<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/2160</link>
    <description />
    <pubDate>Mon, 27 Apr 2026 21:49:24 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-27T21:49:24Z</dc:date>
    <item>
      <title>The impact of early marriage on women of reproductive age in the Special Region of Yogyakarta</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/2608</link>
      <description>Title: The impact of early marriage on women of reproductive age in the Special Region of Yogyakarta
Authors: Alfiana, Devi; Ratih
Abstract: The impact of early marriage on women of reproductive age in the Special Region of Yogyakarta Ratih Devi Alfiana1*, Linda Yulyani2, Claudia Banowati Subarto1, Sundari Mulyaningsih1, Isti Chana Zuliyati1&#xD;
1Departement of Midwifery, Alma Ata University Yogyakarta Jalan Brawijaya 99 Tamantirto Kasihan Bantul Yogyakarta 2Department of Midwifery, Bengkulu University Jalan WR. Supratman, Kandang Limun, Kec. Muara Bangka Hulu, Sumatera, Bengkulu Corresponding author: ratihdevi@almaata.ac.id &#xD;
ABSTRAK Latar Belakang: Pernikahan dini merupakan salah satu bentuk kekerasan dan pelanggaran hak anak. Pernikahan dini yang terjadi di Indonesia merupakan dinamika yang sangat kompleks. Secara geografis, budaya dan agama, tingkat penerimaan dan praktik pernikahan anak bervariasi di seluruh Indonesia. Berdasarkan Laporan Pemenuhan Hak Anak di Daerah Istimewa ogyakarta tahun 2017, jumlah perkawinan anak di Daerah Istimewa ogyakarta adalah 294, menurun dari tahun 2016 yang sebanyak 346 (penurunan 15,3%). Pernikahan dini memiliki risiko besar untuk mengalami berbagai hal buruk. Tujuan: untuk mengetahui apa saja dampak pernikahan dini terhadap wanita usia subur di Daerah Istimewa ogyakarta. Metode: Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) yang dikeluarkan oleh BKKBN. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita usia subur yang datanya tercatat pada data pasangan pada laporan SDKI 2017 (rekor pasangan). Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis Cremers V dan Contingency Coefficient. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pernikahan dini terhadap beberapa variabel dependen dalam penelitian ini yang ditunjukkan dengan p value &lt; 0,05. Beberapa variabel tersebut adalah pendidikan (p=0,002), Indeks Kesejahteraan (0,025), riwayat perkawinan (0,033). Selain itu, tidak ada hubungan yang signifikan antara pernikahan dini responden dengan pekerjaan, pilihan metode kontrasepsi, peran dalam pengambilan keputusan, pengetahuan kesehatan reproduksi dan pengetahuan KDRT. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas perlu dilaksanakan secara strategis dan sistematis secara nasional dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai lintas sektor, mulai dari pendidikan sekolah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tenaga kesehatan. Pengajaran dan pendidikan yang tepat dan komprehensif dapat membantu remaja dalam membuat keputusan yang bijaksana mengenai pernikahan dini.</description>
      <pubDate>Fri, 01 Apr 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/2608</guid>
      <dc:date>2022-04-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Maternal and child health book training on improving cadre skills in early detection of pregnancy risks</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/2606</link>
      <description>Title: Maternal and child health book training on improving cadre skills in early detection of pregnancy risks
Authors: Noviyanti, Asri
Abstract: Maternal and child health book training on improving cadre skills in early detection of pregnancy risks Asri Noviyanti1*, Jasmi1, Wita Asmalinda1&#xD;
1 Departement of Midwifery Poltekkes Kemenkes Palembang Jalan Jenderal Sudirman KM 3,5 Nomor 1365 Samping Masjid Ash-Shofa Komplek RS Moh. Hoesin Palembang *Corresponding author : asri@poltekkespalembang.ac.id&#xD;
