<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Community:</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/90</link>
    <description />
    <pubDate>Tue, 14 Apr 2026 20:44:39 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-14T20:44:39Z</dc:date>
    <image>
      <title>DSpace Community:</title>
      <url>http://localhost:8080/jspui/retrieve/32997662-cd8a-4c92-bae3-18b05f5a0dd6/UNAR.png.png</url>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/90</link>
    </image>
    <item>
      <title>UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK BIJI PINANG (Areca catechu L.) DENGAN KULIT KAYU MANIS (Cinnamomum burmani (Nees &amp; T.Nees) Blume) TERHADAP MENCIT (Mus musculus L.)</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/12639</link>
      <description>Title: UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK BIJI PINANG (Areca catechu L.) DENGAN KULIT KAYU MANIS (Cinnamomum burmani (Nees &amp; T.Nees) Blume) TERHADAP MENCIT (Mus musculus L.)
Authors: LUBIS, MAYA LESTARI
Abstract: Diabetes melitus merupakan penyakit dengan gejala hiperglikemia yang lebih tinggi dari normal. Kadar dari gula darah puasa ≥126 mg/dl, gula darah sewaktu ≥200 mg/dl. Penatalaksanaan bisa dilakukan dengan terapi farmakologi. biji pinang dapat mengatasi berbagai jenis penyakit salah satunya adalah diabetes. Kulit kayu manis merupakan bagian dari tanaman yang banyak digunakan sebagai rempah-rempah. kulit kayu manis juga banyak digunakan dalam mengatasi penyakit DM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya uji aktivitas antidiabetes ekstrak biji pinang(Areca catechu L.) dengan kulit kayu manis (Cinnamomum burmani (Nees &amp; T. Nees) Blume) terhadap mencit (Mus musculus L.). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eskperimen rancangan pretest posttest. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kimia dan Laboratorium Farmasetika Universitas Aufa Royhan pada bulan desember sampai dengan bulan agustus 2024 dengan sampel biji pinang, kulit kayu manis dan 15 mancit. Hasil analisis dengan menggunakan uji Anova. Hasil kadar gula darah dosis 400 mg/kg BB m terjadi penurunan sebesar 33,75 %, dosis 600 mg/kg BB penurunan sebesar 44,72 %, dosis 800 mg/kg BB penurunan sebesar 52,18 %. Maka disimpulkan ada pengaruh ekstrak biji pinang dan kulit kayu manis terhadap penurunan jumlah glukosa darah pada mencit selama 7 hari. Disarankan hasil penelitian ini nantinya dapat memberi manfaat untuk memberikan informasi mengenai pemberian biji pinang dan kulit kayu manis sebagai tanaman obat yang dapat menurunkan kadar gula dara pada pasien DM.</description>
      <pubDate>Mon, 01 Jan 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/12639</guid>
      <dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERBUK INSTAN KOMBINASI KAYU SECANG (Biancaea sappan (L.) Tod.) DAN JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe)</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/12636</link>
      <description>Title: FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERBUK INSTAN KOMBINASI KAYU SECANG (Biancaea sappan (L.) Tod.) DAN JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe)
Authors: NASUTION, JUNI AFRIANI
Abstract: Kayu secang (Biancaea sappan (L.) Tod.) dan Jahe merah (Zingiber officinale Roscoe) merupakan tanaman yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan karena kayu secang (Bian caea sappan (L.) Tod.) mengandung zat bioaktif yaitu flavonoid dan steroid dan Jahe merah (Zingiber officinale Roscoe) mengandung senyawa flavonoid, tanin, saponin, alkaloid dan juga terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan serbuk instan dari kombinasi kayu secang (Biancaea sappan (L.) Tod.) dan Jahe merah (Zingiber officinale Roscoe). Penelitian ini menggunakan metode eksprimental. Kayu secang dan jahe merah dibuat sediaan serbuk instan dan dibagi ke dalam 3 formula (FI, FII dan FIII). Analisis yang dilakukan meliputi uji kadar air, uji kadar abu, uji hedonik, uji organoleptik dan uji aktivitas antioksidan. Penelitian ini menghasilkan kombinasi serbuk instan kayu secang (Biancaea sappan (L.) Tod.) dan Jahe merah (Zingiber officinale Roscoe). Uji skrining yang menghasilkan bahwa kayu secang dan jahe merah (+) flavonoid, (+) tanin dan (+) steroid. Hasil penelitian menunjukkan uji organoleptik FI memiliki aroma khas jahe merah serta rasa yang tidak pahit dan tidak pedas dibandingkan FII dan FIII, Uji kadar air 1,57 %, Uji kadar abu 1,06, Uji aktivitas antioksidan (IC50) 149,3983 ppm dengan kategori aktivitas antioksidan yang di uji menggunakan metode DPPH dan FI memiliki Tingkat kesukaan paling tinggi dibandingkan FII dan FIII.</description>
