<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6429">
    <title>DSpace Collection: 564 - 680</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6429</link>
    <description>564 - 680</description>
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6439" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6438" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6437" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6436" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-04-14T20:48:59Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6439">
    <title>Pengembangan modul perawatan balita dan deteksi dini stunting secara mandiri</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6439</link>
    <description>Title: Pengembangan modul perawatan balita dan deteksi dini stunting secara mandiri
Authors: Dewi, Vivianti; Handayani, Gusti Lestari; Abbasiah, Abbasiah; Ermiati, Ermiati; Putri, Triyana Harlia
Abstract: Pendahuluan: World Bank pada tahun 2006 juga menyatakan bahwa stunting yang merupakan malnutrisi kronis yang terjadi didalam rahim dan selama dua tahun pertama kehidupan anak dapat mengakibatkan rendahnya intelegensi dan turunnya kapasitas fisik yang pada akhirnya menyebabkan penurunan produktivitas, perlambatan pertumbuhan ekonomi, dan perpanjangan kemiskinan. Permasalahannya tidak semua ibu mempunyai pengetahuan yang cukup untuk dapat mendeteksi masalah-masalah kesehatan yang dialami anggota keluarganya, terutama sekali bagi ibu yang memiliki anak. Untuk itu diperlukan pedoman yang dapat membantu ibu dalam mendeteksi dini kejadian stunting berupa sebuah modul. Tujuan: Menghasilkan produk media edukasi berbentuk modul untuk mendeteksi dini kejadian stunting yang diperuntukkan bagi ibu dengan anak balita. Metode: Penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner pre-test dan post-test diberikannya modul tentang deteksi dini stunting. Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimen (Pre-test post-test design). 94 orang ibu yang mempunyai anak balita yang berdomisili diwilayah Provinsi Jambi yaitu Muarojambi, Kerinci dan Tanjung Jabung Timur dijadikan sampel dengan teknik purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Uji statistic yang digunakan yakni uji T-Dependent. Hasil: Hasil analisis rata-rata pengetahuan responden sebelum diberikan modul deteksi dini dan perawatan pada balita stunting adalah 16,26 pada deteksi dini stunting dan 17,54 pada cara perawatan balita stunting. Sedangkan rata-rata pengetahuan responden setelah diberikan pendidikan kesehatan adalah 21,22 pada deteksi dini balita stunting dan 22,49 pada cara perawatan pada balita stunting. Hasil uji statistic didapatkan p-value 0,000 terdapat perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah diberikan modul. Simpulan: Ada perbedaan pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan modul deteksi dini dan perawatan pada balita stunting.</description>
    <dc:date>2023-11-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6438">
    <title>Faktor–faktor yang berhubungan dengan manajemen laktasi pada ibu menyusui yang bekerja di luar rumah</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6438</link>
    <description>Title: Faktor–faktor yang berhubungan dengan manajemen laktasi pada ibu menyusui yang bekerja di luar rumah
Authors: Sari, Putri Puspita; Aryawati, Wayan; Febriani, Christin Angelina
Abstract: Pendahuluan: Cakupan ASI eksklusif di Provinsi Lampung yaitu sebesar 67,06 persen, prevalensi di Lampung Selatan 50,14 persen dan Puskesmas Tanjungsari Natar sebesar 41,09 persen. Manajemen laktasi adalah upaya yang dapat dilakukan ibu untuk mencapai keberhasilan dalam menyusui bayinya. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan manajemen laktasi ibu pekerja di Puskesmas Tanjung Sari Natar Lampung Selatan Tahun 2022. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptiif komparatif. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu pekerja yang memiliki anak 6-24 bulan dan bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Sari Natar Lampung Selatan sebanyak 108 ibu pekerja. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dianalisis dengan chi-square dan regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan ASI ekslusif (p value: 0,025 OR: 3,0), teknik menyusui (p value: 0,033 OR: 2,53), pengetahuan teknik memerah (p value: 0,020 OR: 2,57), dukungan suami (p value: 0,002 OR: 0,26), dukungan nakes (p value: 0,009 OR: 0,24) dan dukungan keluarga (p value: 0,001 OR: 0,22) dengan manajemen laktasi ibu pekerja. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan teknik menyimpan, menggunakan ASI perah (p value: 0,081 OR: 0,46) dan lingkungan umum (p value: 1,000 OR: 1,00) dengan manajemen laktasi ibu pekerja. Variabel yang paling dominan adalah teknik menyusui (p-value 0,003; B: 2.939). Simpulan: Faktor yang paling berpengaruh terhadap manajemen laktasi ibu pekerja adalah teknik menyusui. Saran: Disarankan untuk instansi kesehatan agar disediakannya pojok konsultasi dengan konselor yang kompeten dibidang teknik menyusui.</description>
