<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
  <channel>
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/12153</link>
    <description />
    <pubDate>Thu, 09 Apr 2026 07:04:09 GMT</pubDate>
    <dc:date>2026-04-09T07:04:09Z</dc:date>
    <item>
      <title>Evaluasi Kurikulum Pembelajaran Desain Interior ITENAS Tahun Ajaran 2017 Berdasarkan Kinerja Lulusan di Dunia Profesional (Studi Kasus: Lulusan Desain Interior ITENAS Angkatan 2016-2018)</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/12178</link>
      <description>Title: Evaluasi Kurikulum Pembelajaran Desain Interior ITENAS Tahun Ajaran 2017 Berdasarkan Kinerja Lulusan di Dunia Profesional (Studi Kasus: Lulusan Desain Interior ITENAS Angkatan 2016-2018)
Authors: Nur Ashri, Putri; Wibisono, Andriyanto
Abstract: Pendidikan desain interior memiliki peranan penting dalam&#xD;
menciptakan lulusan berkompeten terutama dalam lingkup desain&#xD;
interior secara profesional yang dapat menjawab permasalahan&#xD;
kebutuhan masyarakat melalui ide-ide desain yang berkualitas.&#xD;
Penting bagi lembaga Pendidikan untuk memastikan apakah&#xD;
kurikulum pembelajaran yang diterapkan dapat menghasilkan&#xD;
lulusan berkompeten sesuai dengan capaian pembelajaran. Desain&#xD;
Interior ITENAS sebagai salah satu institusi pendidikan desain&#xD;
interior terbaik di kota Bandung berperan besar dalam menciptakan&#xD;
lulusan yang mampu berperan aktif dalam pengabdian kepada&#xD;
masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan&#xD;
lingkungan ruang hunian. Penelitian dengan metode eksplanasi&#xD;
berurutan ini mengevaluasi kurikulum pembelajaran Desain&#xD;
Interior ITENAS melalui evaluasi kinerja lulusan dalam keprofesian&#xD;
Desain Interior berdasarkan komponen kurikulum pendidikan yang&#xD;
diterapkan semasa studi dengan pendekatan deskriptif komparatif.&#xD;
Secara keseluruhan kurikulum pembelajaran desain interior&#xD;
ITENAS tahun ajaran 2017 pada objek studi kasus belum memenuhi&#xD;
predikat ‘sangat baik' atau sangat efektif. Hasil penelitian&#xD;
mengungkapkan bahwa [1] lulusan DI ITENAS angkatan 2016-2018&#xD;
memiliki penilaian yang paling baik dari segi sikap (89%) dan dapat&#xD;
ditingkatkan lagi dari aspek pendirian dan kemandirian, [2]&#xD;
Pengetahuan lulusan dinilai sudah cukup baik (66%) namun&#xD;
keterbatasannya sangat terlihat dari aspek permasalahan teknis dan&#xD;
penanganan bahan dan material. [3] Kurangnya pengalaman atas&#xD;
permasalahan nyata serta masa kerja yang belum begitu lama&#xD;
menjadikan lulusan masih membutuhkan arahan secara berkala, berdampak pada skor Keterampilan Umum dan Keterampilan&#xD;
Khusus berada pada posisi paling rendah (55% dan 53%).</description>
      <pubDate>Mon, 01 Jan 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/12178</guid>
      <dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Peran Pencahayaan Buatan Spa dalam Komparasi Variabel Relaksasi dan Variabel Kondisi Pencahayaan Buatan pada Spa</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/12176</link>
      <description>Title: Peran Pencahayaan Buatan Spa dalam Komparasi Variabel Relaksasi dan Variabel Kondisi Pencahayaan Buatan pada Spa
Authors: Samrati Qalbi, Aninda; Wibisono, Andriyanto
Abstract: Kelelahan bekerja dapat berdampak buruk pada kondisi spikologis&#xD;
dan dapat berdampak stres bagi kehidupan, dengan durasi waktu&#xD;
istirahat yang minim manusia membutuhkan waktu istirahat yang&#xD;
