<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <channel rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13024">
    <title>DSpace Collection:</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13024</link>
    <description />
    <items>
      <rdf:Seq>
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13034" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13033" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13032" />
        <rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13031" />
      </rdf:Seq>
    </items>
    <dc:date>2026-04-12T13:55:48Z</dc:date>
  </channel>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13034">
    <title>Analisis Praktik Sanitasi dan Higiene Makanan pada Pengelola Rumah Makan di Kota Padangsidimpuan</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13034</link>
    <description>Title: Analisis Praktik Sanitasi dan Higiene Makanan pada Pengelola Rumah Makan di Kota Padangsidimpuan
Authors: Khoiriyah Harahap, Eva; Wisudawan, Owildan; J. Hadi, Anto; Ahmad, Haslinah; Widasari, Lucy; Permayasa, Nayodi
Abstract: Latar belakang: Upaya higiene dan sanitasi pengelola rumah makan merupakan kebutuhan utama terhadap terwujudnya makanan dan minuman aman, oleh karena itu keadaan higiene dan sanitasi pengelola rumah makan tidak memenuhi syarat akan memperbesar kemungkinan pencemaran serta kerusakan makanan yang ada sejak dimulai dari proses pengadaan bahan sampai pada penyajian makanan serta berdampak buruk pada kesehatan.&#xD;
Tujuan: Penelitian bertujuan untuk menganalisis praktik sanitasi dan higiene makanan pada pengelola rumah makan di Kota Padangsidimpuan.&#xD;
Metode: Jenis penelitian observasional dengan desain cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan selama bulan Desember 2023 sampai dengan Januari 2024. Populasi dan sampel adalah seluruh pengelola rumah makan di Kota Padangsidimpuan sebanyak 81 pengelola rumah makan dengan teknik pengambilan sampel secara total sampel. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner terstruktur yang dirancang khusus untuk mengumpulkan data tentang praktik sanitasi dan higiene makanan. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner yang telah disebarkan kepada pengelola rumah makan yang menjadi sampel penelitian. Data dianalisis secara univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik).&#xD;
Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan pengelola makanan (p=0,001), kondisi sanitasi (p=0,002), praktik kebersihan dan higiene personal (p=0,001), penyimpanan makanan (0,001) dan penggunaan bahan makanan segar (p=0,004) berpengaruh terhadap praktik sanitasi dan higiene makanan. Sedangkan variabel yang paling berpengaruh adalah penyimpanan makanan dengan nilai Exp.(B)= 17,214.&#xD;
Kesimpulan: Temuan penelitian ini diperoleh bahwa praktik sanitasi dan higine makanan sangat dipengaruhi oleh pengetahuan pengelola makanan dan penyimpanan makanan, sehingga dibutuhkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengelola tentang praktik kebersihan dan higiene personal rumah makan.</description>
    <dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13033">
    <title>Pengaruh Pendekatan Edukasi Socio-Cultural terhadap Pencegahan TBC di Kabupaten Tapanuli Selatan</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13033</link>
    <description>Title: Pengaruh Pendekatan Edukasi Socio-Cultural terhadap Pencegahan TBC di Kabupaten Tapanuli Selatan
Authors: Sujoko, Edy; J. Hadi, Anto; Widasari, Lucy; Angraini Simamora, Febrina
Abstract: Latar Belakang: Tingginya angka kejadian TBC di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tapanuli Selatan. Selain itu, faktor sosial budaya seperti stigma dan diskriminasi terhadap penderita TBC juga dapat mempengaruhi keberhasilan program pencegahan dan pengendalian TBC.&#xD;
Tujuan penelitian: untuk menilai pengaruh pendekatan edukasi socio-cultural terhadap pencegahan TBC di Kabupaten Tapanuli Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental pada keluarga di Kabupaten Tapanuli Selatan. Terdiri dari kelompok intervensi yang menerima pendekatan edukasi sosio-kultural terhadap pencegahan TBC, dan kelompok kontrol yang tidak menerima pendekatan serupa. Populasi terdiri dari masyarakat yang rentan terkena TBC di Kabupaten Tapanuli Selatan, dengan sampel dipilih melalui teknik purposive sampling yang mewakili berbagai kelompok sosial dan ekonomi di setiap desa atau kelurahan. Instrumen penelitian berupa kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data tentang pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait TBC, serta observasi. Data dianalisis menggunakan software SPSS, dengan analisis univariate, bivariate, dan multivariate, serta uji statistik seperti chi-square dan regresi logistik.&#xD;
