<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/7019">
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/7019</link>
    <description />
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/7051" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/7050" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/7047" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/7046" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-04-13T02:15:54Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/7051">
    <title>Pengaruh Pemberian Informasi Obat terhadap   Kepuasan Pasien Serta Faktor Pengganggu di Padang sambian, Bali</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/7051</link>
    <description>Title: Pengaruh Pemberian Informasi Obat terhadap   Kepuasan Pasien Serta Faktor Pengganggu di Padang sambian, Bali
Authors: Ayu  Bintang  Sutrisnawati, Ni  Komang; Dewi  Agustini, Ni  Putu; Yudianti  Mendra, Ni  Nyoman; Udayana Antari, Ni  Putu
Abstract: ABSTRAKPemberian   informasi   saat   penyerahan   obat merupakan   layanan   kefarmasian   yang   wajib dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Pelayanan terbaik membuat pasien puas dan loyal terhadap apotek.  Kepuasan  pasiendipengaruhi  oleh  banyak  hal  akibat  beragamnya  persepsi  pasien  mengenai kualitas  layanan  apotek. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menganalisis  hubungan  antara  pemberian informasi obat dan kepuasan pasien, serta variabel pengganggunya.Penelitian cross sectionaldilakukan dengan  menyebarkan  kuesioner  berskala Likertbeserta checklist jenis  informasi  obat  yang  diberikan tenaga kefarmasian di Apotek Indobat Padangsambian. Kuesioner dikembangkan dari studi literatur dan telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Sebanyak 118 responden yang memenuhi kriteria diambil dengan teknik convenience sampling. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji chi squaredan regresi logistic. Uji chi  squaremenunjukkan  jenis  informasi  obat  yang  disampaikan  tenaga  kefarmasian  tidak berhubungan dengan kepuasan pasien di Apotek Indobat Padangsambian (p-value0,580, CI 95%).Semua variabel  yang diduga  variabel  pengganggutidak  berpengaruh  secara independentterhadap  variabel terikat, namundiketahui variabel pekerjaan (tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan) dan kedekatanpasien dengan tenaga kefarmasian berinteraksi dan mempengaruhi kepuasan pasien. Tenaga kefarmasian hendaknya memberikan informasi obat sesuai peraturan. Untuk membuat pasien puas dan loyal terhadap apotektenaga kefarmasian harus memperhatikan latar pekerjaan pasien serta hubungan personal dengan pasien saat memberikan informasi obat.Kata kunci: kedekatan; loyalitas; variabel pengganggu</description>
    <dc:date>2023-12-14T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/7050">
    <title>Analisis Strategi Persaingan PT Kalbe Farma Tbk</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/7050</link>
    <description>Title: Analisis Strategi Persaingan PT Kalbe Farma Tbk
Authors: Aryanti, Jessica; Kaltum, Umi
Abstract: ABSTRAKAnalisis  strategi  persaingan  dapat  menjadi  landasan  dalam  menanggapikondisi  eksternal  dan meningkatkan   kapabilitas   internal   perusahaan   demi   menghasilkan   suatu   keunggulan   kompetitif. Penelitian  ini  bertujuan  untuk menentukan  posisi  perusahaan  dalam  suatu  industri  sebagai  dasar pemilihan alternatif strategi agar perusahaan dapat memantapkan daya saing dan mengatasi kelemahan dalam  menghadapi  kompetitornya.Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  berupa  studi  kasus dengan  pendekatan kualitatif  yang  dijabarkan  secara  deskriptif  berdasarkan  sumber  data  sekunder. Analisis yang dilakukan meliputi: The Input Stagedengan Competitive ProfileMatrix; The Matching Stagemenggunakan Matriks BostonConsulting Group (BCG) dan Matriks Grand Strategy dengan dasar analisis persaingan  sesuai Porter’s Five (Plus One) Forces; The  Decision  Stagedengan Quantitative  StrategicPlanningMatrix (QSPM).Justifikasi  penilaian  dilakukan  berdasarkan Forum  Group  Discussiondengan beberapa  ahli  menggunakan Delphi  Method. Hasilanalisismenunjukkanadanyaperubahankondisipersaingansehinggaperusahaan PT Kalbe Farma Tbk dengan posisi persaingan yang kuat sebagai market leaderperlumelakukanpenyesuaianstrategi. Sebagai kesimpulan, hasil perumusan alternatif strategi melalui Matriks BCG, Grand Strategydan pemilihan strategi menggunakan QSPM menunjukkan prioritas strategi untuk PT Kalbe Farma Tbk secara berurutan dari yang paling direkomendasikan adalah Market Penetration, Market Developmentdan Product Development.Katakunci:AnalisisStrategi Persaingan; BCG Matrix; Grand Strategy; QSPM</description>
    <dc:date>2023-12-12T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/7047">
    <title>CostUtility Analysis Vildagliptin dan Glimepiride dalam Mencegah   Komplikasi Mikrovaskuler  menggunakan Model Markov</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/7047</link>
