<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection: 93 - 188</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6350</link>
    <description>93 - 188</description>
    <pubDate>Tue, 14 Apr 2026 20:47:31 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-14T20:47:31Z</dc:date>
    <item>
      <title>Hubungan self – care management dan kualitas hidup pada lansia dengan hipertensi</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6368</link>
      <description>Title: Hubungan self – care management dan kualitas hidup pada lansia dengan hipertensi
Authors: Kholifah, Wahyu Afrilia Nur; Suratini, Suratini
Abstract: Pendahuluan: Jumlah lansia terus meningkat pada usia diatas 60 tahun dengan angka kejadian hipertensi sebesar 50 – 60% dengan tekanan darah lebih besar atau sama dengan 140/90 mmHg. Salah satu upaya pencegahan komplikasi diperlukan adanya peningkatan pencegahan dengan melakukan self – care management sebagai salah satu upaya pengendalian dan pengontrolan penyakit. Self – care management yang baik didapatkan saat lansia mampu secara aktif terlibat dalam perilaku perawatan dan pengambilan keputusan yang mendukung kesehatan. Tujuan: Mengetahui hubungan self – care management dengan kualitas hidup pada lansia hipertensi. Metode: Penelitian deskriptif korelasi dengan desain penelitian correlational. Pendekatan waktu yang digunakan cross sectional, teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan 2 metode yaitu purposive sampling dan proportionate stratified random sampling. Jumlah responden sebanayk 62 orang.Instrumen penelitian untuk variabel self – care management menggunakan hypertention self management behaviour questionnaire (HSMBQ), sedangkan untuk kualitas hidup WHOQOL – BREF. Uji statistic menggunakan kendall tau. Hasil: Menunjukan nilai koefisien korelasi () = 0,340 dan signifikasi (p) = 0,007 &lt; 0,05. Secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara self – care management dengan kualitas hidup, dengan keeratan hubungan yang cukup dan hubungan bersifat positif. Simpulan : Ada hubungan self – care management dengan kualitas hidup pada lansia hipertensi. Saran : Diharapkan lansia dengan hipertensi dapat meningkatkan kemampuan self – care management dengan menerapkan gaya hidup yang sehat serta rutin melakukan pemantauan tekanan darah ke fasilitas kesehatan untuk mencapai kualitas hidup yang tinggi.</description>
      <pubDate>Sat, 01 Apr 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6368</guid>
      <dc:date>2023-04-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Status gizi dan dukungan sosial keluarga terhadap perkembangan anak usia 2-6 tahun</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6367</link>
      <description>Title: Status gizi dan dukungan sosial keluarga terhadap perkembangan anak usia 2-6 tahun
Authors: Dewinataningtyas, Candra
Abstract: Pendahuluan: Indonesia merupakan salah satu negara dengan triple ganda permasalahan gizi. Konsumsi pangan penduduk Indonesia masih didominasi oleh padi-padian. Konsumsi bahan pangan hewani, sayur dan buah masih rendah. Pola makan merupakan faktor risiko pertama yang berkontribusi pada kematian dan kecacatan di Indonesia. Faktor yang berhubungan dengan gizi berkontribusi sekitar 45 persen terhadap kematian anak di bawah usia 5 tahun. Kekurangan gizi dapat menyebabkan berbagai penyakit yang menghambat pertumbuhan perkembangan fisik dan mental anak. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan dukungan sosial keluarga dengan perkembangan anak usia 2-6 tahun. Metode: Menggunakan jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu anak-anak usia 2-6 tahun. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling, besar sampel 60 anak usia 2-6 tahun, yang terdiri dari anak dengan status gizi kurang sebanyak 27 anak dan anak dengan status gizi normal sebanyak 33 anak. Penilaian status gizi dengan indikator Z-score yaitu berdasarkan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB), untuk dukungan sosial keluarga diperoleh melalui kuesioner yang diisi orangtua atau pengasuh. Pengukuran perkembangan anak menggunakan KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan). Analisa data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil: Secara statistik terdapat hubungan untuk status gizi dengan perkembangan anak usia 2-6 tahun dengan nilai Sig. 0,000. Dukungan sosial keluarga dengan perkembangan anak menghasilkan nilai Sig. sebesar 0,305 berdasarkan hasil uji chisquare tersebut yaitu tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan perkembangan anak usia 2-6 tahun. Simpulan: Terdapat Hubungan yang signifikan antara status gizi anak dengan perkembangan anak usia 2-6 tahun yang menunjukkan nilai Sig. p &lt; 0,05 dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan perkembangan anak dengan nilai p &gt; 0,05.</description>
