan luka |
| Issue Date: | 2025 |
| Publisher: | Universitas Aufa Royhan |
| Abstract: | Luka bakar merupakan cedera jaringan akibat paparan panas yang dapat menimbulkan kerusakan kulit, inflamasi, serta risiko infeksi. Proses penyembuhan luka bakar berlangsung melalui fase inflamasi, proliferasi, dan remodeling, yang seringkali berjalan lambat apabila tidak didukung terapi yang tepat. Salah satu alternatif bahan alami yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka adalah biji kopi arabika (Coffea arabica L.). Ekstrak biji kopi arabika diketahui mengandung flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, dan asam klorogenat yang berfungsi sebagai antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, serta stimulan sintesis kolagen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas salep ekstrak etanol biji kopi arabika dengan variasi konsentrasi terhadap penyembuhan luka bakar pada mencit putih (Mus musculus). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak diformulasikan dalam bentuk salep dengan empat variasi, yaitu F0 (kontrol negatif, tanpa ekstrak), F1 (2,5%), F2 (5%), F3 (7,5%), serta kontrol positif berupa bioplacenton. Sediaan yang dihasilkan kemudian diuji sifat fisiknya meliputi organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat. Uji aktivitas dilakukan dengan membuat luka bakar derajat II pada punggung mencit, kemudian diukur diameter luka setiap 4 hari hingga hari ke-12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan sifat fisik salep. Nilai pH cenderung menurun seiring meningkatnya konsentrasi ekstrak, namun tetap berada dalam rentang pH kulit (4,5–6,5). Formula F3 (7,5%) menghasilkan penyembuhan paling efektif, ditandai dengan penyusutan diameter luka yang lebih cepat dibandingkan F0, F1, dan F2, meskipun masih lebih lambat dibandingkan kontrol positif bioplacenton. Dapat disimpulkan bahwa salep ekstrak biji kopi arabika memiliki potensi dalam mempercepat penyembuhan luka bakar pada mencit, dengan konsentrasi 7,5% sebagai formula paling efektif. |
| URI: | http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14351 |
| Appears in Collections: | 2025 |
Files in This Item:
| File | Description | Size | Format | |
|---|---|---|---|---|
| SKRIPSI - ANANDA RIZKY HUSEIN (21050004).pdf | 4.4 MB | Adobe PDF | View/Open |
Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise indicated.