<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3526">
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3526</link>
    <description />
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3541" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3540" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3539" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3538" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-04-15T17:01:48Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3541">
    <title>TINJAUAN KARAKTER SHELTER SEMENTARA SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA BAGI KORBAN BENCANA ALAM</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3541</link>
    <description>Title: TINJAUAN KARAKTER SHELTER SEMENTARA SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA BAGI KORBAN BENCANA ALAM
Authors: Iryadini R.A, Nadhifia; G. Prasetyo Adhitama
Abstract: TINJAUAN KARAKTER SHELTER SEMENTARA SEBAGAI UPAYA MITIGASI&#xD;
BENCANA BAGI KORBAN BENCANA ALAM&#xD;
Nadhifia Iryadini R.A, G. Prasetyo Adhitama&#xD;
(Email: nadh.iryadini@gmail.com)&#xD;
Program Studi Magister Desain&#xD;
Fakultas Seni Rupa dan Desain&#xD;
Institut Teknologi Bandung&#xD;
Jl. Ganesa 10, Bandung, Indonesia&#xD;
ABSTRAK&#xD;
Indonesia adalah negara yang memiliki potensi tinggi terhadap ancaman bencana alam. Badan&#xD;
Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa jumlah bencana alam yang terjadi selama&#xD;
2018-2019 mengalami peningkatan. Banyak yang kehilangan rumah, harta benda, serta fasilitas-fasilitas&#xD;
umum. Hal tersebut berdampak langsung terhadap psikologis korban, sehingga dalam kondisi trauma,&#xD;
tempat-tempat berlindung sementara sangat dibutuhkan oleh korban paska bencana. Shelter memiliki&#xD;
peran penting untuk mengurangi resiko kematian dan kerentanan serta memperkuat ketahanan&#xD;
masyarakat. Shelter sementara ditujukan sebagai salah satu upaya pemulihan yang menjembatani&#xD;
masa transisi antara fase tanggap darurat dan masa rekonstruksi selesai dilakukan. Penyediaan shelter&#xD;
sementara diharapkan dapat memperingan penderitaan korban bencana serta melindungi korban dari&#xD;
bencana dimasa yang akan datang, namun kebutuhan dan hak-hak korban banyak yang tidak&#xD;
terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menghasilkan temuan terkait karakter&#xD;
shelter sementara bagi korban bencana alam dalam memenuhi kebutuhan penghuninya. Pada&#xD;
penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan&#xD;
teknik observasi, wawancara dan melalui data sekunder. Proses metode analisis data dilakukan dengan&#xD;
cara komparasi setiap aspek yang diteliti dan melihat pola hubungannya kemudian mengaitkan&#xD;
temuan dengan upaya mitigasi bencana. Analisis struktur relasi ruang dilakukan dengan metode&#xD;
analisis Space Syntax. Hasil dari penelitian ini menghasilkan beragam karakter shelter sementara, antara&#xD;
lain adalah aspek jenis dan bentuk, hasil yang ditemukan bahwa terdapat 2 organisasi bentuk yang&#xD;
diterapkan pada shelter sementara yaitu bentuk linear dan bentuk terklaster, ukuran shelter mencukupi&#xD;
kebutuhan kapasitas untuk satu keluarga (4-5 orang), kemudian program ruang yang diterapkan adalah&#xD;
ruang private dan ruang publik, sedangkan pada aspek aksesibilitas, terdapat 3 jenis konfigurasi ruang&#xD;
yang menghasilkan bahwa ruang A (ruang publik) memiliki akses yang mudah dijangkau, material&#xD;
bangunan yang digunakan yaitu material alam dan material bangunan, serta pada sistem konstruksi&#xD;
menggunakan sistem bangunan tahan gempa dan sistem knockdown sehingga dapat dibongkar&#xD;
pasang karena sifatnya sementara.&#xD;
