<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/90">
    <title>DSpace Community:</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/90</link>
    <description />
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14378" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14376" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14375" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14374" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-11-01T14:26:34Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14378">
    <title>Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Pasien dalam Meminum Obat Anti Hipertensi pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Padangmatinggi</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14378</link>
    <description>Title: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Pasien dalam Meminum Obat Anti Hipertensi pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Padangmatinggi
Authors: SIMBOLON, ARIF BUDIMAN
Abstract: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih banyak ditemukan di masyarakat dan dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Berdasarkan data dari WHO, jumlah penderita hipertensi di dunia mencapai lebih dari 1,28 miliar orang dewasa. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya pengendalian, salah satunya melalui kepatuhan dalam mengonsumsi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan pasien dalam meminum obat antihipertensi di wilayah kerja Puskesmas Padangmatinggi. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 97 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien dalam meminum obat. Selain itu, hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan dan dukungan keluarga berpengaruh secara signifikan, dengan dukungan keluarga sebagai faktor yang paling dominan. Dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga memiliki peran penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien. Oleh karena itu, diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi yang lebih optimal serta melibatkan keluarga dalam mendukung proses pengobatan pasien hipertensi.</description>
    <dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14376">
    <title>Evaluasi Penggunaan Obat Anti Hipertensi Primer pada Pasien di Puskesmas Marancar Udik Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2025</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14376</link>
    <description>Title: Evaluasi Penggunaan Obat Anti Hipertensi Primer pada Pasien di Puskesmas Marancar Udik Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2025
Authors: ARDIANSYAH, IMAM
Abstract: Hipertensi merupakan masalah kesehatan publik utama di seluruh dunia dan menjadi faktor risiko penyakit kardiovaskular yang paling umum, namun belum terkontrol dengan optimal secara global. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat anti hipertensi primer pada pasien di Puskesmas Marancar Udik Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan data retrospektif dengan menggunakan buku rekam medik dan resep terapi pasien hipertensi di puskesmas Marancar udik kabupaten tapanuli selatan. Sampel pasien hipertensi di puskesmas Marancar udik kabupaten tapanuli selatan adalah 71 pasien. Hasil penelitian didapatkan karakteristik pasien hipertensi di puskesmas Marancar udik kabupaten tapanuli selatan tahun 2025 yaitu berdasarkan jenis kelamin yang tertinggi yaitu perempuan 46 orang (64,8%) berdasarkan usia yang tertinggi yaitu dari umur 51 -70 tahun 46 orang (64,8%) berdasarkan pendidikan yaitu sd sebanyak 26 orang (36,6%) berdasarkan pekerjaan petani 44 orang (62,0%). Ketepatan penggunaan obat hipertensi di puskesmas Marancar udik kabupaten tapanuli selatan tahun 2025 didapatkan hasil berdasarkan data rekam medik yaitu tepat diagnosis 71 orang (100%), tepat obat 71 (100%), tepat indikasi 71 orang (100%) dan tepat dosis (100%). Kesimpulan Evaluasi penggunaan obat anti hipertensi primer di puskesmas Marancar udik menunjukkan bahwa semua pasien memiliki kepatuhan 100%terhadap pengobatan, yang berkontribusi pada pengendalian tekanan darah yang efektif. Saran, pertahanan edukasi, tetap lakukan pemantauan rutin untuk mengawasi kondisi pasien, dan fasilitas dukungan dari keluarga dan komunitas untuk menjaga motivasi pasien.</description>
    <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14375">
    <title>Formulasi Pembuatan Emulgel dari Ekstrak Buah Labu Kuning (Cucurbita moschata Duchesne) sebagai Pelembab Wajah</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14375</link>
