<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/4258</link>
    <description />
    <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 06:47:15 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-27T06:47:15Z</dc:date>
    <item>
      <title>ANALISIS KEKUATAN LENTUR DAN KEKUATAN TEKAN BALOK LAMINASI BAMBU PETUNG (Dendrocalamus asper) DAN SERAT KELAPA SEBAGAI KOMPONEN KONSTRUKSI KAPAL</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/4264</link>
      <description>Title: ANALISIS KEKUATAN LENTUR DAN KEKUATAN TEKAN BALOK LAMINASI BAMBU PETUNG (Dendrocalamus asper) DAN SERAT KELAPA SEBAGAI KOMPONEN KONSTRUKSI KAPAL
Authors: Manik, Parlindungan; Samuel, S; Ariq Fikri Kamil, Muhammad; Tuswan, Tuswan
Abstract: ABSTRAK&#xD;
 &#xD;
Balok laminasi terbentuk dari dua material atau lebih yang mempunyai sifat berbeda. Laminasi bambu&#xD;
merupakan salah satu solusi untuk mengembangkan suatu material agar memiliki struktur yang lebih baik. Tujuan&#xD;
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arah laminasi bambu terhadap kekuatan lentur dan kekuatan&#xD;
tekan pada balok laminasi bambu. Metode yang dilakukan merupakan pengujian eksperimental dengan menguji&#xD;
kekuatan lentur dan tekan. Pengujian balok mengacu pada SNI 03-3958-1995 dan SNI 03- 3959-1995. Balok laminasi&#xD;
yang akan diuji memiliki nilai kadar air dibawah 13% sesuai dengan ketentuan pengujian dan memiliki berat jenis&#xD;
antara 0,58-0,69 g/cm&#xD;
3&#xD;
. Balok laminasi dengan variasi arah 0˚/90˚&#xD;
&#xD;
mempunyai kekuatan lentur sebesar 74,44 MPa dan &#xD;
mempunyai kekuatan tekan 55,36 MPa. Laminasi dengan variasi arah bersilangan +45˚/-45˚&#xD;
&#xD;
memiliki nilai kekuatan &#xD;
lentur sebesar 55,34 MPa dan kekuatan tekan 65,57 MPa. Variasi susunan arah bersilangan 0˚/90˚&#xD;
&#xD;
memiliki kekuatan &#xD;
lentur yang lebih baik dibandingkan dengan variasi arah bambu bersilangan +45˚/-45˚,&#xD;
&#xD;
sedangkan untuk pengujian &#xD;
tekan, variasi susunan arah bersilangan +45˚/-45˚&#xD;
&#xD;
memiliki hasil pengujian yang lebih besar. Hasil pengujian tekan &#xD;
dan lentur untuk kedua variasi tergolong dalam kelas kuat Badan Klasifikasi Indonesia (BKI) yang berbeda, variasi&#xD;
arah bambu bersilangan 0˚/90˚&#xD;
&#xD;
tergolong dalam kelas kuat II untuk pengujian lentur dan kelas kuat II untuk pengujian&#xD;
tekan, sedangkan untuk variasi arah bambu bersilangan +45°/-45°&#xD;
&#xD;
tergolong dalam kelas kuat III untuk pengujian&#xD;
lentur dan kelas kuat I untuk pengujian tekan. &#xD;
&#xD;
Kata kunci: komposit, bambu laminasi, uji tekan, uji lentur</description>
      <pubDate>Thu, 23 Jun 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/4264</guid>
      <dc:date>2022-06-23T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>STUDI PRETREATMENT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN KARAKTERISASI PEMANFATAANNYA MENJADI KAIN TENUN DAN NIRTENUN TEKSTIL</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/4263</link>
      <description>Title: STUDI PRETREATMENT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN KARAKTERISASI PEMANFATAANNYA MENJADI KAIN TENUN DAN NIRTENUN TEKSTIL
Authors: Thoriq, Ahmad; Mas’ud, Muhamad; Halimatus Sa’diyah, Sita; Pamungkas, Bonie
Abstract: ABSTRAK&#xD;
 &#xD;
Tandan Kosong Kelapa Sawit saat ini dibuang secara langsung ke kebun sawit atau diolah lebih lanjut&#xD;
menjadi kompos. Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang berada di kebun membutuhkan waktu penguraian&#xD;