Kata kunci : bencana alam, korban bencana, shelter sementara, mitigasi bencana</description>
    <dc:date>2021-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3540">
    <title>JEPARA WOOD CARVING AND THE CULTURAL INFLUENCES OF THE NUSANTARA MARITIME SPICE ROUTE</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3540</link>
    <description>Title: JEPARA WOOD CARVING AND THE CULTURAL INFLUENCES OF THE NUSANTARA MARITIME SPICE ROUTE
Authors: Chrisswantra, Freddy
Abstract: JEPARA WOOD CARVING AND THE CULTURAL INFLUENCES OF THE&#xD;
NUSANTARA MARITIME SPICE ROUTE&#xD;
Freddy Chrisswantra&#xD;
(Email: freddy.chrisswantra@art.maranatha.edu)&#xD;
Interior Design Study Program&#xD;
Art and Design Faculty&#xD;
Maranatha Christian University&#xD;
Jl. Prof. drg. Surya Sumantri, M.P.H.no.65, Bandung, West Java, Indonesia&#xD;
ABSTRAK&#xD;
Meningkatnya kebutuhan rempah-rempah di dunia memicu berbagai ekspedisi untuk mencari sumber&#xD;
rempah-rempah di dunia. Kegiatan pencarian asal usul rempah-rempah ini melahirkan sistem dan jalur&#xD;
perdagangan internasional. Munculnya jalur rempah-rempah ini mengakibatkan munculnya pelabuhanpelabuhan&#xD;
perdagangan yang menjadi cikal bakal munculnya kerajaan-kerajaan baru. Jepara merupakan&#xD;
salah satu kerajaan yang muncul karena memiliki pelabuhan di kawasan yang strategis di jalur&#xD;
perdagangan rempah-rempah. Hiruk pikuk aktivitas perdagangan di Jepara juga mempengaruhi&#xD;
kehidupan sosial masyarakat Jepara yang telah lama dikenal dengan keterampilan mengukir. Pedagang&#xD;
yang datang dari berbagai pelosok negeri dan luar negeri membuka peluang terjadinya pencampuran&#xD;
budaya, yang berdampak pada budaya, keahlian, dan penerapan corak dalam seni ukir kayu Jepara. Dalam&#xD;
tulisan ini, peneliti mencoba memitigasi perkembangan dan pengaruh akulturasi yang dibawa oleh&#xD;
pedagang asing dengan pendekatan historiografis untuk memudahkan membaca dampak jalur rempah&#xD;
bahari terhadap perkembangan seni ukir di Jepara. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan aplikasi&#xD;
berbagai motif ukiran seni pahat kayu di Jepara pada berbagai artefak sebagai dampak pengaruh dari&#xD;
budaya yang bercampur pada masa itu&#xD;
Kata Kunci: jalur rempah; akulturasi; budaya; seni pahat; jepara</description>
    <dc:date>2021-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3539">
    <title>PENGOLAHAN MOTIF TERINSPIRASI DARI KAIN BATIK GENDONGAN LIONG UNTUK PENGEMBANGAN PRODUK GENDONGAN MEI TAI</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3539</link>
    <description>Title: PENGOLAHAN MOTIF TERINSPIRASI DARI KAIN BATIK GENDONGAN LIONG UNTUK PENGEMBANGAN PRODUK GENDONGAN MEI TAI
Authors: Juliani Purnama Dewi, Agtha; Rosandini, Morinta
Abstract: PENGOLAHAN MOTIF TERINSPIRASI DARI KAIN BATIK GENDONGAN&#xD;
LIONG UNTUK PENGEMBANGAN PRODUK GENDONGAN MEI TAI&#xD;
Agtha Juliani Purnama Dewi, Morinta Rosandini&#xD;
(Email : agthamilkajuliani@gmail.com)&#xD;
Program Studi Kriya&#xD;
Fakultas Industri Kreatif&#xD;
Universitas Telkom&#xD;
Jl. Telekomunikasi No.1, Terusan Buah Batu, Bandung, Indonesia&#xD;
ABSTRAK&#xD;
Kain batik gendongan liong mengalami penurunan minat karena dianggap kuno dan&#xD;
menyebabkan rasa pegal atau sakit pada bahu saat digunakan. Orang tua zaman sekarang lebih&#xD;
memilih menggunakan gendongan anak modern seperti mei tai yang penggunaannya&#xD;
bertopang pada dua bahu sehingga mengurangi rasa pegal atau sakit pada bahu. Namun di&#xD;
Indonesia saat ini produk gendongan mei tai masih menggunakan motif-motif umum seperti&#xD;
kartun atau bidang geometris dan belum mengandung unsur budaya, sehingga perlu adanya&#xD;
