<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6297">
    <title>DSpace Collection: 574 - 672</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6297</link>
    <description>574 - 672</description>
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6323" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6320" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6318" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6317" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-04-09T06:45:58Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6323">
    <title>Determinan kecelakaan kerja pada peserta BPJS ketenagakerjaan cabang Palembang</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6323</link>
    <description>Title: Determinan kecelakaan kerja pada peserta BPJS ketenagakerjaan cabang Palembang
Authors: Syahputra, Ibrahim; Novrikasari, Novrikasari; Windusari, Yunita
Abstract: Pendahuluan: Menyebabkan cidera atau kesakitan (tergantung dari keparahannya), bahkan kematian. ILO memperkirakan sebanyak 2,34 juta orang meninggal dunia diakibatkan oleh 86 persen karena penyakit akibat kerja dan 14 persen kecelakaan akibat kerja. Data BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Palembang, diketahui bahwa klaim jaminan kecelakaan kerja sebanyak 10.334 Kasus pada tahun 2021. Tujuan: Menganalisa faktor paling dominan yang menyebabkan terjadinya tingkat kecelakaan kerja pada peserta BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palembang. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh tenaga kerja yang dilaporkan di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palembang yang mengalami kecelakaan kerja sebanyak 1856 pekerja. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari pelaporan pembayaran klaim kecelakaan kerja di Tahun 2021. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat menggunakan uji statistik chi square, dan multivariat menggunakan uji statistik regresi logistic Hasil: Menunjukkan bahwa sebesar 3,6 persen pekerja mengalami kecelakaan kerja berat berat, 84,4% pekerja mengalami kecelakaan kerja sedang, dan 12 persen pekerja mengalami kecelakaan kerja ringan. Ada hubungan yang signifikan antara usia (p-value=0,007; OR=2,007), jenis kesertaan (p-value=0,025;OR=2,936), resiko lingkungan kerja (p-value=0,0001), lokasi kerja (p-value=0,046;OR=1,705), dan kondisi tidak aman (pvalue= 0,044;OR=1,808) dengan tingkat kecelakaan kerja. Faktor paling dominan yang mempengaruhi tingkat kecelakaan kerja adalah kondisi tidak aman. Simpulan: Adanya korelasi antara usia, resiko lingkungan kerja, lokasi kecelakaan, dan kondisi tidak aman dengan kecelakaan kerja, sedangkan lama kerja merupakan confounding. Faktor paling dominan terhadap tingkat kecelakaan adalah kondisi tidak aman.</description>
    <dc:date>2022-12-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6320">
    <title>Pengetahuan, dukungan suami dan pemilihan alat kontrasepsi dalam rahim sebagai upaya mengatasi angka kelahiran</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6320</link>
    <description>Title: Pengetahuan, dukungan suami dan pemilihan alat kontrasepsi dalam rahim sebagai upaya mengatasi angka kelahiran
Authors: Sadullah, Irmawati; Rosdianah, Rosdianah
Abstract: Pendahuluan: Metode kontrasepsi jangka panjang merupakan salah satu program pemerintah dalam mengatasi laju pertumbuhan dan angka kelahiran di Indonesia. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan dukungan suami dengan pemilihan alat kontrasepsi dalam rahim. Metode: Penelitian dengan desain cross sectional dan populasinya seluruh pasangan usia subur yang menjadi akseptor keluarga berencana. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 120 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Instumen yang digunakan adalah kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi square. Hasil: Didapatkan sebagian besar ibu memilih penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (59,2 persen), pengetahuan baik (54,2 persen), dan mendapatkan dukungan dari suami (58,3 persen). Ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemilihan alat kontrasepsi dalam rahim (p=0,024). Ada hubungan antara dukungan suami dengan pemilihan alat kontrasepsi dalam rahim (p=0,001). Simpulan: Didapatkan hubungan pengetahuan ibu dan dukungan suami dengan pemilihan alat kontrasepsi dalam rahim. Saran: Tenaga kesehatan khususnya bidan untuk lebih giat dalam melakukan sosialisasi dan pendidikan kesehatan kepada Wanita usia subur terkait menfaat dari menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim.</description>
