<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6892</link>
    <description />
    <pubDate>Thu, 09 Apr 2026 03:41:37 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-09T03:41:37Z</dc:date>
    <item>
      <title>Persepsi Sakit dan Outcome Klinik Pasien Diabetes Melitus pada Pelayanan Berbasis Medication Therapy Management</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6915</link>
      <description>Title: Persepsi Sakit dan Outcome Klinik Pasien Diabetes Melitus pada Pelayanan Berbasis Medication Therapy Management
Authors: Idda Listyana, Yanverty; Munif Yasin, Nanang; Murti Andayani, Tri
Abstract: ABSTRAKDiabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang komplek membutuhkan perawatan medis berkelanjutan  dengan  strategi  pengurangan  risiko  multifaktorial  di  luar  kendali  glikemik.  Penyakit  DM memerlukan managemen terapi yang tepat, salah satu upaya yang diberikan adalah Medication Therapy Management(MTM).  Pasien  yang  mendapatkan  MTM  memiliki  persepsi  sakit  terhadap  penyakitnya menjadi lebih baik dan akan berpengaruh pada hasil terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi   sakit   dan outcomeklinik   pasien   diabetes   melitus   di   Puskesmas   Kota   Yogyakarta   yang mendapatkan pelayanan berbasis MTM pada periode Maret-April 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experimental one group with pretest and posttest design. Data dianalisis secara deskriptif.Responden berjumlah 20 orang, merupakan pasien diabetes melitus tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi dan  mendapatkan  pelayanan  farmasi  berbasis  MTM  oleh  apoteker  berupa  asesmen,  edukasi,  dan konseling.  Hasil  penelitian  diperoleh  skor  persepsi  sakit  pasien  terhadap  penyakitnya  yang  diukur menggunakan brief   illness   perception   questionnaire(BPI-Q),   sebelum   dan   setelah   mendapatkan pelayanan MTM berturut-turut 49,95 menjadi 50,45. Sebesar 85% pasien membaik profil kadar glukosa darahnya  setelah  mendapatkan  pelayanan  berbasis  MTM,  meskipun  rerata  kadar  glukosa  darah  puasa ada kenaikan dari 128,66 mg/dL menjadi 129,96 mg/dL setelah mendapatkan pelayanan berbasis MTM.Skor persepsi sakit dan profil kadar glukosa darah pada pasien DM yang mendapatkan pelayanan MTM mengalami perbaikan.Kata Kunci : medication therapy management, diabetes melitus, persepsi sakit, outcomeklinik, BIP-Q</description>
      <pubDate>Wed, 16 Jun 2021 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6915</guid>
      <dc:date>2021-06-16T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Hubungan Drug Related Problems(DRPs) dan OutcomePengobatan Pada Pasien Tuberkulosis Dengan Diabetes Melitus</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6914</link>
      <description>Title: Hubungan Drug Related Problems(DRPs) dan OutcomePengobatan Pada Pasien Tuberkulosis Dengan Diabetes Melitus
Authors: Ayu Fortuna, Tista; Rahmawati, Fita; Munif Yasin, Nanang
Abstract: ABSTRAKTuberkulosis  dan  Diabetes  adalah kondisipenyakityang saling berkaitan sehingga  diperlukanterapiagresif   untuk   mengatasinya.   Adanya Drug   Related   Problems   (DRPs)yang   terjadi dapatmempengaruhi outcomepengobatan pasien   Tuberkulosis-Diabetes   Mellitus   (TB-DM). Penelitianbertujuan untuk menganalisis  hubunganterjadinya DRPs dan outcome pengobatan  pasien  TB-DM. Penelitian menggunakan rancangan kohort retrospektif.Pengambilansampel dilakukan menggunakan consecutive  samplingmelalui  catatan  rekam  medikpasien  TB-DM  pada 9Puskesmas  di  Kota  Malang. Sejumlah 100kasus pasien TB-DM yang menjalani pengobatantahun2017hingga 2020 yangmemenuhi kriteria  inklusi  selanjutnya dibagi  menjadi  dua  kelompok,  yaitu  kelompok  yang  mengalami DRPs dan kelompok pasienyang tidak mengalami DRPs sejumlah  masing-masing48 pasien dan 52 pasien. JenisDRPs mengikuti klasifikasi Cipolle 2004. Outcomepengobatan dinilai berdasarkanhasil tes BTA(Bakteri Tahan Asam)pada akhir masa pengobatan bulan kedua.Analisis data menggunakan statistik Chis-quaredilanjutkan  analisismultivariat  untuk  menganalisis  adanya  variabel  perancu  yang  diprediksikan  dapat mempengaruhi outcome pengobatan  pada  penelitian  ini.Hasilpenelitian  menunjukkan  terdapat hubungan antara kejadian DRPs dan outcome pengobatan pasien (p-value &lt;0,05). Pasien dengan DRPs 5,41 kali lebih beresiko mengalami kegagalan terapi dibandingkan dengan pasien yang tidak mengalami DRPs(RR 5,417; 95% CI, 1,994-14,713).Keterlibatan farmasi klinis sangat diperlukan untuk mencegah dan menyelesaikan masalah terkait obat serta monitoring pengobatan pada pasien TB-DM yang ada di Puskesmas sehingga luaran pengobatan menjadi optimal.Kata Kunci : Tuberkulosis, Diabetes Melitus, Drug related problems, Outcomepengobatan</description>
