<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/9747" />
  <subtitle />
  <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/9747</id>
  <updated>2026-11-01T14:26:15Z</updated>
  <dc:date>2026-11-01T14:26:15Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Formulasi &amp; Evaluasi SediaanBalsam dari Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc.) dan Biji Lada Putih (Piper album)</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14327" />
    <author>
      <name>ALFARIZY, FAUZY</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14327</id>
    <updated>2026-10-28T04:22:01Z</updated>
    <published>2024-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Formulasi &amp; Evaluasi SediaanBalsam dari Ekstrak Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc.) dan Biji Lada Putih (Piper album)
Authors: ALFARIZY, FAUZY
Abstract: Jahe Merah dan Lada putih merupakan tanaman yang banyak ditemukan di indonesia dan sering digunakan sebagai obat. Jahe merah mengandung oleoresin diantaranya gingerol dan shogaol yang dapat meredakan rasa nyeri dan Lada putih mengandung senyawa alkaloid utama yaitu senyawa piperin yang memiliki berbagai macam aktivitas terapeutik seperti analgetik, antipyretik, anti inflamasi dan antibakteri. Balsam merupakan sediaan yang penggunaannya di oleskan kekulit dengan tangan dan memberikan rasa panas yang sulit hilang dan menyegarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi serta evaluasi sifat fisik balsam jahe merah dan lada putih. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen. Dibuat dalam bentuk sediaan balsam dan dilakukan pengujian seperti uji organoleptis, uji homogenitas , uji daya sebar, uji pH, uji daya lekat, uji iritasi dan uji panelis. Hasil peneltitian menunjukkan uji organoleptis berupa bentuk semipadat, berwarna coklat tua, berbau menthol, homogenitas, dengan pH 4,50, uji daya sebar 6 cm, uji daya lekat selama 5,88 detik. Kesimpulan menunjukkan bahwa ekstrak rimpang jahe merah (Zingiber officinale Rosc) dan ekstrak biji lada putih (Piper album) dapat diformulasikan sebagai balsam dan berdasarkan evaluasi fisik sediaan balsam ekstrak rimpang jahe merah (Zingiber officinale Rosc) dan ekstrak biji lada putih (Piper album) yang paling baik adalah formulasi F3 dengan konsentrasi ekstrak rimpang jahe merah (Zingiber officinale Rosc) dan ekstrak biji lada putih (Piper album) yang lebih tinggi dari formula yang lainnya.</summary>
    <dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK BIJI PINANG (Areca catechu L.) DENGAN KULIT KAYU MANIS (Cinnamomum burmani (Nees &amp; T.Nees) Blume) TERHADAP MENCIT (Mus musculus L.)</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/12639" />
    <author>
      <name>LUBIS, MAYA LESTARI</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/12639</id>
    <updated>2025-08-08T03:02:52Z</updated>
    <published>2024-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK BIJI PINANG (Areca catechu L.) DENGAN KULIT KAYU MANIS (Cinnamomum burmani (Nees &amp; T.Nees) Blume) TERHADAP MENCIT (Mus musculus L.)
Authors: LUBIS, MAYA LESTARI
Abstract: Diabetes melitus merupakan penyakit dengan gejala hiperglikemia yang lebih tinggi dari normal. Kadar dari gula darah puasa ≥126 mg/dl, gula darah sewaktu ≥200 mg/dl. Penatalaksanaan bisa dilakukan dengan terapi farmakologi. biji pinang dapat mengatasi berbagai jenis penyakit salah satunya adalah diabetes. Kulit kayu manis merupakan bagian dari tanaman yang banyak digunakan sebagai rempah-rempah. kulit kayu manis juga banyak digunakan dalam mengatasi penyakit DM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya uji aktivitas antidiabetes ekstrak biji pinang(Areca catechu L.) dengan kulit kayu manis (Cinnamomum burmani (Nees &amp; T. Nees) Blume) terhadap mencit (Mus musculus L.). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eskperimen rancangan pretest posttest. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kimia dan Laboratorium Farmasetika Universitas Aufa Royhan pada bulan desember sampai dengan bulan agustus 2024 dengan sampel biji pinang, kulit kayu manis dan 15 mancit. Hasil analisis dengan menggunakan uji Anova. Hasil kadar gula darah dosis 400 mg/kg BB m terjadi penurunan sebesar 33,75 %, dosis 600 mg/kg BB penurunan sebesar 44,72 %, dosis 800 mg/kg BB penurunan sebesar 52,18 %. Maka disimpulkan ada pengaruh ekstrak biji pinang dan kulit kayu manis terhadap penurunan jumlah glukosa darah pada mencit selama 7 hari. Disarankan hasil penelitian ini nantinya dapat memberi manfaat untuk memberikan informasi mengenai pemberian biji pinang dan kulit kayu manis sebagai tanaman obat yang dapat menurunkan kadar gula dara pada pasien DM.</summary>