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan keluarga, sikap, perilaku keluarga pada pre test dengan post test 1 dan post test 2 baik pada kelompok perlakuan maupun kontrol. Dari hasil ini adalah bahwa meskipun pendekatan edukasi sosial-kultural memiliki dampak yang signifikan terhadap pengetahuan keluarga, tidak ada dampak signifikan yang ditemukan dalam hal sikap dan perilaku keluarga. Kesimpulan dan saran: Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi socio-cultural (PEC) berdampak besar dalam pencegahan TBC di Kabupaten Tapanuli Selatan. PEC meningkatkan pemahaman, mengubah sikap, dan mendorong perubahan perilaku positif. Penerapan PEC yang mempertimbangkan nilai budaya dan norma sosial terbukti efektif dalam merancang pesan pencegahan yang lebih relevan dan diterima. Kolaborasi dalam penyampaian pesan pencegahan juga terbukti efektif dalam membangun keterpercayaan dan keterlibatan masyarakat, tetapi perlu penyesuaian terhadap perubahan budaya dan sosial.</description>
    <dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13032">
    <title>Pengaruh Promosi Kesehatan melalui Bina Suasana terhadap Keaktifan Keluarga dalam Pencegahan Stunting di Puskesmas Sayurmatinggi Kabupaten Tapanuli Selatan</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13032</link>
    <description>Title: Pengaruh Promosi Kesehatan melalui Bina Suasana terhadap Keaktifan Keluarga dalam Pencegahan Stunting di Puskesmas Sayurmatinggi Kabupaten Tapanuli Selatan
Authors: Kusuma Daulay, Eli; Ahmad, Haslinah; J. Hadi, Anto; Widasari, Lucy
Abstract: Latar belakang: Anak terganggu akibat kurangnya asupan gizi yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama dan berdampak pada tinggi badan atau panjang badan disebut stunting.&#xD;
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan suatu model promosi kesehatan yang dapat meningkatkan keterlibatan keluarga dalam upaya pencegahan stunting di Puskesmas Sayurmatinggi Kabupaten Tapanuli Selatan.&#xD;
Metode: Jenis penelitian yang diterapkan dalam studi ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen (eksperimen semu). Populasi yang menjadi fokus penelitian ini adalah seluruh keluarga yang memiliki balita berusia 60 bulan, yang berjumlah sebanyak 692 balita. Sampel penelitian terdiri dari 254 balita, yang dibagi menjadi dua kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari 127 ibu. Kelompok pertama terdiri dari ibu yang memiliki balita stunting (kelompok perlakuan), sedangkan kelompok kedua terdiri dari ibu yang memiliki balita dengan pertumbuhan normal atau tidak stunting (kelompok kontrol). Sampel dipilih menggunakan metode systematic random sampling. Dalam analisis data, digunakan berbagai teknik statistik, termasuk analisis univariat, bivariat, dan uji statistik Hotelling's T2.&#xD;
Hasil: Terdapat dampak yang signifikan dari promosi kesehatan melalui pembinaan suasana terhadap perubahan pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,000) sebelum dan setelah intervensi. Selain itu, promosi kesehatan melalui pembinaan suasana juga memiliki dampak yang signifikan terhadap perubahan tindakan keluarga sebelum (p=0,002) dan setelah (p=0,001) intervensi. Sebelum intervensi, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal pengetahuan, sikap, dan tindakan antara kedua kelompok, dengan nilai p=0,574&gt;0,05. Namun, setelah intervensi, terlihat perbedaan yang signifikan dalam pengetahuan dan tindakan di antara kedua kelompok, dengan nilai p=0,001&lt;0,05.&#xD;
Kesimpulan: Bbahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat pengetahuan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol terkait keterlibatan keluarga dalam upaya pencegahan stunting. Sebagai saran, penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi yang berharga untuk program promosi kesehatan yang dilakukan di Puskesmas Sayurmatinggi.</description>
    <dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
  <item rdf:about="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13031">
    <title>The Effect Of Multi-Micronutrient Supplementation Since Preconception On Levels Of Malondialdehyde (Mda) For Pregnant Women</title>
    <link>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13031</link>
    <description>Title: The Effect Of Multi-Micronutrient Supplementation Since Preconception On Levels Of Malondialdehyde (Mda) For Pregnant Women
Authors: Yekti, Rahayu; Widasari, Lucy; Monoarfa, Yustiyanti; Bukhari, Agussalim; Jafar, Nurhaedar; Ottoluwa, Anang; Razak Thaha, Abdul
Abstract: The nutritional status of a mother before and during pregnancy is important for a healthy pregnancy outcome. The preconception period is a critical time for improving the nutritional status of pregnant women and preventing pregnancy complications. (MMN) compared to iron folate (IFA). Methodology: A double-blind randomized cohort study was carried out in three districts of Luwuk, South Luwuk, and North Luwuk, Banggai Regency with a total sample of 19 pregnant women given MMN supplementation and IFA supplementation. See the effect of multi- micronutrient supplementation during pregnancy on MDA levels measured several times (preconception, trimester 1, trimester 2, trimester 3). Results: MMN supplementation group MDA levels from preconception (144.43) decreased in trimester 1 (127.60) to trimester 2 (130.94) again until trimester 3 (96.03), while the average IFA supplementation group MDA from preconception (110.54), increased in trimester 1 (153.87) increased again in trimester 2 (172.50) then decreased in trimester 3 (81.75), a decrease in MDA levels was better in the MMN supplementation group.</description>
    <dc:date>2021-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </item>
</rdf:RDF>

