<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection: 189 - 268</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6380</link>
    <description>189 - 268</description>
    <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 19:53:46 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-27T19:53:46Z</dc:date>
    <item>
      <title>Dukungan keluarga terhadap kemandirian anak usia dini dengan retardasi mental</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6391</link>
      <description>Title: Dukungan keluarga terhadap kemandirian anak usia dini dengan retardasi mental
Authors: Iwal, Iwal; Elliya, Rahma; Pribadi, Teguh
Abstract: Pendahuluan: Anak dengan retardasi mental membutuhkan pelatihan dan bimbingan agar mereka dapat melakukan aktivitas secara mandiri. Keluarga mendorong pelatihan dan bimbingan dari pendidikan formal dan pendidikan informal. Dukungan keluarga yang diberikan sangat penting karena dapat membantu kemandirian dalam memenuhi kebutuhannya sesuai dengan tingkat usianya, walaupun jauh berbeda dengan anak yang tidak mengalami retardasi mental. Tujuan: Mengidentifikasi dukungan keluarga terhadap kemandirian anak dengan retardasi mental Metode: Penelitian ini dilakukan di SLB Yayasan Dharma Bhakti Dharma Pertiwi Beringin Raya Bandar Lampung, dan penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2022, dengan jumlah populasinya 78 respondennya orangtua (ibu atau ayah) dari anak usia dini (4-6 tahun) yang mengalami mental retardasi. Kuesioner berupa dukungan keluarga dan beberapa tingkat observasi orangtua terhadap kemandirian anak tersebut dalam melakukan aktifitas hariannya. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Dukungan keluarga terbanyak dengan kategori keluarga baik 52 responden (66,7%).Kemandirian terbanyak dengan kategori melakukan dengan tepat 49 responden (62,8%). Simpulan: Terdapat hubungan dukungan keluarga terhadap kemandirian anak dengan retardasi mental di slb dharma bakti dharma pertiwi kemiling kota bandar lampung tahun 2022 dengan nilai p-value 0,000 (&lt;0.05).</description>
      <pubDate>Thu, 01 Jun 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6391</guid>
      <dc:date>2023-06-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Pemenuhan asupan gizi pada masyarakat “suku anak dalam (SAD)” yang menderita penyakit infeksi</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6390</link>
      <description>Title: Pemenuhan asupan gizi pada masyarakat “suku anak dalam (SAD)” yang menderita penyakit infeksi
Authors: Listautin, Listautin; Sari, Mila Triana
Abstract: Pendahuluan: Penyakit infeksi di Provinsi Jambi masih menjadi masalah kesehatan yang menduduki peringkat kedua dari sepuluh penyakit terbesar. Pencegahan penyakit infeksi masih sangat perlu dilakukan untuk menekan bertambahnya angka kesakitan yaitu dengan pemenuhan asupan gizi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pemenuhan asupan gizi pada masyarakat “suku anak dalam (SAD)” yang menderita penyakit infeksi Metode: Kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah komunitas SAD dengan jumlah sampel 33 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Simple Random Sampling. Penelitian di lakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Pematang Kabau Provinsi Jambi pada Oktober 2022. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat yaitu uji chi square. Hasil: Pemenuhan asupan gizi baik terhadap adanya penyakit infeksi yang diderita ternyata lebih sedikit yaitu sebanyak 3 responden (13.6 persen) daripada responden dengan asupan gizi tidak baik didapatkan sebanyak 19 responden (86.4 persen). Sedangkan pemenuhan gizi baik terhadap tidak ada penyakit infeksi sebanyak 6 responden (54.5 persen) lebih banyak daripada asupan gizi tidak baik terhadap tidak adanya penyakit infeksi sebanyak 5 responden (45.5 persen). Simpulan: P value 0.005 (&gt;0.05) yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pemenuhan asupan gizi terhadap penyakit infeksi.</description>
      <pubDate>Thu, 01 Jun 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6390</guid>
      <dc:date>2023-06-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Konsumsi gula pasir dan konsumsi serat terhadap kejadian Diabetes Melitus</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6388</link>
      <description>Title: Konsumsi gula pasir dan konsumsi serat terhadap kejadian Diabetes Melitus
Authors: Gani, Rima January Putri Ridwan; Rahmah, Rahmah; Aliyati, Nini Niatullah; Tusi, Juandri Seprianto; Sasmito, Priyo
Abstract: Pendahuluan: Kejadian diabetes di Kota Bandung sebanyak 43.761 kasus. Tingginya jumlah kasus dapat disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, salah satunya adalah pola makan yang tidak baik. Tujuan: Untuk mengetahui kebiasaan konsumsi gula pasir berlebih dan konsumsi serat terhadap kejadian diabetes melitus. Metode: Penelitian case control. Populasi kasus adalah penderita diabetes melitus, sedangkan populasi kontrolnya adalah penderita penyakit tidak menular lainnya. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 50 kelompok kasus dan 50 kelompok kontrol. Teknik sampling yang digunakan adalah systematic random sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Sebagian besar responden penelitian berlebih dalam mengkonsumsi gula yaitu 58%, dan lebih dari setengah responden yang cukup konsumsi serat yaitu 53%. Kebiasaan konsumsi gula berlebih dengan kejadian diabetes melitus (p=0,008). Dan ada konsumsi serat dengan kejadian diabetes melitus (p=0,005). Simpulan: Kejadian diabetes melitus dapat dipengaruhi oleh konsumsi gula yang berlebih dan konsumsi rendah serat. Saran: Kepada tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan edukasi tentang pentingnya pola makan sehat.</description>
      <pubDate>Thu, 01 Jun 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6388</guid>
      <dc:date>2023-06-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku kepala keluarga terhadap pemberantasan sarang nyamuk</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6387</link>
      <description>Title: Tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku kepala keluarga terhadap pemberantasan sarang nyamuk
Authors: Wahyudi, Wahyudi; Prameswari, Riski Dwi; Permana, Indra Surya; Mahendika, Devin; Aba, Matheus
Abstract: Pendahuluan: Kota Bandung merupakan kota endemik dengue dan salah satu Kota dengan angka keterjangkitan tertinggi di Indonesia. Perilaku dan pola hidup manusia berkontribusi besar dalam pengendalian perkembangbiakan yang dapat mengurangi jumlah populasi nyamuk. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk. Metode: Desain studi adalah cross-sectional dilakukan di Puskesmas Ujungberung. Sampel sebanyak 47 kepala keluarga diambil menggunakan Teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi: berumur 18-60 tahun tanpa riwayat penyakit mental, dan tinggal menetap di wilayah kerja Puskesmas Ujungberung. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Variabel yang berhubungan signifikan dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk adalah pengetahuan (p=0,024). POR=5,6, kepala keluarga yang berpengetahuan baik berpeluang 5,6 kali melakukan perilaku PSN dibandingkan dengan kepala keluarga yang memiliki pengetahuan kurang. Sikap berhubungan dengan pemberantasan sarang nyamuk (p=0,001). POR=11,4, kepala keluarga yang memiliki sikap mendukung berpeluang 11,4 kali melakukan perilaku PSN dibandingkan dengan kepala keluarga yang memiliki sikap kurang mendukung. Simpulan: Berprilaku yang buruk terhadap pemberantasan sarang nyamuk dapat disebabkan kurangnya pengetahuan dan didukung oleh sikap kepala keluarga yang negatif. Saran: Direkomendasikan juga agar program pendidikan kesehatan secara rutin kepada masyarakat dan menggalakkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk sebagai pengendalian vector penularan dengue.</description>
      <pubDate>Thu, 01 Jun 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6387</guid>
      <dc:date>2023-06-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

