<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3868</link>
    <description />
    <pubDate>Tue, 14 Apr 2026 20:39:23 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-14T20:39:23Z</dc:date>
    <item>
      <title>Penyelidikan KLB Keracunan Makanan di Desa Banjaroyo Kabupaten Kulon Progo</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3938</link>
      <description>Title: Penyelidikan KLB Keracunan Makanan di Desa Banjaroyo Kabupaten Kulon Progo
Authors: Nuraisyah, Fatma
Abstract: Berdasarkan hasil laporan, sebanyak tujuh orang warga berobat ke puskesmas secara bersamaan dengan keluhan/gejala yang sama, mengalami diare, perut sakit, pusing, mulas, lemas setelah mengonsumsi makanan. Tujuan penelitian untuk menelusuri gejala dan penyebab dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan yang dihidangkan pada acara peresmian Microhidro 16 Mei 2014 di Desa Banjaroyo. Penelitian ini menggunakan rancangan kasus-kontrol. Kasus adalah orang yang mengonsumsi hidangan yang mengalami gejala diare, nyeri perut, dan mual. Kontrol adalah orang yang tidak mengalami gejala seperti kasus setelah mengonsumsi hidangan dengan matching umur dan jenis kelamin. Subjek adalah responden yang mengonsumsi makanan dan diwawancarai. Sampel makanan dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan. Jumlah kasus awal 170 orang. Gejala yang&#xD;
paling banyak dirasakan penderita adalah diare (73,16%), nyeri perut (67,10%). Tipe kurva epid adalah common source. Penularan penyakit secara common source dan masa inkubasi adalah 1 sampai 16 jam. Hasil pemasangan untuk uji analitik didapatkan 60 pasang kasus dan kontrol. Jenis makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan makanan adalah sambal krecek (OR=18,5;95% CI=1,42-230,25), dan ayam bacem (OR=22,03; 95% CI= 2,32-208,42). Hal ini diduga positif Staphylococcus yang mengkontaminasi makanan sehingga orang yang makan mengalami keracunan. Keracunan makanan yang telah terjadi penyebabnya diduga bakteri Staphylococcus. Kemungkinan selama pemanasan ulang dan penyimpanan menjadi dugaan bahwa makanan terkontaminasi.</description>
      <pubDate>Sun, 01 Dec 2019 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3938</guid>
      <dc:date>2019-12-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>The Effect of Psychosocial Stress on the Incidence of Hypertension in Rural and Urban Communities</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3936</link>
      <description>Title: The Effect of Psychosocial Stress on the Incidence of Hypertension in Rural and Urban Communities
Authors: Istiana, Mira; Yeni
Abstract: The prevalence of hypertension in Indonesia increased to 34.1% in 2018. Hypertension incidence was higher in rural than urban. Psychosocial stress was hypertension risk factors. Individuals with psychosocial stress 3 times at risk get hypertension. The purpose was to determine effect of psychosocial stress on hypertension in rural and urban communities. A cross sectional study design with secondary data IFLS 5 in 2014. Sample was respondents of IFLS 5 who ≥15 years old and had blood pressure measurement data. The sample size was 10.008 in rural and 16,057 urban. Data analysis use complex sample as secondary data analysis technique by considering weighting when analyzing data. The results showed the hypertension was 29.7% in rural and 31.3% in urban. In rural, psychosocial stress increases the risk of hypertension after being controlled for age, sex, education, economic, marital status and BMI (PR = 1,108; 95% CI = 1,016-1,209). In urban, psychosocial stress increases the risk of hypertension after being controlled by age, sex, education, economic, marital status, BMI and tobacco consumption (PR=1,174; 95% CI=1,032-1,335). Psychosocial stress was a risk factor for hypertension. The importance of providing hypertension prevention education such as stress management techniques to prevent hypertension in integrated assistance post (Posbindu).</description>
      <pubDate>Sun, 01 Dec 2019 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3936</guid>