cukup secara fisik dan mental. Spa menjadi salah satu jalan pintas&#xD;
untuk mendapatkan kembali kebugaran secara fisik maupun&#xD;
mental. Spa adalah kegiatan perawatan tubuh melalui pijitan untuk&#xD;
melancarkan peredaran darah untuk mendapatkan relaksasi hingga&#xD;
dapat melepas rasa stres. Dalam menciptakan sebuah ruang yang&#xD;
nyaman, banyak unsur yang perlu diperhatikan. Seperti lima indera&#xD;
manusia. Pada hakikatnya lima indera manusia saling bekerjasama&#xD;
dan memberikan pengalaman terhadap ruang. Indera penglihatan&#xD;
merupakan indera yang sangat penting dalam pengalaman ruang.&#xD;
Maka dari itu pencahayaan buatan merupakan elemen interior yang&#xD;
perlu diperhatikan. Karena pencahayaan buatan memiliki peranan&#xD;
yang sangat penting pada mood seseorang sehingga dapat&#xD;
membantu proses relaksasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk&#xD;
membuktikan bahwa pencahayaan buatan memiliki peran dalam&#xD;
proses relaksasi. Objek penelitian berada di Sendja Reflexology &amp;&#xD;
Wellness di Kota Bandung dengan fokus pada ruang VIP. Metode&#xD;
penelitian kualitatif komparasi, pengumpulan data dilakukan&#xD;
dengan membandingkan variabel teori pencahayaan buatan dalam&#xD;
proses relaksi dan keadaan ruang perawatan VIP Sendja&#xD;
Reflexology &amp; Wellness. Data penelitian di dapat dengan kuesioner&#xD;
kepada 30 pelanggan Sendja Reflexology &amp; Wellness. 94%&#xD;
responden menyatakan bahwa pencahayaan buatan memiliki peran&#xD;
dalam proses relaksasi pada Sendja Reflexology &amp; Wellness.</description>
      <pubDate>Mon, 01 Jan 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/12176</guid>
      <dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Reposisi Sketsa Dalam Pendidikan Desain Komunikasi Visual</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/12174</link>
      <description>Title: Reposisi Sketsa Dalam Pendidikan Desain Komunikasi Visual
Authors: Tri Rahadian, Bambang; Park, Johanes
Abstract: Sketsa adalah teknik yang dilakukan sebagai fase awal pembuatan&#xD;
sebuah karya seni rupa dan desain. Sebagai kegiatan yang&#xD;
dilakukan di awal penciptaan karya, sketsa kerap dilewatkan begitu&#xD;
saja dan dianggap tidak perlu disimpan bahkan dikuasai dengan&#xD;
benar. Hal tersebut karena terdapat anggapan bahwa tujuan utama&#xD;
pembuatan karya seni rupa dan desain adalah hasil akhir saja..&#xD;
Penelitian ini menemukan kembali posisi dan peran penting dari&#xD;
proses menggambar sketsa dalam pendidikan di Program Studi&#xD;
Desain Komunikasi Visual (DKV). Metode penelitian yang&#xD;
digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dalam lingkup&#xD;
fenomenologi hermeneutik. Dengan menguraikan sebuah keadaan&#xD;
atau fenomena alamiah ataupun buatan manusia. Untuk&#xD;
memberikan deskripsi dalam penelitian, dilaksanakan pengkajian&#xD;
pustaka, dokumentasi kegiatan, wawancara, dan observasi kepada&#xD;
para penggiat sketsa di komunitas Urban Sketcher di Jakarta.&#xD;
Melalui penelitian ini dapat diuraikan bahwa Manifesto Urban&#xD;
Sketcher dapat diterapkan dalam materi gambar sketsa dalam&#xD;
lingkup pembelajaran akademis. Manfaat Manifesto Urban Sketcher&#xD;
kepada mahasiswa adalah kemampuan untuk menangkap suasana&#xD;
yang dinamis dengan penentuan sudut pandang, mengamati gestur&#xD;
organik makhluk hidup, melatih kemampuan menggambar secara&#xD;