    <description>Title: CostUtility Analysis Vildagliptin dan Glimepiride dalam Mencegah   Komplikasi Mikrovaskuler  menggunakan Model Markov
Authors: Julia Purnamasari, Tri; Ilone, Stella; Setiawan, Didik
Abstract: ABSTRAKKomplikasi  mikrovaskuler  dapat  terjadi  karena  diabetes  melitus  (DM)  tipe  2.  Biaya  terapi meningkat karena penggunaan berbagai obat antidiabetes dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini merupakan  studi  farmakoekonomi  yang  menggunakan  Model  Markov  untuk membandingkan  biaya (langsung medis dan non medis;tidak langsung) dan utilitas pada pasien DM tipe 2 yang menerima terapi metformin+glimepiride    dan metformin+vildagliptin    menurut perspective    societal.    Data    primer dikumpulkan  melalui  kuisoner  EQ5D  di Rumah  Sakit  Pelabuhan  Cirebondan  data  sekunder (transisi probabilitas) dikumpulkan  melalui  studi  literatur.  Karakteristik  pasien  DM  tipe  2  menunjukkan  bahwa mayoritas orang yang menderita kondisi ini berusia antara 55 dan 59 tahun. Data primer dari rumah sakit menunjukkan  biaya  terapi  untuk  pasien  DM  tipe  2  yang  terkontrol  yang  menerima  kombinasi  terapi metformin  + glimepirid, metformin  + vildagliptin masing-masing sebesar Rp. 1.699.400, Rp. 5.807.786, dan Rp. 10.100.426, masing-masing. Data sekunder dari artikel yang mengobati DM tipe 2 menunjukkan bahwa  kelompok  usia 55-59  tahun  merupakan  kelompok  usia terbesar.  Menghitung    ICER    dengan membandingkan    selisih    biaya    dengan    utilitas    penggunaan    metformin    +vildagliptin    dengan metformin+glimepiride  didapatkan  sebesar  61.493.943/QALYS,  pencegahan  mikrovaskuler  pada  pasien DMT2  yang  menerima  kombinasi  metformin+vildagliptin  di  Indonesia  dianggap  efektif  dan  mampu mengurangi jumlah kasus mikrovaskuler. Ini didasarkan pada nilai ICERyangdibandingkan dengan PDB Pemerintah Indonesiayaitu Rp. 71.030.183,3. Penelitianini menunjukkan bahwa penggantian glimepiride dengan vildagliptin  untuk  pencegahan  komplikasi  mikrovaskular  dinilai cost, memiliki  utilitas  dan efektivitas   yang   lebih   baik   dalam   menurunkan   kejadian   komplikasi   mikrovaskular. Penggunaan vildagliptin dapat direkomendasikanuntukmenurunkanbiaya dan resiko komplikasi mikrovaskuler. Kata Kunci:Vildagliptin; ICER; Markov Model; Utilitas</description>
    <dc:date>2023-12-12T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/7046">
    <title>Dampak Intervensi Edukasi dan Aplikasi Pengingat Minum Obat terhadap  Pengetahuan  dan  Kepatuhan  Pasien  Tuberkulosis Paru di Puskesmas di Kota Bandung</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/7046</link>
    <description>Title: Dampak Intervensi Edukasi dan Aplikasi Pengingat Minum Obat terhadap  Pengetahuan  dan  Kepatuhan  Pasien  Tuberkulosis Paru di Puskesmas di Kota Bandung
Authors: Bahana Maulida Reyaan, Irianti; Faustincia, Ivena; Zazuli, Zulfan
Abstract: ABSTRAKTingkat kepatuhan pasien tuberkulosis (TB) pada terapi yang sedang dijalankan dan pengetahuan tentang  TB  berpengaruh  terhadap  kesembuhan  dan  keberhasilan  terapi.  Meskipun  telah  menerapkan berbagai strategi, prevalensi TB di Indonesia masih tinggi dan tingkat keberhasilan pengobatannya masih berada di bawah angka global sehingga dapat mengakibatkan meningkatnya transmisi TB di komunitas. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menentukan  peningkatan  pengetahuan  serta  kepatuhan  pasien  TB  paru setelah intervensi berupa edukasi dan penggunaan aplikasi pengingat minum obat di duapuskesmas di Kota Bandung. Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang 29 subjek hasil perekrutannya dirandomisasi  menjadi  dua  kelompok,  yaitu  kelompok  yang  menerima  penambahan  edukasi  dan pengenalan aplikasi Jadwal Minum Obat serta kelompok yang hanya menerima konseling di puskesmas. Data primer yang dikumpulkan adalah nilai tes awal dan nilai tes akhir subjek yang pertanyaannya dari kuesioner KATUB-Q, penilaian kepatuhan pasien dengan metode self assessment menggunakan kuesionerMARS-5  dan  metode pill  count, serta  pengalaman  subjek  kelompok  intervensi  selama  menggunakan aplikasi Jadwal Minum Obat. Sebanyak 16 subjek berhasil menyelesaikan penelitian ini. Metode edukasi dan   aplikasi   pengingat   minum   obat   yang   digunakan   pada   penelitian   ini   belum   berhasil   dalam meningkatkan  pengetahuan  dan  kepatuhan  minum  obat  pasien  TB  paru  secara  signifikan  (p&gt;0,05). Namun,  persentase  obat  yang  sudah  dikonsumsi  terhadap  obat  yang  seharusnya  dikonsumsi  pada kelompok  intervensi  lebih  tinggi  dibandingkan  dengan  kelompok  kontrol  (87,4  ±  4,8  vs  78,8  ±  8,3  %). Subjek  menilai  aplikasi  tersebut  cukup  bermanfaat,  namun  masih  terdapat  beberapa  kekurangan. Dibutuhkan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar menggunakan aplikasi pengingat minum obat yang telah disempurnakan.Kata kunci: aplikasi mobile; kepatuhan; KATUB-Q; MARS-5; pengetahuan; tuberkulosis paru</description>
    <dc:date>2023-12-12T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