      <pubDate>Sat, 01 Apr 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6367</guid>
      <dc:date>2023-04-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Faktor- faktor yang mempengaruhi lama rawat pada pasien pasca bedah Coronary Artery Bypass Graft (CABG)</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6363</link>
      <description>Title: Faktor- faktor yang mempengaruhi lama rawat pada pasien pasca bedah Coronary Artery Bypass Graft (CABG)
Authors: Rochayati, Nur; Lestari, Pudji; Handayani, Sri
Abstract: Pendahuluan: Monitoring lama rawat (Length of Stay/ LOS) selama di ruang ICCU setelah tindakan CABG dan pemeriksaan terhadap faktor risiko dapat menjadi inisiatif panduan dalam peningkatan pelayanan. LOS yang panjang tidak hanya akan menyebabkan biaya dan utilisasi yang tinggi tetapi juga akan memperburuk outcome bagi pasien dan keluarga. Lama rawat di ruang ICCU merupakan indikator penting terhadap kualitas pelayanan kritis pada pasien yang menjalani operasi CABG. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi lama rawat pasien pasca bedah Coronary Artery Bypass Graft (CABG) di ruang ICCU RSUP Dr. Kariadi Semarang. Metode: Kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif retrospectif. Sampel penelitian sebanyak 69 pasien pasca CABG yang dirawat di ruang ICCU. Hasil: Menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi lama rawat pasien pasca CABG di ruang ICCU adalah lama pemakaian ventilasi mekanik POAF, kejadian AKI, dan pneumoni (dengan p value &lt;0.05). Simpulan: Faktor post operatif seperti lama pemakaian ventilasi mekanik, kejadian post operatif atrial fibrilasi (POAF), pneumoni dan kejadian Acute Kidney Injury (AKI) memiliki pengaruh terhadap lama rawat pada pasien pasca CABG di ruang ICCU sedangkan faktor pre operatif (usia, jenis kelamin, komorbid, LVEF), faktor intra operatif (lama CPB, lama anestesi, jumlah graft dan lama aorta klem) dan post operatif (nilai kalium, nilai kreatinin, POCD, efusi pericard, efusi pleura, dan edema pulmonary) tidak berpengaruh terhadap lama rawat pasien pasca CABG di ruang ICCU.</description>
      <pubDate>Sat, 01 Apr 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6363</guid>
      <dc:date>2023-04-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Hubungan posisi duduk terhadap keluhan nyeri punggung pada pengemudi angkutan umum</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6362</link>
      <description>Title: Hubungan posisi duduk terhadap keluhan nyeri punggung pada pengemudi angkutan umum
Authors: Pane, Shahrani Dwianti; Utami, Tri Niswati
Abstract: Pendahuluan: Pengemudi angkutan umum bekerja 1 harian dengan posisi kerja duduk dengan waktu kerja yang lama, posisi duduk yang salah pada pengemudi angkutan umum akan mengakibatkan nyeri pada punggung dan mengganggu pekerjaan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan posisi duduk terhadap keluhan nyeri punggung dan penyebab keluhan nyeri punggung pada pengemudi angkutan umum. Metode: Kuantitatif yang bersifat observasional analitik dengan desain studi cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Medan Area, Kota Medan, pada angkutan umum 53 dilakukan pada bulan November 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengemudi angkutan nomor 53 kota medan berjumlah 120 responden. Sample dalam penelitian ini menggunakan teknik probabiliti sampling dimana setiap supir angkot memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sample. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mengguanakan kuisioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji univariat dan bivariat dengan chiquare. Hasil: Diketahui bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama kerja p-value 0.446 (&gt; 0.05) dan terdapat hubungan yang signifikan jam kerja dan posisi duduk dengan keluhan nyeri punggung, jam kerja p-value 0.042 (&lt;0.05) dan posisi duduk p-value 0.000 (&lt;0.05). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara jam kerja dan posisi duduk dengan keluhan nyeri punggung dengan hasil p-value &lt; 0.05. Dan tidak terdapat hubungan antara lama kerja dengan keluhan nyeri punggung dengan hasil p-value &gt; 0.05.</description>
      <pubDate>Sat, 01 Apr 2023 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6362</guid>
      <dc:date>2023-04-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

