<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3866</link>
    <description />
    <pubDate>Tue, 14 Apr 2026 20:55:16 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-14T20:55:16Z</dc:date>
    <item>
      <title>Analisis Perlindungan Hukum Bagi Kesehatan Warga di Kawasan Pemukiman Tempat Pembuangan Akhir Tamangapa</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3903</link>
      <description>Title: Analisis Perlindungan Hukum Bagi Kesehatan Warga di Kawasan Pemukiman Tempat Pembuangan Akhir Tamangapa
Authors: Indar; Mas’ud, Nia Astarina; Sampurno, Slamet; Azisa, Nur; Haeranah; Arifin, Alwy; Ismaniar, Nur Inayah
Abstract: Penelitian ini bertujuan mengetahui perlindungan hukum bagi kesehatan warga di kawasan pemukiman TPA Tamangapa dan peranan pemerintah Kota Makassar dalam menjamin kesehatan warga disekitar TPA Tamangapa. Penelitian ini berupa normatif dan empiris, yaitu meneliti data sekunder lebih dahulu, dilanjutkan dengan meneliti data primer di lapangan. Data dianalisis dan disajikan secara deskriptif kualitatif. Penegakan hukum terhadap kesehatan warga diatur dalam perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa 76% warga sudah tinggal di kawasan TPA di atas 10 tahun. Sebanyak 68% warga merasa terganggu dengan keberadaan TPA Tamangapa. Meskipun begitu gangguan kesehatan masih kurang ditemukan di masyarakat. Hasil wawancara menunjukkan bahwa 76% warga tidak merasakan gangguan kesehatan kulit, 64% warga tidak merasakan gangguan kesehatan saluran pernafasan, 84% warga tidak merasakan gangguan kesehatan saluran pencernaan, 76% warga tidak merasakan gangguan kesehatan lainnya. Untuk permasalahan keberadaan TPA Tamangapa itu sendiri, 56% warga menyarankan TPA untuk dipindahkan.</description>
      <pubDate>Sat, 01 Jun 2019 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3903</guid>
      <dc:date>2019-06-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Analisis Pemanfaatan Program Deteksi Dini Kanker Serviks dengan IVA oleh Peserta JKN-KIS</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3902</link>
      <description>Title: Analisis Pemanfaatan Program Deteksi Dini Kanker Serviks dengan IVA oleh Peserta JKN-KIS
Authors: Nisaa, Nur An; Suryoputro, Antono; Kusumawati, Aditya
Abstract: Program nasional deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan IVA telah didukung oleh BPJS Kesehatan, tetapi pemanfaatannya tetap rendah. Pada tahun 2017, pemanfaatan pemeriksaan IVA di Kota Semarang hanya sebesar 1,7%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan pemeriksaan IVA oleh peserta JKN-KIS. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Lokasi penelitian di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang dengan jumlah responden 100 orang WUS, peserta aktif JKN-KIS yang telah menikah. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden belum memanfaatkan IVA (87%), memiliki pengetahuan kurang (56%), sikap kurang mendukung (57%), akses terjangkau (55%), dukungan sosial kurang (56%), persepsi kerentanan rendah (56%), persepsi keparahan tinggi (52%), persepsi manfaat rendah (58%), dan persepsi hambatan tinggi (61%). Variabel yang memiliki hubungan secara statistik dengan pemanfaatan pemeriksaan IVA oleh peserta JKN-KIS di Kecamatan Banyumanik adalah pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,000), dukungan sosial (p=0,000), persepsi kerentanan (p=0,002), persepsi manfaat (p=0,006), dan persepsi hambatan (p=0,003). Sedangkan faktor yang paling berpengaruh adalah adalah sikap (p=0,04 ; OR=9,872). Sehingga WUS dengan sikap kurang mendukung memiliki peluang 9,872 kali lebih besar untuk tidak melakukan pemeriksaan IVA.</description>
      <pubDate>Sat, 01 Jun 2019 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3902</guid>
      <dc:date>2019-06-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Variasi Warna Pipet pada Stik Perangkap Lalat terhadap Jumlah Lalat yang Tertangkap</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3901</link>
      <description>Title: Variasi Warna Pipet pada Stik Perangkap Lalat terhadap Jumlah Lalat yang Tertangkap