spontan, efektif juga efisien dan terbiasa untuk menuliskan&#xD;
keterangan dalam gambar serta bercerita melalui gambar. Hasil dari&#xD;
penerapan Manifesto Urban Sketcher di dalam materi kuliah bagi&#xD;
mahasiswa adalah kuat di dalam garis, paham mengenai komposisi,&#xD;
pemahaman untuk menangkap kesan bukan realita dan koordinasi&#xD;
yang baik antara pikiran dan tangan. Pada penelitian ini, sketsa&#xD;
ditempatkan kembali sebagai proses yang tidak boleh diabaikan&#xD;
dalam pekerjaan menggambar ilustrasi atau merancang visual.&#xD;
Dalam gambar sketsa juga dapat dilihat manfaat dalam bentuk&#xD;
berbagai interaksi yang dirasakan seperti interaksi sesama&#xD;
mahasiswa, interaksi dengan penduduk lokal, interaksi dengan&#xD;
suasana lokasi dan interaksi dengan objek yang diamati. Hasil dari&#xD;
penelitian ini diharapkan dapat membuka wacana bagi&#xD;
pengembangan pendidikan DKV yang responsif pada&#xD;
perkembangan zaman.</description>
      <pubDate>Mon, 01 Jan 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/12174</guid>
      <dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
    <item>
      <title>Redesain Penampilan Visual Dan Promosi Majalah Sunda Manglé</title>
      <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/12173</link>
      <description>Title: Redesain Penampilan Visual Dan Promosi Majalah Sunda Manglé
Authors: Rumanto Harnandy, Stefani; Heryadi, Heddy; Himawan Mulyadi, Riki
Abstract: Bahasa Sunda merupakan salah satu bahasa tertua di Indonesia, dan&#xD;
merupakan salah satu bahasa daerah yang sering digunakan oleh&#xD;
masyarakat di wilayah Provinsi Jawa Barat. Namun, sayangnya&#xD;
budaya dan Bahasa Sunda mulai luntur seiring perkembangan&#xD;
zaman, terutama di kalangan generasi muda milenial. Untuk&#xD;
melestarikan budaya dan Bahasa Sunda berbagai media digunakan,&#xD;
salah satunya adalah Majalah Manglé yang merupakan satusatunya&#xD;
majalah berbahasa Sunda yang memiliki misi untuk&#xD;
melestarikan Bahasa Sunda dan masih bertahan hingga saat ini.&#xD;
Namun kurangnya minat generasi milenial untuk membaca,&#xD;
mempelajari, dan melestarikan majalah ini karena tampilan desain&#xD;
majalah ini kurang menarik, kurangnya promosi, dan media&#xD;
pendukung. Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023, Ridwan&#xD;
Kamil, mendorong Majalah Manglé untuk dapat beradaptasi dalam&#xD;
bentuk digital untuk menarik minat baca, mendongkrak budaya&#xD;
literasi dan ikut melestarikan budaya dan Bahasa Sunda pada&#xD;
generasi milenial. Agar tujuan ini tercapai maka diperlukan&#xD;
redesain dan repositioning yang mencakup redesain pada tampilan&#xD;
cover dan isi rubrik majalah, perubahan target market untuk generasi&#xD;
milenial, strategi promosi yang menggunakan teori AISAS dan&#xD;
media pendukung berupa mobile application. Metodologi dan konsep&#xD;
kreatif yang digunakan dalam perancangan ini diambil dari visi dan&#xD;
misi Majalah Manglé, hasil kuesioner, dan positioning baru yang&#xD;
menghasilkan konsep “Menjadi Kebanggaan Sunda.” Teknik yang&#xD;
digunakan adalah teknik fotografi dan vektor dengan warna yang&#xD;
digunakan adalah warna Jawa Barat (merah, hijau, biru, coklat)&#xD;
yang hangat dan cerah</description>
      <pubDate>Mon, 01 Jan 2024 00:00:00 GMT</pubDate>
      <guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/12173</guid>
      <dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
    </item>
  </channel>
</rss>

