<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6087">
    <title>DSpace Collection: 367 - 571</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6087</link>
    <description>367 - 571</description>
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6154" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6152" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6150" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6147" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-04-09T05:33:35Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6154">
    <title>Stunting dan faktor determinannya pada balita usia 6–59 bulan di Kabupaten Lampung Tengah</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6154</link>
    <description>Title: Stunting dan faktor determinannya pada balita usia 6–59 bulan di Kabupaten Lampung Tengah
Authors: Rimawati, Veronica Ela; Yanti, Dhiny Easter; Aryastuti, Nurul
Abstract: Pendahuluan: Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) diyakini menjadi kunci untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Stunting telah menjadi salah satu masalah gizi yang dialami penduduk Indonesia. Banyak cara untuk mengurangi prevalensinya, salah satunya adalah dengan mengonsumsi singkong. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan Stunting dan faktor determinannya pada balita usia 6–59 bulan di Kabupaten Lampung Tengah Metode: Pendekatan case control, populasi dalam penelitian adalah seluruh balita usia 6-59 bulan, sampel berjumlah 144. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis data secara univariat (distibusi frekuensi), bivariat (chi square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil: Tidak ada hubungan menimbang berat badan (p-value 1,000 OR 1,057), mengonsumsi garam beryodium (p-value 0,404 OR 1,398), pendidikan (p-value 0,732 OR 1,193), riwayat penyakit infeksi (p-value 0,243 OR 639). Ada hubungan ASI eksklusif .(p-value 0,025 OR 2,326), status gizi ibu hamil .(p-value 0,000 OR 16,771), mengonsumsi kapsul vitamin A (p-value 0,033 OR 2,311), makanan beraneka ragam (p-value 0,000 OR 4,333), dan status ekonomi (p-value 0,000 OR 10,771) dengan kejadian stunting. Simpulan: Status gizi saat ibu hamil merupakan faktor dominan nilai OR tertinggi yaitu sebesar 16,207.</description>
    <dc:date>2021-09-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6152">
    <title>Efektifitas minuman jahe (zingiber officinale) dan sari kurma (phoenix dactylifera) untuk mengurangi hiperemesis gravidarum</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6152</link>
    <description>Title: Efektifitas minuman jahe (zingiber officinale) dan sari kurma (phoenix dactylifera) untuk mengurangi hiperemesis gravidarum
Authors: Arianti, Sri Ayu; Yuliani, Meda
Abstract: Pendahuluan: Hiperemesis gravidarum merupakan mual muntah yang berlebihan yang terjadi pada wanita hamil, biasanya terjadi pada pagi hari yang disebut dengan morning sickness. Dari 90% ibu hamil yang mengalami mual muntah terjadi pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu dan 2-5% bisa berakibat buruk mengalami dehidrasi. Oleh karena itu, penting dilakukan upaya mengurangi masalah sejak dini. Penanganan hiperemesis ini dapat diberikan terapi medis dengan obat-obatan dan terapi komplementer atau alternatif dengan menggunakan herbal. Tujuan: Untuk mengevaluasi efektivitas jahe (zingiber offcinale) dan kurma (phoenix dactylifera) untuk mengurangi hiperemesis gravidarum. Metode: Penelitian quasi experiment dengan One group pretest- posttest design. Populasi semua ibu hamil yang berada di wilayah Puskesmas Cinunuk, sampelnya sebanyak 30 ibu hamil trimester I yang mengalami mual dan muntah lebih dari 3 x sehari, dengan kriteria inklusi tidak memiliki riwayat penyakit gastritis dan tidak diberikan terapi anti emetik. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan quota sampling. Seluruh sample diberikan minuman rebusan jahe 25 gram ditambah dengan 25 gram sari kurma yang dikemas dalam botol 250 ml diberikan 2 kali sehari selama 14 hari. Data dianalisa dengan Uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test . Hasil: Didapatkan nilai p-value 0,000 &lt; dari nilai alpha (0.05) dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan sebelum pemberian minuman jahe (Zingiber Officinale) dan sari kurma dan setelah pemberian minuman jahe (Zingiber Officinale) dan sari kurma. Simpulan: Minuman jahe (Zingiber Officinale) dan sari kurma efektif mengurangi hiperemesis gravidarum. Disarankan supaya dipromosikan untuk dianjurkan pada ibu hamil yang tidak ada kontra indikasi dapat memanfaatkan obat herbal tersebut.</description>