Authors: Ardiansyah, Iqbal; Wispriyono, Bambang; Werdiningsih, Indah; Amalia, Rizki
Abstract: Lalat merupakan vektor penyakit. Pada bagian tempat pemotongan ayam Pasar Gedebage memiliki kepadatan lalat tinggi 21 ekor/blok grill maka perlu adanya pengendalian salah satunya stik perangkap lalat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi warna pipet terhadap jumlah lalat yang tertangkap pada stik perangkap lalat dengan jenis penelitian kuasi eksperimen dan desain post test only design. Penelitian ini dilakukan di tempat pemotongan ayam HS Pasar Gedebage Bandung pada 25 sampai 30 Desember 2017 dengan subjek penelitian semua lalat yang berada di lokasi penelitian. Bahan dalam penelitian ini adalah pipet berwarna putih, kuning, merah dan biru. 3/4 permukaan pipet diolesi lem lalat beraroma durian. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dianalisis secara deskriptif dan uji statistik. Uji statistik diawali uji normalitas Shaphiro wilk, lalu uji one way ANOVA dan Pos hoct test LSD. Hasil penelitian jumlah lalat terperangkap pada pipet putih rata-rata 32,6 ekor, pipet kuning rata-rata 24 ekor, pipet merah rata-rata 18 ekor dan pipet biru rata-rata 16 ekor. Hasil uji statistik nilai p-value 0,0005 menunjukan adanya perbedaan antara setiap warna pipet dengan jumlah lalat yang tertangkap, pipet putih merupakan warna pipet paling banyak memerangkap lalat. Kesimpulan penelitian warna pepet putih merupakan warna pipet terbaik untuk dijadikan stik perangkap lalat.</description>
      <pubDate>Sat, 01 Jun 2019 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3901</guid>
      <dc:date>2019-06-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Konsumsi Sayur dan Buah pada Siswa SMP sebagai Implementasi Pedoman Gizi Seimbang</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3900</link>
      <description>Title: Konsumsi Sayur dan Buah pada Siswa SMP sebagai Implementasi Pedoman Gizi Seimbang
Authors: Muthmainah, Fitriyah Nafsiyah; Khomsan, Ali; Riyadi, Hadi; Prasetya, Guntari
Abstract: Indonesia dihadapkan pada dua masalah gizi yaitu gizi kurang dan gizi lebih sedangkan permasalahan gizi pada remaja cenderung lebih dominan untuk mengalami kelebihan berat badan, ini dapat dilihat dari prevalensi sangat gemuk (obesitas) remaja di Kabupaten Cianjur sebesar 10.6%. Oleh karena itu, konsumsi sayur dan buahbuahan sangat dianjurkan untuk menurunkan prevalensi kelebihan berat badan khususnya pada remaja. Pemerintah melalui Pedoman Gizi Seimbang menganjurkan konsumsi sayuran dan buah-buahan sejumlah 400 g per orang per hari yang terdiri dari 250 g sayur dan 150 g buah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi ketersediaan sayur dan buah di rumah, kontribusi sayur dan buah terhadap asupan vitamin, mineral dan serat dan hubungan antara praktik gizi siswa maupun ibu sebagai orang tua siswa terkait pedoman gizi seimbang dengan konsumsi&#xD;
sayur dan buah siswa. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional yang didanai oleh Neys-van Hoogstraten Foundation, the Netherlands dan dilakukan di SMPN 1 Cianjur dengan total subjek penelitian berjumlah 72 siswa. Data dianalisis menggunakan uji beda Mann Whitney dan uji hubungan Rank Spearman. Jumlah konsumsi sayur dan buah siswa belum sesuai dengan anjuran Pedoman Gizi Seimbang. Konsumsi sayur siswa dengan rata-rata 36.9±34.8 g per hari, sedangkan konsumsi buah siswa dengan rata-rata 203.2±112.9 g per hari. Terdapat hubungan yang signifikan (p&lt;0.05) antara praktik gizi ibu serta praktik gizi siswa terkait PGS dengan konsumsi sayur dan buah siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi sayur dan buah pada siswa belum terimplementasikan sesuai dengan anjuran Pedoman Gizi Seimbang sehingga perlu adanya dorongan kepada orangtua dalam rangka meningkatkan konsumsi sayur dan buah yang dapat memotivasi serta membiasakan siswa untuk mengonsumsi sayur dan buah di rumah.</description>
      <pubDate>Sat, 01 Jun 2019 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3900</guid>
      <dc:date>2019-06-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

