<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3871</link>
    <description />
    <pubDate>Tue, 14 Apr 2026 20:38:37 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-14T20:38:37Z</dc:date>
    <item>
      <title>Pendukung Waktu Kunjungan Dini Wanita Pekerja Seks ke Klinik Infeksi Menular Seksual di Denpasar</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3989</link>
      <description>Title: Pendukung Waktu Kunjungan Dini Wanita Pekerja Seks ke Klinik Infeksi Menular Seksual di Denpasar
Authors: Yuliyatni, Putu Cintya Denny; Sari, Komang Ayu Kartika
Abstract: Wanita Pekerja Seks (WPS) direkomendasikan untuk melakukan peme-riksaan Infeksi Menular Seksual (IMS) secara rutin karena merupakan kelompok berisiko. Survei Terpadu Biologis dan Perilaku Indonesia menunjukkan masih rendahnya kunjungan kembali WPS ke layanan IMS dalam 3 bulan terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deter-minan waktu kunjungan WPS untuk datang lebih awal ke klinik IMS. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional analitik pada 102 sampel WPS yang diambil secara konsekutif. Analisis data menggunakan uji chi square dan multipel regresi logistik. Hasil yang diperoleh bahwa dari keseluruhan sampel, sebagian besar (69,6%) merupakan WPS langsung, pendidikan menengah (56,9%) dan tidak memiliki asuransi kesehatan (72,5%). WPS yang memeriksakan diri kembali dalam 3 bulan hanya 23,5%. Hasil analisis multivariat menunjukkan WPS langsung (aOR=9,11; IK95%=1,835-45,283), yang jarang/tidak pernah menggunakan kondom dengan pelanggan (aOR=4,69; IK95%=1,631-13,535) dan yang memiliki asuransi (aOR=3,18; IK95%=1,017-9,940) datang ke layanan IMS lebih awal dibanding kelompok lainnya. Masih rendahnya kedatangan kembali WPS dan faktor determinannya perlu menjadi perhatian. Strategi penjang-kauan oleh petugas lapangan berdasarkan jenis WPS dan materi penjang-kauan perlu disesuaikan guna meningkatkan kedatangan kembali WPS ke layanan IMS.</description>
      <pubDate>Wed, 01 Jan 2020 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3989</guid>
      <dc:date>2020-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Rapid Assesment Pencatatan Sipil dan Statistik Hayati di Tiga Daerah di Indonesia</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3987</link>
      <description>Title: Rapid Assesment Pencatatan Sipil dan Statistik Hayati di Tiga Daerah di Indonesia
Authors: Prayitno, Lukman; Musadad, Anwar Dede
Abstract: Sistem pencatatan sipil dan statistik hayati yang baik menjadi dasar untuk perencanaan, monitoring dan evaluasi program pembangunan. Para pengambil keputusan dan kebijakan sangat tergantung pada data statistik yang tepat waktu, lengkap dan metode yang dapat diandalkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan rapid assesment yang bertujuan untuk melakukan evaluasi cepat terhadap kekuatan dan kelemahan sistem pencatatan kelahiran, kematian dan penyebab kematian yang ada saat ini. Penelitian kualitatif dengan metode diskusi dan konfirmasi informasi. Kuesioner rapid assessment berasal dari WHO yang berisi 25 pertanyaan. Tempat penelitian dipilih secara purposive yaitu Kabupaten Padang Pariaman, Kota Makassar, Kabupaten Kudus. Penelitian berlangsung pada bulan Agustus 2019. Total score rapid assessment Kabupaten Padang Pariaman, Kota Makassar dan Kabupaten Kudus berturut-turut adalah 42,67%, 49,33%, 57,33%. Total score di 3 daerah penelitian berada dalam 1 rentang nilai yang sama yaitu 34–64%. Rentang nilai ini mengindikasikan bahwa banyak aspek dari sistem tidak berfungsi dengan baik, dan banyak masalah membutuhkan perhatian. Tiga daerah pene-litian mempunyai kekurangan yang berbeda-beda sehingga perlu strategi yang berbeda-beda tergantung dari karakteristiknya dan memerlukan kolaborasi lintas sektor.</description>
      <pubDate>Wed, 01 Jan 2020 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3987</guid>
      <dc:date>2020-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Menuju Literasi Gizi: Komponen Pengetahuan Gizi pada Program Edukasi Gizi Siswa Sekolah Dasar</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3985</link>
      <description>Title: Menuju Literasi Gizi: Komponen Pengetahuan Gizi pada Program Edukasi Gizi Siswa Sekolah Dasar