    <dc:date>2023-11-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6437">
    <title>Pemantauan transkutan non invasif: Co2 pada bayi dengan terapi high frequency oscillatory ventilation (HFOV): A literature review</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6437</link>
    <description>Title: Pemantauan transkutan non invasif: Co2 pada bayi dengan terapi high frequency oscillatory ventilation (HFOV): A literature review
Authors: Dessirya, Endah
Abstract: Pendahuluan: High Frequency Oscillatory Ventilation (HFOV) merupakan alat bantu pernapasan yang efektif pada bayi untuk mengoptimalkan volume paru. Diperlukan pemantauan CO2 yang kontinu untuk menentukan diagnosis dan evaluasi terapeutik. Metode standar yang paling baik untuk pengukuran tekanan parsial karbondioksida (PCO2) adalah analisa gas darah arteri yang dilakukan secara invasif. Pemantauan non-invasif transcutaneous CO2 (TCPCO2) adalah metode non-invasif yang terdokumentasi dengan baik untuk melacak ventilasi pada bayi baru lahir. Tujuan: Memberikan gambaran dan gagasan dari hasil literature review tentang pemantauan non-invasif transcutaneous CO2 pada bayi dengan terapi High Frequency Oscillatory Ventilation (HFOV). Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review. Penelusuran artikel akademik melalui Online Database pencarian melalui Summons, Proquest dan Sciencedirect, PubMed dari tahun 2010-2023. Kemudian dilakukan penyaringan dengan PICO (Population, Intervention, Comparative, Outcome) didapatkan 10 artikel yang sesuai. Hasil: Berdasarkan beberapa studi menunjukkan bahwa pemantauan CO2 paling akurat adalah dengan analisa gas darah namun pemantauan non-invasif transcutaneous CO2 (tcPCO2) dapat menggambarkan trend CO2 tanpa penusukan berulang dan hasilnya menyerupai dengan analisa gas darah vena. Simpulan: Pemantauan non invasive tcPCO2 dapat diterapkan untuk pemantauan CO2 pada bayi yang menggunakan terapi High Frequency Oscillatory Ventilation (HFOV) agar CO2 dapat terpantau secara kontinu.</description>
    <dc:date>2023-11-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6436">
    <title>Efektivitas terapi musik dalam menurunkan nyeri pada pasien anak: A literature review</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6436</link>
    <description>Title: Efektivitas terapi musik dalam menurunkan nyeri pada pasien anak: A literature review
Authors: Rahayu, Bhekti Yuniarti
Abstract: Pendahuluan: Penanganan atau perawatan anak-anak yang dirawat di rumah sakit diperlukan adanya perhatian secara khusus terutama beban psikologis anak yang sakit dalam merasakan nyeri akibat cedera atau penyakit. Rasa nyeri yang dialami pasien anak perlu ditangani dengan tepat untuk membantu mengurangi rasa ketidaknyamanan dan pengalihan fokus perasaan sakit yang dideritanya. Musik adalah bentuk komunikasi yang unik yang dapat menyampaikan emosi dan perasaan secara mendalam. Hal ini dapat bermanfaat secara emosional dan fisik, seperti meningkatkan mood, mengurangi stres, menurunkan tingkat nyeri serta kecemasan. Tujuan: Memaparkan dan menganalisis hasil-hasil penelitian tentang terapi musik sebagai intervensi nonfarmakologis untuk manajemen nyeri pada anak. Metode: Literature review, penelusuran artikel akademik melalui Online Database. Pencarian melalui Online Database diantaranya Scopus, Science Direct, Pub med, dan ProQuest dari tahun 201 8-2023 dan didapatkan 10 artikel yang sesuai. Hasil: Semua literatur menunjukkan bahwa terapi musik sangat efektif sebagai aplkasi dalam penanganan dan perawatan pasien anak di rumah sakit terutama terkait dalam pasien anak yang mengalami penderitaan akibat rasa nyeri. Terapi musik dapat membantu perawat dalam memberikan perawatan yang lebih baik pada pasien anak. Simpulan: Terapi musik adalah intervensi non-farmakologis yang aman dan dapat diterima oleh pasien anak, mengurangi tingkat nyeri, meningkatkan mood, mengurangi stres, dan membantu mengurangi rasa kecemasan pada pasien yang dirawat di rumah sakit. Tetapi terapi musik tidak efektif dan kurang berpengaruh pada pasien anak karena luka bakar dan pra operasi pada pasien anak usia dini (0-3 tahun ). Saran: Terapi musik menjadi pilihan yang baik dalam manajemen nyeri pada pasien anak dalam perawatan di rumah sakit, selebihnya diperlukan adanya penelitian lebih lanjut untuk mengkaji efektivitas terapi musik pada pasien anak akibat luka bakar dan pra operasi pasien anak usia dini (0-3 tahun).</description>
    <dc:date>2023-11-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