      <dc:date>2019-12-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Efektivitas Penanganan Keluhan Pasien Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Bahteramas Sulawesi Tenggara</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3935</link>
      <description>Title: Efektivitas Penanganan Keluhan Pasien Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Bahteramas Sulawesi Tenggara
Authors: Suhadi; Maidin, Alimin; Palutturi, Sukri; Bahar, Burhanuddin; Nurmaladewi; Astuty, Esti
Abstract: Rumah Sakit sebagai lembaga pemberi pelayanan kesehatan tidak hanya mengedepankan pelayanan yang cepat dan mudah diakses oleh masyarakat, tetapi pelayanan yang diberikan harus bermutu dan memuaskan bagi pasien. Salah satu ukuran keberhasilan pelayanan tersebut adalah adanya sistem penanganan keluhan yang paripurna. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis efektifitas penanganan keluhan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Jenis penelitian ini kualitatif, dengan pendekatan studi kasus. Informan adalah pasien dan petugas RS. Pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukan umumnya penanganan keluhan pelayanan kesehatan di RS belum seluruhnya efektif dalam pelaksanaannya, masih mengalami permasalahan meliputi adanya hambatan penanganan&#xD;
keluhan, ketidakjelasan informasi penanganan keluhan, sebagian ada penolakan penanganan keluhan, lambatnya penanganan keluhan, kurangnya rasa simpati petugas, kurangnya solusi penanganan keluhan, tidak ada penjelasan petugas, tidak terdapat unit penanganan keluhan. Pelaksanaan penanganan keluhan pelayanan kesehatan di RS Bahteramas belum efektif, masih terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi yaitu pada aspek mutu pelayanan, perilaku organisasi dan sumber daya pelayanan. Perlunya pihak RS melakukan perbaikan kebijakan, perbaikan manajemen pelayanan, pendidikan dan pelatihan bagi petugas, dan pemenuhan kebutuhan sumber daya pelayanan.</description>
      <pubDate>Sun, 01 Dec 2019 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3935</guid>
      <dc:date>2019-12-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Analisis Perilaku Persalinan Komunitas Adat Terpencil di Wilayah Taman Nasional Bukit Duabelas Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3932</link>
      <description>Title: Analisis Perilaku Persalinan Komunitas Adat Terpencil di Wilayah Taman Nasional Bukit Duabelas Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi
Authors: Guspianto; Amir, Andy; Mekarisce, Arnild Augina
Abstract: Masyarakat Komunitas Adat Terpencil (KAT) hidup secara berkelompok di hutan-hutan sekunder Provinsi Jambi. Kondisi sosial, ekonomi, budaya dan lingkungan yang relatif masih primitif menyebabkan KAT memiliki perilaku yang rawan terhadap masalah kesehatan, termasuk perilaku persalinan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku persalinan KAT yang dinilai berisiko tinggi komplikasi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif untuk memahami secara holistik terkait fenomena perilaku persalinan KAT di wilayah Taman Nasional Bukit Duabelas Kabupaten Sarolangun-Jambi. Informan penelitian dipilih secara purposive meliputi Ibu yang pernah melahirkan, Suami, Dukun beranak, Tumenggung, dan Bidan. Penelitian ini menemukan perilaku persalinan KAT adalah tidak aman dan berisiko tinggi komplikasi yang berdampak kematian ibu dan bayi. Hal ini kemungkinan&#xD;
besar dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan, sikap yang kurang mendukung, rendahnya persepsi kebutuhan, dan belum optimalnya pelayanan kesehatan. Kondisi jalan tempuh yang sulit, hidup berkelompok yang menyebar, dan kebiasaan “melangun” menjadi hambatan dalam mengakses pelayanan kesehatan. Direkomendasikan untuk meningkatkan pelaksanaan program P4K dan Posyandu, membuat rumah singgah persalinan, menyediakan “KAT Care Mobile”, dan melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat (tumenggung), dan dukun beranak tentang persalinan yang aman untuk mempertahankan kesehatan dan keselamatan ibu melahirkan.</description>
      <pubDate>Sun, 01 Dec 2019 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3932</guid>
      <dc:date>2019-12-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