    <description>Title: Formulasi Pembuatan Emulgel dari Ekstrak Buah Labu Kuning (Cucurbita moschata Duchesne) sebagai Pelembab Wajah
Authors: ARISTIN, ALGA HENI
Abstract: Kulit wajah rentan mengalami kerusakan akibat paparan radikal bebas, polusi, dan sinar matahari sehingga mudah kering dan menua. Salah satu alternatif perawatan kulit adalah penggunaan pelembab berbahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas emulgel ekstrak buah labu kuning (Cucurbitha moschata duchesne) sebagai pelembab wajah serta mutu fisik sediaan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian diformulasikan menjadi emulgel dengan konsentrasi ekstrak 7,5%, 9%, dan 10,5%, serta satu formula blanko sebagai kontrol. Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, iritasi, dan hedonik. Alat yang digunakan untuk mengukur kelembaban kulit adalah Skin Analyzer dengan melihat persentase kelembaban sebelum dan sesudah penggunaan. Hasil uji menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik dan tidak menimbulkan iritasi. Persentase kelembaban kulit setelah 28 hari pemakaian adalah 41,20% pada konsentrasi 7,5%, 46,85% pada konsentrasi 9%, dan 52,60% pada konsentrasi 10,5%. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak, semakin baik kemampuan meningkatkan kelembaban kulit. Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar formula. Kesimpulan penelitian ini adalah emulgel ekstrak buah labu kuning memiliki efektivitas sebagai pelembab wajah, dengan formula terbaik pada konsentrasi 10,5%. Hasil evaluasi menunjukkan: uji organoleptik menghasilkan sediaan berwarna kuning hingga coklat dengan aroma khas labu; uji homogenitas menunjukkan semua formula homogen; pH berkisar 5–6 sesuai standar kulit wajah; daya sebar 5–7 cm yang memenuhi kriteria; daya lekat &gt;1 detik menandakan konsistensi baik; viskositas stabil; uji iritasi tidak menunjukkan reaksi pada kulit sukarelawan; uji hedonik menunjukkan F3 paling disukai karena tekstur lembut dan mudah meresap; uji skin analyzer menunjukkan F3 (10,5%) paling efektif meningkatkan kelembaban kulit. Kesimpulannya, emulgel ekstrak labu kuning dapat diformulasikan sebagai pelembab wajah alami yang aman dan efektif.</description>
    <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14374">
    <title>Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllofolius Roxb.ex Lindl) dan Daun Mangga (Mangifera indica L.) Terhadap Kadar Asam Urat pada Mencit Putih Jantan</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14374</link>
    <description>Title: Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllofolius Roxb.ex Lindl) dan Daun Mangga (Mangifera indica L.) Terhadap Kadar Asam Urat pada Mencit Putih Jantan
Authors: ANSYAH, RIDO
Abstract: Daun pandan dan daun mangga telah diteliti mempunyai aktivitas antihiperurisemia. Ditinjau dari khasiat tersebut maka kedua tanaman dapat dikombinasi untuk terapi antihiperurisemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antihiperurisemia dari kombinasi ekstrak daun pandan dan daun mangga dalam menurunkan kadar asam urat pada mencit putih jantan hiperurisemia. Penelitian ini menggunakan 15 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok, Kelompok 1: kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kelompok 2: kontrol positif (Allopurinol), kelompok 3: kombinasi EDP : EDM (75% : 25%), kelompok 4: kombinasi EDP : EDM (50% : 50%), dan kelompok 5: kombinasi EDP : EDM (25% : 75%). Hewan uji pada semua kelompok diinduksi dengan kalium oksonat selama 18 hari. Pemberian sediaan uji dimulai pada hari ke-10 sampai ke-18, semua kelompok diberi sediaan uji kecuali kontrol negatif. Pengukuran kadar asam urat dilakukan pada hari ke-0 (T0), hari ke-9 (T1), hari ke-14 (T2), hari ke-16 (T3), dan hari ke-18 (T4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi EDP : EDM 75% : 25%; 50% : 50%; dan 25% : 75% dalam penurunan kadar asam urat sebesar -26,92%, -41,18%, dan -2,4%. Hasil analisis data penurunan kadar asam urat menggunakan uji ANOVA diperoleh nilai signifikan sebesar 0,00 &lt; 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada perlakuan semua kelompok kombinasi ekstrak. Berdasarkan hasil tersebut dapat ditentukan bahwa pemberian kombinasi ekstrak daun pandan dan daun mangga mempunyai efektivitas sebagai antihiperurisemia. Dosis yang paling mendekati kontrol positif terdapat pada kelompok 4 kombinasi EDP : EDM (50% : 50%).</description>
    <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