      <pubDate>Wed, 16 Jun 2021 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6914</guid>
      <dc:date>2021-06-16T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Pengaruh Pemberian Leafletterhadap Pengetahuan Masyarakat tentang Obat Tradisional</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6911</link>
      <description>Title: Pengaruh Pemberian Leafletterhadap Pengetahuan Masyarakat tentang Obat Tradisional
Authors: Sari Dewi, Ratna; Aryani, Fina; Hidayani, Yelly
Abstract: ABSTRAKObat  tradisional  yang  mengandung  Bahan  Kimia  Obat  (BKO)  saat  ini  masih  banyak  ditemukan sehingga masyarakat harus waspada dengan meningkatkan pengetahuan tentang obat tradisional seperti informasi minimal yang perlu diketahui ketika membeli sediaan obat tradisional dan cara membedakan sediaan  obat  tradisional  yang  legal  ataupun  ilegal. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  efek pemberian media edukasi leaflet terhadap pengetahuan masyarakat tentang obat tradisional di wilayah Simpang Tiga Kota Pekanbaru. Pengaruh media leafletdinilai berdasarkan perubahan skor pengetahuan. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimentdengan rancangan non randomized control group  pretest  and  posttest  design yangdilakukan  terhadap  70  responden  kelompok  kontrol  (tanpa pemberian leaflet) dan 70 responden kelompok perlakuan (dengan pemberian leaflet). Sampel penelitian adalah masyarakat Simpang Tiga yang dipilih menggunakan teknik convenience samplingsesuai kriteria inklusi  dan  eksklusi.  Instrumen  yang  digunakan  berupa  kuesioner  untuk  mengukur  pengetahuan  yang telah  diuji  validitas  (diperoleh17  pertanyaan  yang  valid)  dan  reliabilitasnya  (r=0,929).  Analisis  data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada perubahan skor pengetahuan responden kelompok kontrol dan kelompokperlakuan dengan p value = 0,000. Dapat disimpulkan bahwa pemberian media leaflet sangat berpengaruh terhadap pengetahuan  masyarakat  tentang  obat  tradisional  di  wilayah  Simpang  Tiga  Kota  Pekanbaru.  Tenaga Kefarmasian  harus  aktif  dalam  memberikan  edukasi  kepada  masyarakat  tentang  obat  tradisional  dan sebaiknya menggunakan media seperti leaflet.Kata Kunci : pengetahuan masyarakat, leaflet, obat tradisional</description>
      <pubDate>Wed, 16 Jun 2021 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6911</guid>
      <dc:date>2021-06-16T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Kontrol Glikemik dan Profil  Serum  Kreatinin  Pada  Pasien  DM Tipe 2 Dengan Gagal Ginjal Kronik</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6908</link>
      <description>Title: Kontrol Glikemik dan Profil  Serum  Kreatinin  Pada  Pasien  DM Tipe 2 Dengan Gagal Ginjal Kronik
Authors: Oktaviani, Emy; Indriani, Lusi; Nillafita Putri Kusuma, Emma; Futriani, Futriani
Abstract: ABSTRAKDiabetes mellitus adalah kelainan metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia yang jumlahnya terus meningkat sehingga meningkatkan jumlah pengunaan obat antidiabetik yang berisiko menimbulkan efek   samping  obat  terutama   pada   fungsi  ginjal.   Penelitian  ini  bertujuan  untuk   mengetahui  pola penggunaan antidiabetik oral, hubungan pola penggunaan antidiabetik oral dengan kontrol glikemik dan serum kreatinin, dan hubungan kontrol glikemik dengan serum kreatinin pada pasien DM tipe 2 dengan gagal ginjal kronik. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional secara retrospektif menggunakan data rekam medik pasien. Parameter pengamatan berupa kontrol glikemik yang dilihat dari gula darah puasa (GDP)  dan  gula  darah  2  jam post  prandial(GD2JPP)  dan  kadar  serum  kreatinin.  Hasil  analisis  statistik menunjukkan bahwa dari 83 data rekam medik yang memenuhi kriteria inklusi mengindikasikan bahwa tidak  terdapat  hubungan  yang  signifikan  antara  pola  pengunaan  antidiabetik  oral  dengan  GDP  (p-value=0,546),  namun  menunjukkan  hubungan  yang  signifikan  dengan  GD2JPP  (p-value=0,008).  Pola penggunaan  antidiabetik  oral  juga  menunjukkan  hubungan  yang  signifikan  dengan  serum  kreatinin  (p-value=0,000). Hasil penelitian juga menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara GD2JPP dengan serum kreatinin (p-value=0,009).Kata Kunci : Diabetes, Kontrol Glikemik, Serum Kreatinin</description>
      <pubDate>Wed, 16 Jun 2021 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6908</guid>
      <dc:date>2021-06-16T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