    <dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERBUK INSTAN KOMBINASI KAYU SECANG (Biancaea sappan (L.) Tod.) DAN JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe)</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/12636" />
    <author>
      <name>NASUTION, JUNI AFRIANI</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/12636</id>
    <updated>2025-08-08T03:02:01Z</updated>
    <published>2024-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERBUK INSTAN KOMBINASI KAYU SECANG (Biancaea sappan (L.) Tod.) DAN JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe)
Authors: NASUTION, JUNI AFRIANI
Abstract: Kayu secang (Biancaea sappan (L.) Tod.) dan Jahe merah (Zingiber officinale Roscoe) merupakan tanaman yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan karena kayu secang (Bian caea sappan (L.) Tod.) mengandung zat bioaktif yaitu flavonoid dan steroid dan Jahe merah (Zingiber officinale Roscoe) mengandung senyawa flavonoid, tanin, saponin, alkaloid dan juga terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan serbuk instan dari kombinasi kayu secang (Biancaea sappan (L.) Tod.) dan Jahe merah (Zingiber officinale Roscoe). Penelitian ini menggunakan metode eksprimental. Kayu secang dan jahe merah dibuat sediaan serbuk instan dan dibagi ke dalam 3 formula (FI, FII dan FIII). Analisis yang dilakukan meliputi uji kadar air, uji kadar abu, uji hedonik, uji organoleptik dan uji aktivitas antioksidan. Penelitian ini menghasilkan kombinasi serbuk instan kayu secang (Biancaea sappan (L.) Tod.) dan Jahe merah (Zingiber officinale Roscoe). Uji skrining yang menghasilkan bahwa kayu secang dan jahe merah (+) flavonoid, (+) tanin dan (+) steroid. Hasil penelitian menunjukkan uji organoleptik FI memiliki aroma khas jahe merah serta rasa yang tidak pahit dan tidak pedas dibandingkan FII dan FIII, Uji kadar air 1,57 %, Uji kadar abu 1,06, Uji aktivitas antioksidan (IC50) 149,3983 ppm dengan kategori aktivitas antioksidan yang di uji menggunakan metode DPPH dan FI memiliki Tingkat kesukaan paling tinggi dibandingkan FII dan FIII.</summary>
    <dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>FORMULASI EMULGEL EKSTRAK ETANOL TEBU MERAH (Saccharum officinarum L.) SEBAGAI ANTI-AGING</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/12635" />
    <author>
      <name>SIAHAAN, HAFNI OCTAVIANI</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/12635</id>
    <updated>2025-08-08T03:01:00Z</updated>
    <published>2024-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: FORMULASI EMULGEL EKSTRAK ETANOL TEBU MERAH (Saccharum officinarum L.) SEBAGAI ANTI-AGING
Authors: SIAHAAN, HAFNI OCTAVIANI
Abstract: Emulgel anti-aging termasuk sediaan kosmetik yang memiliki manfaat mengurangi dan menghilangkan kerutan pada kulit wajah. Ekstrak tebu merah memiliki antioksidan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif untuk anti-aging. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ekstrak tebu merah dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan emulgel dan mampu memberikan efek anti-aging. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental, meliputi pembuatan ekstrak tebu merah, formulasi sediaan, uji organoleptik, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, pengukuran pH, uji viskositas, uji hedonik, uji iritasi, dan uji efektivitas anti-aging pada kulit sukarelawan selama 4 minggu dengan konsentrasi ekstrak tebu merah 3%, 4,5%, 6%, dengan 3 uji parameter kadar air, pori, dan keriput. Hasil penelitian ini tebu merah diperoleh ekstrak dengan berat 560 gram, F0 memiliki warna putih tulang dan tidak berbau, F1 memiliki warna putih kekuningan, F2, dan F3 memiliki warna cream dan aroma khas tebu merah, pH rata-rata 5,08, viskositas sediaan rata-rata 2.539,5 cps, daya sebar rata-rata 5,4 cm, daya lekat rata-rata 1,60 detik dan tidak menyebabkan iritasi. Hasil efektivitas anti-aging menunjukkan adanya perubahan yang terjadi pada sukarelawan. Peningkatan perubahan yang baik terdapat pada F3 pada uji parameter keriput yaitu 29,8% jumlah keriput pada sukarelawan menjadi berkurang Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak tebu merah (Saccharum officinarum L) dapat diformulasikan sebagai emulgel anti-aging dan konsentrasi sediaan emulgel anti-aging yang baik adalah sediaan dengan konsentrasi F3.</summary>
    <dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