pengolahan aplikasi motif baru pada produk gendongan mei tai agar menambah nilai estetika&#xD;
sekaligus mengenalkan bentuk motif tradisional batik liong. Metode penelitian yang digunakan&#xD;
dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan pengumpulan&#xD;
data dengan melakukan analisis visual terhadap kain batik gendongan liong, studi pustaka,&#xD;
observasi produk mei tai, wawancara bersama Certified Babywearing Consultant, dan melakukan&#xD;
eksperimen dengan mengolah motif pada kain batik gendongan liong. Hasil akhir dari penelitian&#xD;
ini adalah inovasi visual motif yang terinspirasi dari kain batik gendongan liong dengan&#xD;
komposisi dan bentuk yang lebih modern, serta terciptanya produk gendongan mei tai yang&#xD;
menerapkan rancangan pengolahan motif yang terinspirasi dari kain batik liong yang lebih&#xD;
modern.&#xD;
Kata Kunci: Batik; Gendongan liong; Mei tai; Modern; Motif</description>
    <dc:date>2021-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3538">
    <title>IMPLEMENTASI INTERIOR RUANG NARATIF DALAM UPAYA MEMBANGUN NARASI ETNISITAS PADA MUSEUM NEGERI PROVINSI SUMATRA UTARA</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3538</link>
    <description>Title: IMPLEMENTASI INTERIOR RUANG NARATIF DALAM UPAYA MEMBANGUN NARASI ETNISITAS PADA MUSEUM NEGERI PROVINSI SUMATRA UTARA
Authors: Purba, Minadiah; Prasetyo Adhitama, Gregorius
Abstract: IMPLEMENTASI INTERIOR RUANG NARATIF DALAM UPAYA&#xD;
MEMBANGUN NARASI ETNISITAS PADA MUSEUM NEGERI PROVINSI&#xD;
SUMATRA UTARA&#xD;
Minadiah Purba, Gregorius Prasetyo Adhitama&#xD;
(Email: nadiapurbaa@gmail.com)&#xD;
Program Studi Magister Desain&#xD;
Fakultas Seni Rupa dan Desain&#xD;
Institut Teknologi Bandung&#xD;
Jl. Ganesa 10, Bandung, Indonesia&#xD;
ABSTRAK&#xD;
Mewadahi delapan etnis kebudayaan dengan sejarah yang berbeda-beda, Provinsi Sumatera Utara&#xD;
menyimpan cerita sejarah budaya yang berlimpah, sehingga menjadi penting untuk dapat&#xD;
membangun narasi etnisitas di Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara. Keberadaan tata ruang&#xD;
pamer yang masih berkonsep traditional museum, menjadikan narasi pada ruang pamer di museum&#xD;
ini belum terbangun. Padahal, narasi dapat membangun komunikasi dalam menciptakan&#xD;
pemahaman antara manusia dan koleksi dengan ide cerita yang disampaikan. Tujuan penelitian ini&#xD;
untuk dapat menerapkan interior ruang naratif melalui konteks, konten, skenario, pesan dan&#xD;
pengalaman pengunjung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif&#xD;
yang dirangkum dengan pendekatan Design Thinking. Data diperoleh dari studi Pustaka,&#xD;
wawancara, dan observasi langsung ke ruang pameran Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara.&#xD;
Hasil dari penelitian ini adalah untuk menciptakan narasi yang maksimal pada ruang pameran, maka&#xD;
tidak akan terlepas dari penentuan Plot dan Pace, penerapan Dramatic Arc, dan aplikasi&#xD;
penyajiannya. Penyusunan plot cerita etnis di rangkum dalam beberapa fase kehidupan hingga&#xD;
kematian. Kemudian ditentukan alur cerita meliputi a beginning, a muddle, dan an end, serta&#xD;
pengaplikasian elemen naratif, baik itu konsep penyajian konten, hingga pengaplikasian media&#xD;
naratifnya. Sehingga, dengan menerapkan elemen-elemen interior ruang naratif pada Museum&#xD;
Negeri Provinsi Sumatera Utara, penyajian narasi etnis lebih optimal dalam menciptakan&#xD;
pengalaman yang berbeda dengan memainkan emosi pengunjung di setiap skenario pameran.&#xD;
Kata Kunci: interior ruang naratif, etnis, museum negeri provinsi Sumatra Utara</description>
    <dc:date>2021-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

