<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/5342</link>
    <description />
    <pubDate>Thu, 30 Apr 2026 04:51:39 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-30T04:51:39Z</dc:date>
    <image>
      <title>DSpace Collection:</title>
      <url>http://localhost:8080/jspui/retrieve/02bf0db9-ee33-4d9f-a3ca-3eef6fcca865/UNAR.png.png</url>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/5342</link>
    </image>
    <item>
      <title>GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTIPSIKOTIK PADA PASIEN SKIZOFRENIA RAWAT JALAN DI PUSKESMAS SIBUHUAN TAHUN 2021</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/5502</link>
      <description>Title: GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTIPSIKOTIK PADA PASIEN SKIZOFRENIA RAWAT JALAN DI PUSKESMAS SIBUHUAN TAHUN 2021
Authors: LUBIS, MAHARANI ANNUR
Abstract: Skizofrenia salah satu penyebab morbiditas (kesakitan) dan kecacatan atau ketidakmampuan seseorang untuk menilai dengan baik untuk merawat diri mereka sendiri dari waktu ke waktuakan cenderung menurun. Tanda-tanda dan gejala dari skizofrenia biasanya terjadi pada masa remaja sampai awal masa dewasa, tapi sangat jarang sebelum usia 11 tahun. Penggunaan obat yang tepat sangatlah penting dalam rangka tercapainya kualitas hidup yang lebih baik. Tidak Tepat Indikasi pemilihan obat pasien dan dosis dapat menjadi penyebab kegagalan terapi pengobatan skizofrenia. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui gambaran penggunaan obat antipsikotik pada pasien skizofreniadi puskesmas sibuhuan tahun 2021. Jenis Penelitian yang dilakukan adalah penelitian Kuantitatif. Penelitian ini akan dilakukan di Puskesmas rawat jalan sibuhuan pada bulan januari sampai dengan juni tahun 2021. Pengambilan sampel secara keseluruhan pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi sebanyak 65 orang. Analisis data yang dipergunakan adalah Univariate Analysis. Kesimpulan dari hasil penelitian mayoritas responden Terapi Penggunaan Obat Antipsikotik kategori atipikal sebanyak 51 orang (78,5%) dan Terapi Penggunaan Obat Antipsikotik tipikal sebanyak 14 orang (21,5%). Diharapkan dapat menjadi bahan informasi bagi keluarga pasien skizofrenia dan juga tenaga kesehatan dalam meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian dengan baik.</description>
      <pubDate>Sun, 01 May 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/5502</guid>
      <dc:date>2022-05-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>EVALUASI PENGELOLAAN SEDIAAN FARMASI DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI DI PUSKESMAS WEK I PADANG SIDEMPUAN TAHUN 2022</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/5501</link>
      <description>Title: EVALUASI PENGELOLAAN SEDIAAN FARMASI DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI DI PUSKESMAS WEK I PADANG SIDEMPUAN TAHUN 2022
Authors: NURLINDA, DEVI
Abstract: Pengelolaan sediaan farmasi di Puskesmas meliputi perencanaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, pencatatan, pemantauan dan evaluasi. Tujuan dari penelitian ini secara umum untuk mengetahui mekanisme pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai di Puskesmas Wek I. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder dan data primer. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu didapatkan bahwa Pengelolaan Sediaan Farmasi di Puskesmas Wek I belum tercapai karena pemantauan petugas obat tidak berdasarkan kebutuhan atau masih menggunakan konsep penggunaan obat yang dipakai tidak rasional dan permintaan obat hanya pengamatan tidak berdasarkan monitoring indikator peresapan dan pemakaian obat yang dibutuhkan tidak dilihat dari perkembangan penyakit. Evaluasi pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai di Puskesmas Wek I diperoleh hasil meliputi perencanaan obat dengan nilai 29%. Permintaan dengan nilai 50%, penerimaan dengan nilai 71%, penyimpanan dengan nilai 38%, pendistribusian dengan dengan nilai 67%, pengendalian dengan nilai 17% dan pengelolaan berdasarkan aspek pemantauan dan evaluasi masih belum terlaksana sama sekali. Sebelum permintaan obat harus dengan perencanaan, pengelolaan, penerimaan, pengumpulan, pendistribusian penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, pencatatan, pemantauan dan evaluasi.</description>