Authors: Dewantari, Nuril Aiffa; Syafiq, Ahmad; Fikawati, Sandra
Abstract: Pengetahuan tentang zat gizi merupakan dasar untuk menentukan sikap dan praktik dalam pemilihan makanan. Studi ini bertujuan untuk menge-tahui besaran pengetahuan gizi pada siswa sekolah dasar. Analisis dilakukan berdasarkan data pre test dan post test siswa sekolah dasar ter-pilih yang telah diberikan intervensi edukasi gizi oleh tim Gerakan Nusantara. Program intervensi edukasi gizi diselenggarakan tahun 2014 sampai 2018 pada 7113 siswa sekolah dasar terpilih di Indonesia. Analisis menggunakan uji t dependen pada perangkat lunak SPSS. Standarisasi dilakukan untuk mengetahui besaran perubahan setiap komponen penge-tahuan zat gizi sebelum dan sesudah diberikan intervensi edukasi gizi. Hasil studi menunjukkan terdapat perubahan yang bermakna pada penge-tahuan siswa setelah diberikan intervensi edukasi gizi dengan nilai p&lt;0,05 setiap tahunnya dari tahun 2014 sampai 2018. Besaran perubahan pengetahuan terendah terjadi pada tahun 2014 (skor rata-rata=6,0±18,2). Perubahan komponen pengetahuan terendah adalah tumpeng pedoman gizi seimbang dan piring makanku (skor rata-rata=2,3±1,4). Studi ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan siswa terkait zat gizi dengan dukungan faktor lingkungan sekitar sedangkan komponen pengetahuan yang mengalami besaran perubahan terendah adalah tum-peng pedoman gizi seimbang dan piring makanku. Penerapan kebijakan gizi di sekolah yang diikuti dukungan media dan metode yang efektif perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan gizi siswa yang akan berpe-ngaruh pada sikap dan perilaku.</description>
      <pubDate>Wed, 01 Jan 2020 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3985</guid>
      <dc:date>2020-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Kecemasan, Pelayanan Kebidanan, dan Pemberian Informasi tentang Virus Corona (COVID-19) oleh Bidan di Wilayah Madura</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3984</link>
      <description>Title: Kecemasan, Pelayanan Kebidanan, dan Pemberian Informasi tentang Virus Corona (COVID-19) oleh Bidan di Wilayah Madura
Authors: Susanti, Eny; Zainiyah, Zakkiyatus
Abstract: Kejadian pandemi COVID-19, sangat penting untuk diketahui, karena mempunyai dampak psikologis dari kejadian pandemi virus corona pada petugas kesehatan. Kejadian epidemi COVID-19 menyebabkan tingkat stres yang tinggi dari petugas kesehatan dan peningkatan kesakitan juga pada masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengetahui kecemasan bidan, peran bidan dalam pelayanan kebidanan, dan pemberian informasi tentang virus corona (COVID-19) pada ibu dan anak di wilayah Madura. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, populasi dari penelitian ini adalah bidan di Wilayah Madura dengan jumlah sampel sebanyak 123 bidan. Pengumpulan data menggunakan sistem Google Form yang disebarkan ke semua bidan di Wilayah Madura. Data yang terkumpul dianalisis univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi kecemasan, peran dan pemberian informasi oleh bidan tentang COVID-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bidan yang mengalami kecemasan sangat berat (16,3%), kece-masan berat sebesar 17,9% dan yang mengalami kecemasan sedang (22.8%). Bidan juga masih memberikan pelayanan kebidanan dengan baik sebesar 87% dan pemberian informasi tentang pencegahan penularan virus corona dengan baik sebesar 77,2%. Pandemi ini sangat memberikan dampak dalam pemberian pelayanan kebidanan terutama program yang sudah terlaksana dengan rutin, sehingga program tersebut tidak bisa terlaksana dan bidan juga mengalami kecemasan karena mereka adalah ujung tombak dalam pelayanan kebidanan. Diharapkan adanya kerjasama yang baik antara pasien dan bidan terutama pasien agar tetap mengikuti prinsip dalam pencegahan penularan virus corona dan memberikan informasi yang baik dan benar kepada pasien terutama apabila datang dari luar kota.</description>
      <pubDate>Wed, 01 Jan 2020 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3984</guid>
      <dc:date>2020-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

