<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/9817" />
  <subtitle />
  <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/9817</id>
  <updated>2026-04-11T15:28:21Z</updated>
  <dc:date>2026-04-11T15:28:21Z</dc:date>
  <entry>
    <title>FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI BARU LAHIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATUNADUA KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2023</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/9871" />
    <author>
      <name>SISKA, YELPI</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/9871</id>
    <updated>2025-05-20T03:46:14Z</updated>
    <published>2023-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI BARU LAHIR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATUNADUA KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2023
Authors: SISKA, YELPI
Abstract: Kolostrum berupa cairan berwarna kekuningan yang encer, atau dapat pula jernih, ini lebih dapat menyerupai darah putih yang dapat membunuh kuman penyakit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian kolostrum pada bayi baru lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study, Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi 0-40 hari di Wilayah Kerja Puskesmas Batunadua Kota Padangsidimpuan Tahun 2023 sebanyak 59 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan pemberian kolostrum pada bayi baru lahir terdapat pengetahuan yang tidak memberikan kolostrum sebanyak 62,7% dan pengetahuan yang memberikan kolostrum yaitu 37,3% dengan nilai (p=0,000) paritas yang tidak memberikan kolostrum sebanyak 62,7% dan memberikan kolostrum yaitu 37,3% dengan nilai (p=0,001) dan dukungan keluarga yang tidak memberikan kolostrum yaitu 62,7% dan yang memberikan yaitu 37,3% dengan nilai (p=0,003) pada bayi baru lahir. Diharapkan bagi ibu yang memiliki bayi dapat meningkatkan pengetahuan tentang pemberian kolostrum pada bayi baru lahir dengan mengikuti penyuluhan dari tenaga kesehatan untuk dapat memberikan kolostrum dalam rangka meningkatkan kualitas bayi dan pemenuhan nutrisi serta peningkatan kekebalan tubuh pada bayi.</summary>
    <dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>EVALUASI ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN BAYI USIA 6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BERINGIN JAYA KECAMATAN TORGAMBA KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN TAHUN 2023</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/9870" />
    <author>
      <name>PUTRI, WINDA RAHAYU</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/9870</id>
    <updated>2025-05-20T03:44:35Z</updated>
    <published>2023-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: EVALUASI ANTARA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN BAYI USIA 6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BERINGIN JAYA KECAMATAN TORGAMBA KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN TAHUN 2023
Authors: PUTRI, WINDA RAHAYU
Abstract: ASI adalah makanan yang adekuat bagi bayi dalam proses tumbuh kembang karena kandungannya seperti nutrient dan faktor protektif berperan untuk meningkatkan kecepatan metabolisme dan pertumbuhan sehingga menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan berat badan bayi usia 6 bulan yang diberi ASI eksklusif dan susu formula di wilayah kerja Puskesmas Beringin Jaya Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah ibu yang memilki bayi usia 6 bulan yang berkunjung ke Puskesmas Beringin Jaya Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan tahun 2023 yang berjumlah 46 bayi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dan pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data sekunder dari KMS. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon pada tingkat kepercayaan 95% (α ≤ 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar bayi yang diberi ASI eksklusif 14 (60,86%) mengalami kenaikan berat badan normal sesuai KBM sedangkan bayi yang diberi susu formula 17 (73,91%) mengalami kenaikan berat badan tidak normal sesuai KBM. Dari hasil penelitian yang dilakukan,uji Wilxocon harga Z hitung (4,472) ternyata lebih besar dari Z tabel (1,96). Kesimpulan: kenaikan berat badan bayi yang diberi ASI eksklusif lebih rendah dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula di wilayah kerja Puskesmas Beringin Jaya Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan tahun 2023.</summary>
    <dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KUNJUNGAN ANTENATAL (K1) DI UPTD PUSKESMAS RAWAT INAP SIPIONGOT KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA TAHUN 2023</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/9869" />
    <author>
      <name>SRG, SITI ERAWATI</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/9869</id>
    <updated>2025-05-20T03:42:33Z</updated>
    <published>2023-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KUNJUNGAN ANTENATAL (K1) DI UPTD PUSKESMAS RAWAT INAP SIPIONGOT KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA TAHUN 2023
Authors: SRG, SITI ERAWATI
Abstract: ANC merupakan program terencana berupa observasi, edukasi, dan penanganan medik pada ibu hamil, dengan tujuan menjaga agar ibu sehat dan terhindar dari kemungkinan adanya risiko-risiko yang terjadi selama kehamilan. Keberlangsungan pemeriksaan kesehatan selama kehamilan dapat dilihat dari kunjungan K1 indikator yang digunakan untuk menilai kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil yang merujuk pada periode trimester saat melakukan pemeriksaan kehamilan. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Kunjungan Antenatal (K1). Penelitian deskriptif dengan pengambilan sampel secara total sampling sebanyak 57 orang. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Rawat Inap Sipiongot Kabupaten Padang Lawas Utara. Hasil penelitian ini didapatkan berdasarkan pengetahuan dalam kategori cukup sebanyak 43,9% dan sebanyak 13,0% memiliki pengetahuan dalam kategori kurang. Sehingga diharapkan kepada petugas layanan kesehatan untuk tetap memberikan konseling serta dukungan yang positif dan pemahaman tentang pentingnya Kunjungan K1 terhadap Ibu Hamil sehingga dapat memberikan motivasi bagi ibu hamil untuk melakukan kunjungan K1 sampai dengan K4 secara lengkap.</summary>
    <dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>PERSEPSI BUDAYA BATAK MANDAILING DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATUNADUA KOTA PADANGSIDIMPUAN</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/9868" />
    <author>
      <name>REY, SISKA SABRINA</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/9868</id>
    <updated>2025-05-20T03:41:06Z</updated>
    <published>2023-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: PERSEPSI BUDAYA BATAK MANDAILING DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATUNADUA KOTA PADANGSIDIMPUAN
Authors: REY, SISKA SABRINA
Abstract: Ibu menyusui merupakan perilaku atau kodrat seorang ibu yang tidak dapat dipisahkan dari perspektif sosial yang diturunkan dari satu zaman ke zaman lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggali persepsi budaya masyarakat suku Batak Mandailing terkait pemberian ASI eksklusif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada beberapa ibu suku Batak Mandailing yang telah memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama pada anak-anak mereka. Informan pada penelitian ini sebanyak 11 orang dengan rincian 6 orang sebagai informan utama, 3 orang sebagai informan pendukung, dan 2 orang sebaai informan kunci. Informan adalah ibu menyusui yang telah berhasil dalam memberikan ASI eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa budaya Batak Mandailing yang mendukung dalam pemberian ASI eksklusif adalah keterikatan keluarga dan sosial sebagai pemberi dukungan untuk memberikan ASI eksklusif. Sedangkan, budaya yang tidak mendukung adalah adanya pantangan dan mitos pada pemberian ASI eksklusif. Puskesmas Batunadua belum mendukung tercapainya pemberian ASI secara elit, dengan alasan masih banyaknya larangan dan kecenderungan untuk mengoleskan madu pada bibir bayi.</summary>
    <dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

