<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/5309">
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/5309</link>
    <description />
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13046" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13045" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13044" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13043" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-04-09T05:13:20Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13046">
    <title>Pengaruh Asupan Natrium dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Desa Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13046</link>
    <description>Title: Pengaruh Asupan Natrium dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Desa Hutaimbaru Kota Padangsidimpuan
Authors: Ramadhini, Delfi; Arbaiyah, Ita; Herianto Ritonga, Sukhri
Abstract: Hipertensi adalah penyakit yang terjadi akibat peningkatan tekanan darah. Hipertensi seringkali tidak menimbulkan gejala, tekanan darah yang terus-menerus tinggi jangka waktu lama dapat menimbulkan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asupan natrium dengan kejadian hipertensi pada lansia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian analitik dan desain penelitian yang digunakan ialah cross sectional studi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Hutaimbaru di Kota Padangsidimpuan pada bulan Juni 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia di desa hutaimbaru yang terdiri 116 orang, besar jumlah sample ditentukan menggunakan rumus Slovin dan didapatkan sampel sebanyak 90 orang dan ditentukan dengan teknik simple random sampling. Asupan natrium responden diukur menggunakan kuisioner dan hipertensi diketahui melalui pengukuran tekanan darah responden. Analisis data hasil penelitian menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan (p&lt;0.05). Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden mengalami hipertensi dan mayoritas responden mengkonsumsi makanan rendah natrium, uji statistic menunjukkan ada hubungan asupan natrium dengan kejadian hipertensi pada lansia dengan p=0.001(p&lt;0,05). Terdapat hubungan asupan natrium dengan kejadian hipertensi pada lansia, sehingga dapat melakukan pemeriksaan kesehatan ke puskesmas setiap bulannya dan jika mengalami tanda dan gejala hipertensi dapat melakukan diet rendah garam</description>
    <dc:date>2023-06-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13045">
    <title>PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN DAUN PAGAGAN (Centtela asafica) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KOTA PADANGSIDIMPUAN</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13045</link>
    <description>Title: PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN DAUN PAGAGAN (Centtela asafica) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI KOTA PADANGSIDIMPUAN
Authors: Ritonga, Nefonavratilova; Herianto Ritonga, Sukhri
Abstract: Menurut WHO prevalensi hipertensi di seluruh dunia pada tahun 2010 mencapai 30-32%, sedangkan&#xD;
Prevalensi hipertensi di Indonesia berdasarkan data Riskesdas tahun 2013 diperoleh sebesar 26.5% dan&#xD;
cakupan diagnosis hipertensi oleh tenaga kesehatan mencapai 36.8% sehingga penderita hipertensi dalam&#xD;
masyarakat yang belum terdiagnosa 63.2%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh&#xD;
pemberian rebusan daun pagagan ( centella asafica ) terhadap penurunan tekanan darah pada penderita&#xD;
hipertensi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah one&#xD;
group pre test and post test design tanpa kelompok control dan populasi pada penelitian ini adalah seluruh&#xD;
penderita hipertensi yang ada di Kota Padangsidimpuan sebanyak 16 orang. Berdasarkan hasil uji statistik&#xD;
paired t tes diperoleh bahwa rata- rata tekanan darah pengukuran pertama 156,6 mmhg dengan standar&#xD;
deviasi 15,68 dan pada pengukuran kedua didapat rata- rata tekanan darah adalah 131,6 mmhg dengan&#xD;
standar deviasi 1,05. Terlihat nilai mean perbedaan antara pengukuran pertama dan kedua adalah 25,12&#xD;
dengan standar deviasi 11,49. Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0,001 maka dapat disimpulkan&#xD;
ada penurunan yang signifikan antara tekanan darah pengukuran pertama dan pengukuran kedua.</description>
    <dc:date>2021-06-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13044">
    <title>HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN GAME ONLINE DENGAN INTERAKSI SOSIAL PADA REMAJA DI LINGKUNGAN 4 KELURAHAN HUTASUHUT KECAMATAN SIPIROK</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13044</link>
    <description>Title: HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN GAME ONLINE DENGAN INTERAKSI SOSIAL PADA REMAJA DI LINGKUNGAN 4 KELURAHAN HUTASUHUT KECAMATAN SIPIROK
Authors: Nasution, Nazaruddin; Suryani Sagala, Nanda; Herianto Ritonga, Sukhri
Abstract: Game online merupakan aplikasi permainan yang berupa petualangan, pengaturan strategi, simulasi, dan bermain peran yang memiliki aturan main dan tingkatan-tingkatan tertentu. Intensitas penggunaan game online adalah besarnya minat atau seringnya seseorang dalam memainkan permainan melalui akses jaringan internet secara online yang memiliki sifat kuantitatif dan kualitas. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Sedangkan rancangan penelitian menggunakan uji spearman. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 32 remaja dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah intensitas penggunaan game online dan variabel dependennya adalah interaksi sosial. hasil analisis menggunakan uji sperman dapat kan nilai signifikansi p value = 0.016&lt; 0,05 maka Ha diterima, artinya ada Hubungan antara intensitas penggunaan game online dengan interaksi sosial pada remaja di Lingkungan 4 Kelurahan Hutasuhut Kecamatan Sipirok. Semakin tinggi tingkatan ukuran frekuensi intensitas yang dihabiskan dalam bermain game online, berarti semakin buruk juga interaksi sosial remaja. Dan semakin rendah tingkatan ukuran frekuensi yang dihabiskan dalam bermain game online, berarti semakin baik juga interaksi sosial remaja.</description>
    <dc:date>2022-12-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13043">
    <title>HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PENDERITA MASALAH KAKI DIABETIK</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13043</link>
    <description>Title: HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PENDERITA MASALAH KAKI DIABETIK
Authors: Herianto Ritonga, Sukhri; Permata Julianda, Dinda; Antoni, Adi
Abstract: An increasing number of people with diabetes globally results in an increasing&#xD;
number of complications from diabetes, such as diabetic foot problems. Diabetic foot&#xD;
problem is one of the complications that most causes a decrease in the quality of life in&#xD;
sufferers. The aim of this study was to determine the relationship between lifestyle with&#xD;
quality of life in people with type 2 diabetes with diabetic foot problems. This research&#xD;
uses quantitative research with a case-control design with a retrospective approach. The&#xD;
number of respondents in this study was 50 people using the purposive sampling&#xD;
technique. The measuring instrument used to assess lifestyle is the Fantastic Lifestyle&#xD;
Score, while to assess the quality of life (WHOQOL) BREF. The statistical test used is the&#xD;
chi-square test. In this study, the p-YDOXH ZDV        .        VR WKDW  VWDWLVWLFDOO\ WKHUH&#xD;
was a relationship between lifestyle with quality of life. Based on the odds ratio, the value&#xD;
was 3.886 (95% CI, 1.191-12.681), meaning that respondents who had a bad lifestyle&#xD;
were 3.8 times more likely to have a bad quality of life. The results showed that lifestyle&#xD;
was significantly related to the quality of life, where the better the lifestyle, the better the&#xD;
quality of life. This research can also be an input for health workers to make health&#xD;
services an effort to increase knowledge about the lifestyle and quality of life of people&#xD;
with diabetes.</description>
    <dc:date>2021-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