    <dc:date>2021-09-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6150">
    <title>Perilaku pencegahan konstipasi pada lansia di panti sosial rehabilitasi lanjut usia</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6150</link>
    <description>Title: Perilaku pencegahan konstipasi pada lansia di panti sosial rehabilitasi lanjut usia
Authors: Pahria, Tuti; Fadhila, Annisa Nur; Sari, Citra Windani Mambang
Abstract: Pendahuluan: Konstipasi pada lansia terjadi karena adanya perubahan fisiologis tubuh yang juga didukung oleh perilaku kesehatan yang kurang baik. Konstipasi dapat dicegah jika lansia melakukan modifikasi gaya hidup sehat. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran perilaku pencegahan konstipasi pada lansia di Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia dan Pemeliharaan Makam Pahlawan (PSRLU-PMP) Ciparay Bandung. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 38 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi, yaitu lansia yang komunikatif, memiliki kondisi kognitif yang baik (skor MMSE 23-30), dan bersedia menjadi responden penelitian. Instrumen yang digunakan berupa lembar kuesioner yang dibuat berdasarkan hasil penelitian dan telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data yang digunakan berupa perhitungan distribusi frekuensi. Hasil: Sebanyak 57,9% responden memiliki perilaku pencegahan konstipasi yang baik. Adapun persentase pada setiap sub variabel menunjukkan bahwa sebanyak 55,3% responden berada pada kategori aktivitas fisik yang baik, sebanyak 50% responden berada pada kategori kebiasaan diet yang baik, dan sebanyak 57,9% responden berada pada kategori kebiasaan defekasi yang baik. Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 50% lansia masih terkendali masalah sembelit. Saran bagi pengelola panti rawat inap di Ciparay Bandung, untuk melanjutkan observasi risiko sembelit dan pencegahan untuk memberikan informasi dan promosi motivasi terutama dalam aktivitas fisik dan kebiasaan makan dengan cara yang benar melalui Terapi Aktifitas Kelompok.</description>
    <dc:date>2021-09-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6147">
    <title>Analisis determinan infeksi menular seksual ibu rumah tangga</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6147</link>
    <description>Title: Analisis determinan infeksi menular seksual ibu rumah tangga
Authors: Agustina, Silvia Ari; Barokah, Liberty
Abstract: Pendahuluan: Isu kesehatan seksual semakin menjadi perhatian dunia, antara lain terkait dengan perilaku seksual yang berdampak pada penularan penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS). Angka peningkatan penderita Infeksi Menular Seksual di Indonesia cukup tinggi dibandingkan dengan skala penduduk. Tujuan: Menganalisis faktor risiko Infeksi Menular Seksual pada Ibu Rumah Tangga Metode: Subyek penelitian ini adalah Ibu Rumah Tangga, dengan total sampel 101, termasuk 2 Ibu Rumah Tangga, 2 Suami, petugas Puskesmas yang melayani penapisan Infeksi Menular Seksual dan 1 Lembaga Swadaya Masyarakat. Teknik sampling menggunakan quota sampling. Jenis penelitian ini mixed methodology dengan strategi eksplanatoris sekuensial dan menggunakan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan data kuantitatif dengan menggunaan kuesioner tertutup dan untuk data kualitatif dengan wawancara mendalam. Analisis yang digunakan untuk mengetahui faktor risiko IMS dengan menggunakan regresi logistik binomial. Validitas dan reliabilitas data kualitatif menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil: Terdapat hubungan yang positif antara kejadian IMS dengan pekerjaan suami (OR:10,07; CI 95%:0,02-0,25; p:0,000), pendapatan keluarga (OR:0,14; CI 95%:0,04-0,47; p:0,001), penggunaan kondom (OR:3,25; CI 95%:0,90-11,71; p:0,001), dan higiene genital (OR:8,25; CI 95%:1,55-43,91; p:0,013). Perempuan sebagai korban dari perilaku seksual suami yang tidak aman menyebabkan kasus IMS pada ibu Rumah Tangga tinggi. Simpulan: Hampir semua faktor risiko IMS berhubungan positif dengan kejadian IMS, dan pekerjaan suami yang mempunyai pengaruh terbesar terhadap kejadian IMS pada Ibu Rumah Tangga</description>
    <dc:date>2021-09-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

