<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6324">
    <title>DSpace Collection: 1 - 92</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6324</link>
    <description>1 - 92</description>
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6349" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6347" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6345" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6343" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-04-11T14:41:07Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6349">
    <title>Analisis faktor yang berhubungan dengan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6349</link>
    <description>Title: Analisis faktor yang berhubungan dengan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil
Authors: Firmansyah, Yusuf; Aryawati, Wayan; Yanti, Dhiny Easter; Hermawan, Dessy; Karbito, Karbito
Abstract: Pendahuluan: Status gizi adalah salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan kesehatan, WHO memprediksi 40% wanita hamil di seluruh dunia menderita Anemia, proporsi anemia di Indonesia sebesar 48,9%, di Propinsi Lampung 29,1%, di Kabupaten Pesisir Barat sebesar 21% di UPTD Puskesmas Bengkunat sebesar 18%. Proporsi anemia pada ibu hamil di Indonesia meningkat dari 37,1% pada tahun 2013 menjadi 48,9% pada tahun 2018. Tujuan: Dianalisisnya faktor yang berhubungan dengan status gizi ibu hamil berdasarkan pengukuran kadar Hb di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2022. Metode: Jenis penelitian kuantatif dengan rancangan potong lintang, populasi 515 ibu hamil pada trimester 1 dan 2 dan sampel 225 ibu hamil dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Sampel diambil dengan teknik kuota sampling, lalu dianalisis dengan analisis bivariate dengan chi square dan multivariate dengan regresi logistik. Hasil: Didapatkan pola makan beragam dan bergizi seimbang (p value=0,000 dan OR=4,4), asupan makanan kaya sumber zat besi (p value=0,015 dan OR=2,4), kehamilan yang berulang dalam waktu singkat (p value=0,004 dan OR=3,1), pendidikan (p value=0,013), kepatuhan minum tablet tambah darah (p value=0,000 dan OR=3,2) dengan status gizi ibu hamil. Variabel yang paling berhubungan dengan status gizi ibu hamil adalah kepatuhan minum tablet tambah darah (OR 3,0), disusul oleh pola makan beragam dan bergizi seimbang (OR 2,7), Kehamilan yang berulang dalam waktu singkat (OR 2,2) dan pendidikan dengan (OR 2,1) berpengaruh pada status gizi ibu hamil. Simpulan: Terdapat hubungan status gizi ibu hamil berdasarkan pengukuran kadar Hb. Ibu hamil yang tidak patuh minum tablet tambah darah memiliki risiko mengalami anemia 3 kali lebih tinggi dibandingkan ibu hamil yang patuh minum obat tablet tambah darah. Saran: kepada kepala UPTD Puskesmas Bengkunat untuk membuat program literasi gizi ibu hamil khususnya kepatuhan minum tablet tambah darah, memberdayakan suami dan keluarga sebagai pengawas minum tablet tambah darah dan menggunakan alat bantu pengingat di ponsel pribadi untuk meningkatkan kepatuhan minum obat, mencanangkan gerakan makan ikan bagi ibu hamil dan lomba bagi penyuluhan bagi kader untuk menyampaikan pesan gizi kesehatan kepatuhan minum obat dalam upaya pencegahan anemia kehamilan.</description>
    <dc:date>2023-03-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6347">
    <title>Penerapan manajemen asuhan keperawatan model tim dan model primer terhadap mutu asuhan keperawatan</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6347</link>
    <description>Title: Penerapan manajemen asuhan keperawatan model tim dan model primer terhadap mutu asuhan keperawatan
Authors: Indrawati, Endah; Erlena, Erlena
Abstract: Pendahuluan: Keperawatan merupakan pelayanan profesional sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan. Pelayanan keperawatan profesional dapat terwujud apabila dilaksanakan oleh tenaga keperawatan yang profesional sehingga dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit khususnya pelayanan keperawatan. Dengan demikian metode pemberian asuhan keperawatan merupakan bagian dari fungsi pengorganisasian. Metode pemberian asuhan keperawatan terdiri dari lima metode yang meliputi metode fungsional, metode kasus, metode tim, metode modular dan metode primer. Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas penerapan manajemen asuhan keperawatan model tim dan model primer terhadap mutu asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Kabupaten Karawang. Metode: Quasi eksperimen dengan rancangan pre post test with group design dengan jumlah sampel 104 responden. Data dianalisis menggunakan uji GLM-RM. Hasil: Terjadi perbedaan yang signifikan pada kelompok metode tim dan kelompok metode primer dengan nilai p &lt; 0,05. Simpulan: Penerapan metode tim dan metode primer ada pengaruh pada peningkatan mutu pelayanan keperawatan.</description>