      <pubDate>Mon, 01 Jan 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/12636</guid>
      <dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>FORMULASI EMULGEL EKSTRAK ETANOL TEBU MERAH (Saccharum officinarum L.) SEBAGAI ANTI-AGING</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/12635</link>
      <description>Title: FORMULASI EMULGEL EKSTRAK ETANOL TEBU MERAH (Saccharum officinarum L.) SEBAGAI ANTI-AGING
Authors: SIAHAAN, HAFNI OCTAVIANI
Abstract: Emulgel anti-aging termasuk sediaan kosmetik yang memiliki manfaat mengurangi dan menghilangkan kerutan pada kulit wajah. Ekstrak tebu merah memiliki antioksidan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif untuk anti-aging. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ekstrak tebu merah dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan emulgel dan mampu memberikan efek anti-aging. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental, meliputi pembuatan ekstrak tebu merah, formulasi sediaan, uji organoleptik, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, pengukuran pH, uji viskositas, uji hedonik, uji iritasi, dan uji efektivitas anti-aging pada kulit sukarelawan selama 4 minggu dengan konsentrasi ekstrak tebu merah 3%, 4,5%, 6%, dengan 3 uji parameter kadar air, pori, dan keriput. Hasil penelitian ini tebu merah diperoleh ekstrak dengan berat 560 gram, F0 memiliki warna putih tulang dan tidak berbau, F1 memiliki warna putih kekuningan, F2, dan F3 memiliki warna cream dan aroma khas tebu merah, pH rata-rata 5,08, viskositas sediaan rata-rata 2.539,5 cps, daya sebar rata-rata 5,4 cm, daya lekat rata-rata 1,60 detik dan tidak menyebabkan iritasi. Hasil efektivitas anti-aging menunjukkan adanya perubahan yang terjadi pada sukarelawan. Peningkatan perubahan yang baik terdapat pada F3 pada uji parameter keriput yaitu 29,8% jumlah keriput pada sukarelawan menjadi berkurang Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak tebu merah (Saccharum officinarum L) dapat diformulasikan sebagai emulgel anti-aging dan konsentrasi sediaan emulgel anti-aging yang baik adalah sediaan dengan konsentrasi F3.</description>
      <pubDate>Mon, 01 Jan 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/12635</guid>
      <dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BIJI BUAH MELINJO (Gnetum gnemon L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/9872</link>
      <description>Title: UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BIJI BUAH MELINJO (Gnetum gnemon L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus
Authors: PASARIBU, AULIA RIYADI
Abstract: Tumbuhan melinjo termasuk salah satu spesies tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae) yang berasal dari Pasifik Barat serta Asia Tropik. Melinjo ialah tumbuhan tahunan berumah dua (dioecious). Tanaman melinjo memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia, antara lain sebagai antibakteri. Antibakteri merupakan suatu senyawa yang mampu menghambat pertumbuhan maupun membunuh bakteri penyebab infeksi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada ekstrak biji buah melinjo (Gnetum gnemon L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak metanol biji buah melinjo (Gnetum gnemon L.) terhadap aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. Metode ekstraksi yang digunakan pada penelitian ini yaitu perkolasi dengan menggunakan pelarut metanol 96% dengan empat variasi konsentrasi yaitu 20%, 40%, 60%, dan 80%. Metode yang digunakan untuk pengujian aktivitas antibakteri yaitu difusi kertas cakram. Hasil yang diperoleh dari uji fitokimia menunjukkan ekstrak metanol biji buah melinjo positif mengandung senyawa alkaloid, tanin, terpenoid, flavonoid dan saponin. Hasil uji aktivitas dari empat variasi konsentrasi membuktikan bahwa ekstrak berpengaruh terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan terbentuknya zona hambat disekeliling kertas cakram. Pada ekstrak metanol biji buah melinjo, diameter zona hambat tergolong lemah yaitu pada konsentrasi 20% sebesar 4,5 mm dan tergolong sedang pada konsentrasi 40% sebesar 8,4 mm. Sedangkan diameter zona hambat tergolong kuat yaitu pada konsentrasi 60% dan 80% sebesar 12,7 mm dan 15 mm. Dari hasil penelitian dapat mengindikasikan bahwa ekstrak metanol biji buah melinjo efektif sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus.</description>
      <pubDate>Sun, 01 Jan 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/9872</guid>
      <dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