    <dc:date>2022-12-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6318">
    <title>Pengembangan volunteer palliative training module untuk mengoptimalkan perawatan paliatif berbasis komunitas di Indonesia</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6318</link>
    <description>Title: Pengembangan volunteer palliative training module untuk mengoptimalkan perawatan paliatif berbasis komunitas di Indonesia
Authors: Lubbna, Syarifah; Ismana, M. Firman
Abstract: Pendahuluan: Meningkatnya jumlah kasus penyakit kronis atau Penyakit Tidak Menular (PTM) setiap tahun, baik di dunia maupun di Indonesia menunjukkan adanya pergeseran tren penyakit penyebab kematian terbesar, dari penyakit menular ke PTM. Namun, peningkatan ini belum dibarengi dengan pemahaman dan awareness masyarakat yang baik pula tentang pentingnya perawatan paliatif bagi pasien dengan penyakit kronis dan terminal, serta bagaimana dukungan fisik, psikososial, dan spiritual dapat diberikan di lingkup komunitas untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarganya. Tujuan: Menghasilkan modul pelatihan relawan paliatif untuk mengoptimalkan perawatan paliatif berbasis komunitas. Metode: Research and Development (R&amp;D) dengan tiga tahapan penelitian, yaitu tahap I pengumpulan data dan identifikasi masalah; tahap II desain dan pengembangan modul; dan tahap III evaluasi. Partisipan dalam penelitian adalah masyarakat awam yaitu kader-kader kesehatan dan keluarga pasien dengan penyakit kronis sebanyak 90 orang. Untuk melihat kelayakan modul, dilakukan validasi/ telaah dari ahli materi, ahli desain instruksional dan ahli Bahasa; dan uji coba lapangan field trials. Penelitian dilakukan di Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Hasil: Hasil validasi dari ahli materi, ahli desain instruksional, dan ahli bahasa menyatakan bahwa modul yang telah dikembangkan dinilai sangat baik. Telah dikembangkan 9 topik pelatihan yang diberikan dalam tiga sesi. Hasil uji coba field trials menunjukkan bahwa modul layak digunakan (skor 3,58 dari 4). Berdasarkan perbandingan pre-test dan post-test, hasil t hitung diperoleh angka 2,178 (&gt; t table 1,662) dengan taraf signifikansi 0,05. Simpulan: Modul ini efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta pelatihan paliatif dalam lingkup komunitas. Saran: Direkomendasikan agar dilakukan uji coba dalam skala yang lebih luas untuk menilai efektivitas dari modul ini di wilayah-wilayah lainnya di Indonesia.</description>
    <dc:date>2022-12-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6317">
    <title>Depresi, kecemasan, stress dan beban perawatan pengasuh utama (caregiver) pasien dengan stroke</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6317</link>
    <description>Title: Depresi, kecemasan, stress dan beban perawatan pengasuh utama (caregiver) pasien dengan stroke
Authors: Risnarita, Desi; Pribadi, Teguh; Furqoni, Prima Dian; Elliya, Rahma
Abstract: Pendahuluan: Caregiver adalah seseorang yang memberikan bantuan pada orang yang mengalami ketidakmampuan dan memerlukan bantuan karena penyakit atau keterbatasannya seperti pasangan, anak, menantu, cucu, saudara, tetangga, teman maupun hubungan kekerabatan lainnya. Caregiver memiliki tugas membantu dalam mobilitas, komunikasi, perawatan diri, perubahan emosional dan psikologis sehingga caregiver harus menyeimbangkan peran tanggung jawab ganda merawat pasien stroke serta menyesuaikan gaya hidupnya. Semakin lemah dan kronis penyakit pasien maka semakin tinggi beban yang dialami caregiver. Tujuan: Diketahui hubungan depresi, kecemasan, stress dengan beban perawatan pengasuh utama pada pasien stroke. Metode: Penelitian kuantitatif, desain analitik rancangan cross sectional. Populasinya caregiver/pengasuh pasien stroke dan besar sampel yang diambil sebanyak 80 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis menggunakan uji chi square. Hasil: Rata-rata responden mengalami yang paling dominan depresi ringan 45 (56.25%), kecemasan ringan 35 (43.75%), stress 35 (43.75%), beban perawatan pengasuh utama beban ringan-sedang 38 (47.5%). Simpulan: Ada hubungan antara beban perawatan pengasuh utama (caregiver) pada pasien stroke dengan depresi (p-value 0.03), kecemasan (p-value 0.02), stress (p-value 0.04).</description>
    <dc:date>2022-12-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

