<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection: 289 - 381</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6248</link>
    <description>289 - 381</description>
    <pubDate>Thu, 09 Apr 2026 04:34:30 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-09T04:34:30Z</dc:date>
    <item>
      <title>Analisis efektifitas ringkasan pulang elektronik dalam mendapatkan data klinis yang berkualitas</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6264</link>
      <description>Title: Analisis efektifitas ringkasan pulang elektronik dalam mendapatkan data klinis yang berkualitas
Authors: Widyaningrum, Dian; Widodo, Aris Puji; Arso, Septo Pawelas
Abstract: Pendahuluan: Pengembangan rekam medis elektronik di RSUP dr Kariadi dengan salah satu format yang dielektronikkan adalah ringkasan pulang (discharge summary). Data yang ada di ringkasan pulang sangat penting untuk mendukung diagnosis klinis saat pasien akan melakukan kontrol ulang atau saat akan dirujuk ke fasilitas kesehatan lainnya. Manfaat lain dari ringkasan pulang yang terisi lengkap sebagai persyaratan yang mempengaruhi proses klaim oleh verifikator asuransi kesehatan atau pihak ketiga yang berwenang untuk menanggung biaya perawatan pasien selama rawat inap. Ringkasan pulang elektronik mengurangi waktu membaca riwayat pasien dan pencarian hasil pemeriksaan yang relevan, membantu menemukan kesalahan atau informasi yang hilang dengan lebih cepat dan lebih andal. Belum ada data penelitian yang terpublikasi tentang bagaimana kualitas ringkasan pulang elektronik diukur. Kerangka kerja manusia, organisasi, dan kesesuaian teknologi (HOT-fit) digunakan untuk mengevaluasi implementasi RME dan ringkasan pulang elektronik serta persepsi manfaat dan penerimaan terhadap sistem yang dikembangkan. Tujuan: Mengetahui Hubungan antara karakteristik Human Organization Technology dengan Net Benefit ringkasan pulang elektronik dan RME Metode: Penelitian deskriptif korelasi dengan jumlah sampel 100 orang dokter penanggung jawab pasien (DPJP) dan Asisten DPJP yang menjalankan praktek di bangsal rawat inap Rumah Sakit Umum Pusat dr Kariadi Semarang. Kuesioner diisi oleh responden saat itu juga setelah melakukan verifikasi ringkasan pulang menggunakan RME. Uji korelasi menggunakan uji Pearson Correlation. Uji statistik dianggap bermakna jika p &lt; 0,05. Hasil: Responden yang mengganggap dirinya mampu menggunakan ringkasan pulang elektronik (self efficacy) sebanyak 69,7% responden. Persepsi Kemudahan Penggunaan ringkasan pulang elektronik sebanyak 78,8% responden mudah memahami saat melakukan ujicoba ringkasan pulang elektronik. Sedangkan persepsi penerimaan Ringkasan pulang elektronik dan RME sebanyak 76,8% responden merasa terampil saat melakukan verifikasi ringkasan pulang elektronik. Penelitian ini Karakteristik Human, variabel kompatibilitas pengguna berhubungan secara bermakna dengan persepsi kemudahan penggunaan ringkasan pulang elektronik (p = 0,000). Karakteristik Organization, variabel Dukungan top manajemen berhubungan bermakna dengan persepsi manfaat dan persepsi kemudahan penggunaan ringkasan, variabel Kompetensi Tim Pengembang berhubungan bermakna dengan persepsi kemudahan penggunaan ringkasan pulang elektronik (p &lt; 0,05). Karakteristik Teknologi berhubungan bermakna dengan persepsi manfaat dan kemudahan penggunaan ringkasan pulang elektronik. Persepsi Net Benefit berhubungan bermakna dengan penerimaan ringkasan pulang elektronik oleh penggunanya (p &lt; 0,05). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara karakteristik human organization technology dengan net benefit serta penerimaan pengguna terhadap ringkasan pulang elektronik dan RME. Saran: Evaluasi pengembangan ringkasan pulang elektronik serta RME secara menyeluruh dan komprehensif untuk melihat penerimaan profesional pemberi asuhan selain dokter.</description>
      <pubDate>Fri, 01 Jul 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6264</guid>
      <dc:date>2022-07-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Infeksi Covid-19 pada tenaga kesehatan di wilayah kota Bandar Lampung</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6259</link>
      <description>Title: Infeksi Covid-19 pada tenaga kesehatan di wilayah kota Bandar Lampung
Authors: Hasan, Destriana; Sari, Nurhalina; Muhani, Nova
Abstract: Pendahuluan: Indonesia mengharuskan pemerintah terus melakukan upaya penanggulangan secara terpadu melalui beberapa langkah termasuk keterlibatan tenaga kesehatan yang menjadi komponen utama dalam melakukan pencegahan penularan Covid-19, dengan semakin tingginya keterlibatan tenaga kesehatan maka kasus terkonfirmasi postif Covid-19 pada tenaga kesehatan juga semakin tinggi, masih tingginya tenaga kesehatan yang positif Covid-19 dikarenakan kurangnya optimalisasi protokol kesehatan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan dengan penularan Covid-19 pada tenaga kesehatan di kota Bandar Lampung Metode: Penelitian kuantitatif dan populasinya tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Tanjung Karang, Kemilling dan Sukarame yang berjumlah 80. Dengan menggunakan total sampling sebagai responden. Alat ukur dan pegumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Rata-rata umur responden 38.93 tahun, mayoritas jenis kelamin laki-laki 81.3%, lama bekerja 3.78 tahun, pendidikan dominan S1 58.7%, kejadian terinfeksi 50%, vaksinasi 91.3%, pemakaian masker 68.8%, mencuci tangan 80%, menjaga jarak 61.3%, menghindari kerumunan 53.8%, membatasi mobilitas 56.3%, menerapkan etika batuk dan bersin yang benar 77,6%. Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas dengan kejadian Covid-19 pada tenaga kesehatan dengan hasil p-value &lt; 0.05. Dan tidak ada hubungan antara vaksinasi dan menerapkan etika batuk dan bersin dengan kejadian Covid-19 pada tenaga kesehatan, dengan hasil p-value &gt;0.05.</description>