    <dc:date>2023-03-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6345">
    <title>Pengetahuan dan perilaku pencarian pelayanan kesehatan orang tua yang memiliki anak dengan tuberkulosis pada masa pandemi Covid-19</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6345</link>
    <description>Title: Pengetahuan dan perilaku pencarian pelayanan kesehatan orang tua yang memiliki anak dengan tuberkulosis pada masa pandemi Covid-19
Authors: Rhamelani, Putri; Rakhmawati, Windy; Maryam, Nenden Nur Asriyani; Hendrawati, Sri
Abstract: Pendahuluan: Selama pandemi covid-19 di Jawa Barat, terdapat penurunan angka kunjungan dan perpanjangan perawatan TB anak terutama di RSUD Al-Ihsan akibat kurangnya perilaku pencarian pelayanan kesehatan dari orang tua. Salah satu faktor predisposisi utama dari perilaku tersebut adalah pengetahuan. Peningkatan pengetahuan menjadi dasar pembentukan perilaku. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencarian pelayanan kesehatan orang tua terhadap TB anak selama pandemi covid-19 di RSUD Al-Ihsan. Metode: Rancangan penelitian korelasional dengan pendekatan retrospective. Populasi penelitian adalah 156 orang tua dengan anak penderita TB usia 0-14 tahun di rawat jalan Poli Anak RSUD Al-Ihsan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 51 orang. Kuesioner yang digunakan diadaptasi dari survei yang dikembangkan oleh World Health Organization (WHO) serta dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Uji statistik penelitian ini digunakan uji Rank Spearman. Hasil: Analisis dari total skor pengetahuan orang tua terkait TB anak didapatkan 37 dari 51 responden (72,5 persen) memiliki pengetahuan baik dan 14 dari 51 responden (27,5 persen) memiliki pengetahuan buruk serta 47 dari 51 responden (92,2 persen) termasuk kategori modern health seeking behavior dan 4 dari 51 responden (7,8 persen) termasuk kategori self medication or self treatment yang menunjukkan relasi antara pengetahuan dengan perilaku pencarian pelayanan kesehatan orang tua terhadap TB anak (p = 0,026 &lt; α = 0,05; Koef. Korelasi = 0,311). Simpulan: Terdapat hubungan positif dengan kekuatan korelasi rendah antara pengetahuan dengan perilaku pencarian pelayanan kesehatan orang tua terhadap TB anak.</description>
    <dc:date>2023-03-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6343">
    <title>Inhalasi aromaterapi peppermint dan jahe untuk mengurangi nyeri serta kelelahan pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6343</link>
    <description>Title: Inhalasi aromaterapi peppermint dan jahe untuk mengurangi nyeri serta kelelahan pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi
Authors: Suprapti, Tuti; Herawati, Ade Tika
Abstract: Pendahuluan: Kanker merupakan sekelompok penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan dan penyebaran sel abnormal yang tidak terkontrol. Pada tahun 2020 kanker menjadi penyebab kematian bagi sekitar 9,9 juta jiwa. Salah satu terapi farmakologis yang dapat mengatasi kanker adalah kemoterapi. Efek samping kemoterapi dapat mengakibatkan nyeri dan fatigue. Penelitian sebelumnya pemberian jahe untuk mengurangi rasa mual. Tujuan: Untuk mengetahui keefektifan Inhalasi aromaterapi peppermint dan jahe untuk mengurangi nyeri serta kelelahan pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi Metode: Pre eksperimen tanpa control one group pretest-posttest design, pengambilan sample menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sample 41 orang yang ada di rumah singgah Bandung Cancer Sosiety pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2022, Instrumen yang digunakan untuk intensitas nyeri adalah lembar chek list intensitas nyeri yaitu CPS (Comparative Pain Scale) sedangkan kelelahan menggunakan BFI (Brief fatigue inventory) merupakan quesioner untuk mengukur kelelahan pada pasien kanker. Hasil: Tingkat nyeri dan kelelahan pada pasien dengan kemoterapi sebelum menggunakan pepermint adalah sebagian besar 27 (65,9 persen) nyeri sedang. Sesudah mengunakan pepermint hampir seluruh partisipan 29 (70,7 persen) nyeri sedang, tingkat nyeri dan kelelahan pada pasien dengan kemoterapi sebelum mengunakan jahe sebagaina besar 27 (65,9 persen) nyeri sedang, sesudah mengunakan jahe sebagian besar 24 (58,5 persen) nyeri ringan. Efektifitas keduanya secara statistik menunjukkan nilai p-value 0,001 &lt; dari nilai alpha (0.05). Simpulan: Pemberian aromaterapi peppermint dan jahe efektif untuk menurunkan tingkat nyeri dan tingkat kelelahan. Saran: Pemberian aromaterapi peppermint dan jahe dapat dijadikan alternatif untuk mengurangi nyeri dan kelelahan pada pasien kemoterapi.</description>
    <dc:date>2023-03-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