ABSTRAK Latar belakang: Buku kesehatan ibu dan anak (KIA) merupakan salah satu media pencatatan dan pelaporan kesehatan yang berisi informasi kesehatan ibu (hamil, bersalin dan nifas) dan kesehatan anak (pemantauan tumbuh kembang, imunisasi dan catatan kesehatan anak) serta berbagai informasi cara memelihara dan merawat kesehatan ibu dan anak. Dan kader kesehatan merupakan salah satu pemberi pelayanan kesehatan yang memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kader memiliki peran dalam promotif dan monitoring kesehatan ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan di fasilitas kesehatan. Khususnya di masa pandemic covid 19, diperlukan kesiapan fisik, mental dan sosial ibu hamil dalam menjalani masa kehamilan dan persalinannya. Sehingga pengetahuan dan keterampilan kader sangat dituntut untuk mampu memberikan pelayanan kesehatan tersebu, khususnya deteksi dini risiko kehamilan. Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan buku KIA terhadap keterampilan kader pada upaya deteksi dini risiko kehamilan. Metode : penelitian ini adalah penelitian observasional quasy eksperimental dengan metode two group pretest post test only design dengan jumlah sampel 60 kader. Adapun intervensi yang diberikan adalah pelatihan buku KIA dengan metode tatap muka pada kelompok intervensi I dan pelatihan buku kia dengan metode tatap muka serta pemberian video edukasi pada kelompok intervensi II. Penelitian dilakukan di wilayah kerja puskesmas Pembina dan Pakjo Kota Palembang. Analisis data menggunakan uji mc nmar dan uji chi square. Hasil : penelitian diperoleh bahwa terdapat perbedaan keterampilan kader dalam melakukan deteksi dini risiko kehamilan pada kedua kelompok intervensi I (p=0,012) dan kelompok intervensi II (p=0,000) dan terdapat pengaruh pelatihan buku KIA terhadap keterampilan kader pada upaya deteksi dini risiko kehamilan (p=0,002 ; OR = .16,789). Kesimpulan : dari penelitian ini adalah pelatihan buku KIA dengan metode tatap muka yang dikombinasikan dengan pemberian edukasi deteksi dini risiko kehamilan mampu meningkatkan keterampilan kader lebih baik dibanding dengan pemberian pelatihan buku KIA dengan metode tatap muka saja.</description>
      <pubDate>Fri, 01 Apr 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/2606</guid>
      <dc:date>2022-04-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Validation of risk perception questionnaire for covid-19: Indonesian version for critical care nurses</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/2605</link>
      <description>Title: Validation of risk perception questionnaire for covid-19: Indonesian version for critical care nurses
Authors: Ardiasnyah, Diki
Abstract: Validation of risk perception questionnaire for covid-19: Indonesian version for critical care nurses Diki Ardiasnyah1*, Diah Tika Anggraeni2&#xD;
1Department of Emergency and Disaster Nursing and Critical Nursing, Faculty of Health Sciences and Technology, Jenderal Achmad Yani Cimahi University Jalan Terusan Jend. Sudirman, Baros, Kec. Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat 2 Departement of Nursing, Faculty of Health Sciences, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Jalan Rs. Fatmawati, Pondok Labu Kota Jakarta Selatan Corresponding author: ardiansyahdiki.dikigmail.com&#xD;
ABSTRAK Latar belakang: Tingginya kebutuhan perawatan intensive pada pasien CVID-19 seringkali berdampak terhadap workload yang besar, kelelahan jangka panjang dan paparan infeksi. Persepsi memegang peranan penting dalam keinginan merubah perilaku termasuk terhadap dampak yang ditimbulkan. Akan tetapi, sampai saat ini, belum ada instrumen pengkajian  valid dan reliabel untuk mengukur persepsi risiko terhadap Covid-19. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji validitas dan reliabilitas kuesioner persepsi risiko perawat dalam perawatan pasien Covid-19 di Ruang Intensif Care sesuai dengan situasi di Indonesia.    Metode Penelitian ini dilakukan pada perawat yang merawat pasien CVID-19 di ruang IC. Desain penelitian dilakukan secara cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, dengan jumlah respoden sebanyak 35. Peneliti melakukan analisis melalui lima tahapan, yaitu translasi dan adaptasi lintas budaya terhadap instrument sehingga didapat kuesioner Persepsi Risiko versi Bahasa Indonesia. Setelah itu, dilakukan uji coba kembali terhadap 15 perawat yang bekerja di ruang CVID-19. ji statistic yang digunakan untuk melakukan uji validitas dan reliabilitas menggunakan Cronbach’s alpha dan analisis reliabilitas.    