      <pubDate>Fri, 01 Jul 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6259</guid>
      <dc:date>2022-07-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Motivasi eksternal dan internal perawat dengan penerapan pasien safety</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6257</link>
      <description>Title: Motivasi eksternal dan internal perawat dengan penerapan pasien safety
Authors: Handayani, Esti; Chrisanto, Eka Yudha; Zainaro, M. Arifki
Abstract: Pendahuluan: Berdasarkan data di UPT Puskesmas Rawat Inap dilaporkan angka kejadian tidak diharapkan (KTD) Puskesmas Rawat Inap Tegineneng sebesar 10.5 %, Kejadian Nyaris Cidera (KNC) 6.15%. Puskesmas Rawat Inap Kedondong dilaporkan Indikator Pengkajian Awal Klinis yang terisi lengkap sebesar 50%, Kepatuhan Cuci Tangan Dengan Sabun 80%, dan penggunaan APD 80%. Puskesmas Rawat Inap Hanura dilaporkan Kejadian Infeksi Nosokomial tahun 2018 sebesar 7.30% dan di tahun 2019 meningkat menjadi 7.60%. Tujuan: Diketahui hubungan motivasi eksternal dan internal perawat dengan penerapan pasien safety di puskesmas rawat inap. Metode: Penelitian kuantitatif, rancangan penelitian deskriptif korelatif dengan menggunakan rancangan cross sectional study, populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah perawat sebanyak 40 responden, analisa data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Distribusi pengetahuan responden tentang motivasi eksternal perawat dengan penerapan pasien safety baik sebanyak 20 responden (55.0%), buruk sebanyak 18 responden (45.0%), kemudian motivasi internal perawat dengan penerapan pasien safety baik sebanyak 32 responden (80.0%), buruk sebanyak 8 responden (20.0%). Hasil uji statistik menggunakan uji chi square didapat nilai p-value=0.289 (&gt;0,05), p-value =0.049 (&gt;0.05). Simpulan : p-value =0.289 (&gt;0.05) yang artinya tidak terdapat hubungan motivasi eksternal perawat dengan penerapan pasien safety. Hasil uji statistik menggunakan uji chi square didapat nilai p-value=0,049 (&gt;0.05) yang artinya ada hubungan motivasi internal perawat dengan penerapan pasien safety.</description>
      <pubDate>Fri, 01 Jul 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6257</guid>
      <dc:date>2022-07-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Efektivitas Home Based Exercise Training (HBET) terhadap kualitas hidup pasien gagal jantung</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6256</link>
      <description>Title: Efektivitas Home Based Exercise Training (HBET) terhadap kualitas hidup pasien gagal jantung
Authors: Kurniawan, Rendi; Djamaludin, Djunizar; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah
Abstract: Pendahuluan: Di Indonesia latihan fisik dilakukan secara terpusat di rumah sakit. Data resmi tentang cakupan dan partisipasi program ini pada pasien gagal jantung di Indonesia belum didapatkan. Home-based exercise training (HBET) dapat menjadi salah satu pilihan latihan fisik dan alternative solusi rendahnya partisipasi pasien mengikuti latihan fisik. HBET merupakan latihan fisik terprogram yang dapat dijalankan oleh pasien secara mandiri di rumah. Tujuan: Untuk menilai pengaruh home-based exercise training (HBET) terhadap kualitas hidup pasien gagal jantung. Metode: Rancangan penelitian one group pretes-postes design dengan tehnik sampling yaitu purposive samping. Sampel yang digunakan sebanyak 15 partisipan yang merupakan pasien rawat jalan di Puskesmas Gedong Air Kota Bandar Lampung. Pada saat intervensi partisipan diberikan program Home-based exercise training (HBET) selama 14 hari kemudian setelah itu di ukur menggunakan Minesota Living with Heart Failure Quistionaire untuk mengetahui kualitas hidupnya. Hasil: Terdapat pengaruh home based exercise training (HBET) terhadap kualitas hidup pasien gagal jantung dengan nilai p-value 0,000. Nilai rata-rata kualitas hidup sebelum diberikan home based exercise training (HBET) yaitu 35,93 dengan standar deviasi 6,770 dan nilai rata-rata sesudahnya yaitu 57,13 dengan standar deviasi 7,469. Simpulan: Ada pengaruh home based exercise training (HBET) terhadap kualitas hidup pasien gagal jantung. Saran: Latihan fisik home based exercise training (HBET) ini hendaknya menjadi bagian integral program rehabilitasi pasien gagal jantung setelah pulang dari rumah sakit sehingga dapat menurunkan rawat inap dan meningkatkan kualitas hidup.</description>
      <pubDate>Fri, 01 Jul 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6256</guid>
      <dc:date>2022-07-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