      <pubDate>Mon, 01 Aug 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/5501</guid>
      <dc:date>2022-08-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>EVALUASI PENGELOLAAN OBAT DI UPT PUSKESMAS PARGARUTANKABUPATEN TAPANULI SELATAN TAHUN 2021</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/5359</link>
      <description>Title: EVALUASI PENGELOLAAN OBAT DI UPT PUSKESMAS PARGARUTANKABUPATEN TAPANULI SELATAN TAHUN 2021
Authors: FITRI, ANNISA
Abstract: EVALUASI PENGELOLAAN OBAT DI UPT PUSKESMAS&#xD;
PARGARUTAN KABUPATEN TAPANULI SELATAN&#xD;
TAHUN 2021&#xD;
ABSTRAK&#xD;
Pengelolaan obat merupakan suatu rangkaian kegiatan pelayanan kefarmasian yang menyangkut aspek perencanaan, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, pencatatan dan pelaporan obat. Pengelolaan obat di puskesmas merupakan aspek penting karena ketidakefisienan akan memberikan dampak negatif terhadap pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengelolaan obat di UPT Puskesmas Pargarutan sehingga dapat dijadikan bahan rujukan untuk meningkatkan mutu pengelolaan obat. Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental bersifat deskriptif observasi. Data yang digunakan adalah data data berupa laporan dan dokumen pengelolaan obat di puskesmas. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dengan acuan yang digunakan yaitu Permenkes RI No. 74 Tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan obat di UPT Puskesmas Pargarutan berdasarkan Permenkes No. 74 Tahun 2016 pada aspek perencanaan masuk dalam kategori cukup dengan nilai persentase 63%, aspek permintaan 100% kategori baik, aspek penerimaan 100% kategori baik, aspek penyimpanan 87% kategori baik, aspek pendistribusian 71% kategori cukup, aspek pengendalian 57% kategori kurang, aspek pencatatan dan pelaporan 83% kategori baik. Maka dapat disimpulkan pengelolaan obat di UPT Puskesmas Pargarutan pada tahun 2021 sudah memenuhi standar yang ditetapkan oleh KemenKes RI.&#xD;
Kata kunci: Pengelolaan obat, Puskesmas Pargarutan, Evaluasi</description>
      <pubDate>Sat, 01 Jan 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/5359</guid>
      <dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>FORMULASI PEMANFAATAN LIMBAH CAIR TAHU MENJADI PRODUK NATA DE SOYA DENGAN MEMBANDINGKAN KONSENTRASI ACETOBACTER XYLINUM</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/5358</link>
      <description>Title: FORMULASI PEMANFAATAN LIMBAH CAIR TAHU MENJADI PRODUK NATA DE SOYA DENGAN MEMBANDINGKAN KONSENTRASI ACETOBACTER XYLINUM
Authors: FARALITA RITONGA, DEVY
Abstract: FORMULASI PEMANFAATAN LIMBAH CAIR TAHU MENJADI PRODUK NATA DE SOYA DENGAN MEMBANDINGKAN KONSENTRASI&#xD;
ACETOBACTER XYLINUM&#xD;
ABSTRAK&#xD;
Limbah cair tahu merupakan limbah yang paling dominan dihasilkan dalam proses pembuatan tahu. Limbah cair tahu mengandung berbagai nurtisi seperti lemak, karbohidrat, dan protein. Nutrisi yang terkandung dalam limbah cair tahu merupakan bahan utama yang digunakan sebagai substrat dalam pembuatan nata. Nata yang terbuat dari limbah cair tahu disebut Nata de Soya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui apakah limbah cair tahu dapat dijadikn produk Nata de Soya dengan menggunakan Acetobacter Xylinum dan untuk mengetahui formulasi atau konsentrasi manakah yang paling bagus dalam pembuatan produk Nata de Soya. Dengan menggunakan varian konsentrasi 40 ml, 60 ml dan 80 ml dengan menggunakan beberapa uji evaluasi sediaan Nata de Soya meliputi uji organoleptik dan uji kesukaan (hedonic test). Hasil penelitian ini menunjukkan sediaan yang dibuat memenuhi evaluasi fisik sediaan yaitu warna transparan, tekstur pada 40 ml kenyal, tekstur pada 60 ml kenyal, tektur pada 80 ml padat kenyal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahan baku dari limbah cair tahu dengan menggunakan Acetobacter Xylinum dapat menghasilkan produk Nata de Soya.&#xD;
Kata kunci: limbah cari tahu, Acetobacter Xylinum, Nata de Soya</description>
      <pubDate>Sat, 01 Jan 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/5358</guid>
      <dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