yang lama, sedangkan jika diolah labih lanjut menjadi kompos diperlukan biaya yang tinggi. Alternatif lain&#xD;
pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit adalah mengolahnya menjadi kain. Penelitian ini bertujuan mengetahui&#xD;
kondisi proses pretreatment serat TKKS paling baik dan membandingkan karakteristik kain tenun dan nirtenun dari&#xD;
serat TKKS setelah proses pretreatment. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental&#xD;
menggunakan rancangan acak lengkap dan Duncan Multiple Range Test untuk mengetahui tingkat kecerahan serat&#xD;
tandan kosong kelapa sawit setelah diberi perlakuan delignifikasi dan bleaching menggunakan NaOH dan KOH&#xD;
pada konsentrasi 0,5; 1; dan 1,5%, serta H2O2 pada konsentrasi 4, 8, dan 12% . Hasil analisis Duncan Multiple&#xD;
Range Test menunjukkan bahwa perlakuan terbaik delignifikasi dan bleaching adalah A3, yaitu pretreatment dengan&#xD;
1,5% NaOH selama 3 jam dan 12% H2O2  selama 1,5 jam pada suhu 85– 95°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa&#xD;
kuat tarik kain tenun serat TKKS adalah 18,73 ± 2,06 kgf dan mulur 83,87 ± 5,52%, sedangkan kuat tarik kain&#xD;
nirtenun berkisar antara 1,21 - 4,59 kgf dan mulur berkisar antara 5,12 - 13,20%. &#xD;
&#xD;
Kata kunci: tandan kosong kelapa sawit, kain tenun, kain nirtenun</description>
      <pubDate>Fri, 03 Jun 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/4263</guid>
      <dc:date>2022-06-03T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>KARAKTERISASI SERAT AMPAS TEBU (BAGASSE) SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKU TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL (TPT) TERBARUKAN</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/4262</link>
      <description>Title: KARAKTERISASI SERAT AMPAS TEBU (BAGASSE) SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKU TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL (TPT) TERBARUKAN
Authors: Novia, Mella; Makki, A.I.; Arafah, Naufal
Abstract: ABSTRAK&#xD;
 &#xD;
Prioritas Riset Nasional (PRN) memprioritaskan riset yang berfokus terhadap rekayasa keteknikan dengan&#xD;
salah satu poinnya pengembangan teknologi serat, tekstil, dan produk tekstil, yaitu produk serat, tekstil yang bernilai&#xD;
tambah dan ramah lingkungan. Dewasa ini ampas dari sisa pengolahan tebu seringkali kurang dimanfaatkan&#xD;
maksimal terutama dalam bidang TPT. Studi ini akan membahas perbandingan sifat mekanik dan komposisi kimia&#xD;
serat ampas tebu (bagasse) sebelum diekstraksi dengan serat lignoselulosa lain yang bersumber dari batang&#xD;
tanaman, seperti jute dan flax, serta penggunaan serat ampas tebu (bagasse) sebagai alternatif bahan baku TPT&#xD;
terbarukan. Evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui sifat mekanik, komposisi kimia, dan morfologi serat ampas&#xD;
tebu meliputi uji kehalusan serat, panjang berkas serat batang, kekuatan tarik dan mulur, kelembaban serat,&#xD;
morfologi serat, dan Fourier Transform Infrared (FTIR). Hasil pengujian sifat mekanik serat ampas tebu untuk&#xD;
pengujian kehalusan serat didapatkan nilai kehalusan serat sebesar 65,78 tex, panjang berkas serat sebesar 95,25&#xD;
mm, pengujian kekuatan tarik dan mulur dengan menggunakan Instron diperoleh hasil kekuatan tarik sebesar 2&#xD;
g/denier, mulur serat sebesar 9,47%, moisture content sebesar 0,331%, dan moisture regain sebesar 0,333%.&#xD;