Hasil: Hasil uji validitas dengan Cronbach’s alpha sebesar 0,379  0,766 dengan uji reliabilitas menggunakan reliabilitas analisis sebesar 0,943. Nilai r tabel adalah 0,3338. Terdapat 5 item dari kuesioner persepsi risiko yang tidak valid setelah dilakukan uji validitas konstruk. Peneliti kemudian mengeluarkan 5 item yang tidak valid. Sehingga terdapat 42 dari 47 item kuesioner yang relevan dengan kondisi perawat yang merawat pasien CVID-19 di ruang IC di Indonesia. Kesimpulan : Kuesioner persepsi risiko ini valid dan reliabel, sehingga kueioner persepsi risiko ini dapat digunakan di Indonesia untuk mengevaluasi persepsi risiko perawat dalam perawatan pasien CVID-19 di Ruang IC. Peneliti merekomendasikan pemberi layanan Kesehatan untuk mengevaluasi persepsi risiko perawat menggunakan kuesioner ini.</description>
      <pubDate>Fri, 01 Apr 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/2605</guid>
      <dc:date>2022-04-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Relationship characteristic of midwife in pregnancy services and patient satisfaction In Public Health Center, Soreang, Bandung</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/2604</link>
      <description>Title: Relationship characteristic of midwife in pregnancy services and patient satisfaction In Public Health Center, Soreang, Bandung
Authors: Faozi, Fitriani; Balkis
Abstract: Relationship characteristic of midwife in pregnancy services and patient satisfaction In Public Health Center, Soreang, Bandung Balkis Fitriani Faozi1*, Merry Wijaya2, Hadyana Sukandar2&#xD;
1Faculty of Health Science, Universitas Sebelas April, Lingkungan Cipadung No.54, Sumedang, 2Departement Public Health, Universitas Padjajaran, Jalan Raya Bandung Sumedang km 21 *Corresponding author : balkis.260112@gmail.com&#xD;
ABSTRAK Latar Belakang: Pelayanan Kehamilan/Antenatal Care (ANC) sebagai faktor utama dalam menentukan outcome persalinan termasuk deteksi dini faktor risiko dan juga menentukan awal pengobatan ibu hamil yang mengalami komplikasi selama hamil. Kualitas pelayanan kehamilan yang bermutu bergantung pada karakteristik tenaga kesehatan yang memberikan  pelayanan, karakteristik terdiri dari usia, kualifikasi pendidikan, pelatihan dan lama kerja. Tujuan:Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara karakteristik bidan dalam pelayanan kehamilan dengan kepuasan pasien. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik cross sectional yaitu pengukuran variabel bebas dan terikat dengan waktu bersamaan. Sampel dalam  penelitian ini adalah seluruh bidan yang bekerja di Puskesmas Kecamatan Soreang yaitu 18 bidan. Bidan yang diteliti melakukan pemeriksaan pasien masing-masing berjumlah 8 orang untuk setiap pemeriksaan kehamilan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner kepuasan pasien oleh ibu hamil dan observasi pelayanan kehamilan oleh tenaga terlatih dengan lembar checklist pelayanan kehamilan. Selanjutnya data dianalisis dengan uji chi square dan analisis multivariabel regresi logistik berganda. Hasil: Hasil penelitian terdapat hubungan karakteristik bidan terhadap pelayanan kehamilan yaitu indikator pelatihan secara bivariabel signifikan mempengaruhi pelayanan kehamilan secara keseluruhan dengan uji p 0.007. Waktu tunggu memiliki korelasi negatif terhadap pemeriksaan fisik, laboratorium, konseling dan keseluruhan pemeriksaan kehamilan dengan nilai p 0.002. Analisis multivariabel menunjukkan hasil menunjukkan bahwa faktor karakteristik bidan yang paling mempengaruhi pelayanan kehamilan adalah usia dengan nilai p 0.040 [POR 1.83(1.028-3.259)], pelatihan dengan nilai p 0.019 [POR 2.6(1.168-5.741)]. Tidak ada hubungan pelayanan kehamilan dengan kepuasan pasien dengan nilai p 0.796. Kesimpulan: Dalam pelayanan kehamilan faktor yang paling mempengaruhi adalah usia dan pelatihan yang dilakukan oleh bidan. Terdapat juga korelasi negatif waktu tunggu dengan pemeriksaan fisik dan laboratorium yaitu semakin lama waktu tunggu semakin berkurang pula pelayanan pemeriksaan fisik yang diberikan bidan terhadap pasien. Tidak ada hubungan pelayanan kehamilan dengan kepuasan pasien.</description>
      <pubDate>Fri, 01 Apr 2022 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/2604</guid>
      <dc:date>2022-04-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