Komposisi kimia berdasarkan hasil uji FTIR pada serat ampas tebu yaitu gugus O-H, C-H, C=C, dan =C-O-C. Nilai&#xD;
kehalusan serat ampas tebu (bagasse) tidak memenuhi syarat serat untuk dapat dipintal menggunakan ring spinning,&#xD;
sehingga jika serat melewati proses pemintalan akan menghasilkan kain yang kurang nyaman. Oleh karena itu, serat&#xD;
ampas tebu tidak disarankan untuk dijadikan bahan baku alternatif pemintalan dari serat alam atau tekstil sandang,&#xD;
tetapi lebih cocok untuk penggunaan tekstil non sandang, seperti peredam suara atau serat penguat material&#xD;
komposit&#xD;
&#xD;
Kata kunci: serat ampas tebu, sifat mekanik serat, komposisi kimia serat, bahan baku TPT terbarukan</description>
      <pubDate>Tue, 14 Jun 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/4262</guid>
      <dc:date>2022-06-14T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>PENCANGKOKAN N-ISOPROPILAKRILAMIDA PADA NIRTENUN LYOCELL DENGAN BANTUAN IRADIASI PLASMA LUCUTAN KORONA BERTEKANAN ATMOSFIR</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/4261</link>
      <description>Title: PENCANGKOKAN N-ISOPROPILAKRILAMIDA PADA NIRTENUN LYOCELL DENGAN BANTUAN IRADIASI PLASMA LUCUTAN KORONA BERTEKANAN ATMOSFIR
Authors: Nurgraha, Jakariya; Widodo, Mohamad; Hardiyanto, Hardiyanto
Abstract: ABSTRAK&#xD;
 &#xD;
Suatu material tekstil dapat dimodifikasi menjadi tekstil cerdas terhadap perubahan suhu melalui&#xD;
pencangkokan polimer termoresponsif seperti N-isopropilakrilamida (NIPAM). Penelitian ini bertujuan untuk&#xD;
mempelajari proses polimerisasi cangkok NIPAM pada nirtenun lyocell dengan bantuan iradiasi plasma. Dalam&#xD;
kegiatan penelitian ini, telah dilakukan upaya untuk mempolimerisasikan NIPAM menjadi p(n-isopropilakrilamida)&#xD;
atau PNIPAM sekaligus mencangkokkannya pada nirtenun lyocell dengan bantuan iradiasi plasma dari mesin&#xD;
plasma jenis lucutan korona bertekanan atmosfir. Metode penelitian meliputi iradiasi plasma pada permukaan&#xD;
nirtenun lyocell untuk menciptakan radikal bebas permukaan, perendaman NIPAM, pencucian, dan pengeringan&#xD;
nirtenun lyocell hasil proses. Pengujian nilai persentase kadar pencangkokan dan analisis morfologi serat dari&#xD;
nirtenun hasil proses dilakukan untuk mengetahui keberhasilan pencangkokan. Selain itu, keberhasilan polimerisasi&#xD;
NIPAM pada permukaan nirtenun lyocell juga dikonfirmasi melalui analisis gugus fungsi menggunakan&#xD;
spektrometer ATR-FTIR. Dari penelitian yang dilakukan, waktu perendaman dan metode pencucian berpengaruh&#xD;
terhadap kadar pencangkokan dari sampel yang dihasilkan. Diketahui bahwa nilai kadar pencangkokan paling tinggi&#xD;
sebesar 26,11%, yakni pada sampel nirtenun lyocell dengan perendaman NIPAM selama 24 jam tanpa pencucian.&#xD;
Citra SEM juga menunjukkan adanya NIPAM yang terdeposisi pada permukaan nirtenun lyocell. Sementara itu,&#xD;
hasil analisis gugus fungsi pada permukaan nirtenun lyocell hasil penelitian menunjukkan adanya gugus khas dari&#xD;
NIPAM, tetapi tidak dengan gugus khas dari PNIPAM. Hasil studi mengindikasikan bahwa proses pencangkokan&#xD;
telah berhasil, namun polimerisasi belum berhasil dilakukan.&#xD;
&#xD;
Kata kunci: polimerisasi cangkok, NIPAM, nirtenun lyocell, plasma, kadar pencangkokan</description>
      <pubDate>Fri, 24 Jun 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/4261</guid>
      <dc:date>2022-06-24T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

