<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/8104" />
  <subtitle />
  <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/8104</id>
  <updated>2026-04-09T06:43:27Z</updated>
  <dc:date>2026-04-09T06:43:27Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Pengembangan Nutrasetikal Es Krim Daun Kelor (Moringa oleifera L.)</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/8214" />
    <author>
      <name>Haq, Takdir Ul</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/8214</id>
    <updated>2024-11-20T03:56:35Z</updated>
    <published>2022-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pengembangan Nutrasetikal Es Krim Daun Kelor (Moringa oleifera L.)
Authors: Haq, Takdir Ul
Abstract: Tumbuhan kelor mulai dari buah, bunga, daun, kulit, biji, batang sampai akar memiliki manfaat yang penting. Salah satu kandungan yang paling menonjol dari kelor adalah antioksidan, terutama pada bagian daunnya mengandung antioksidan yang tinggi. Daun kelor mengandung antioksidan yang berupa antarquinon, flavonoid, tanin, steroid, alkaloid, triterpenoid, dan saponin. Daun kelor juga mengandung vitamin C, kalsium, vitamin B, zat besi, vitamin A, kalium dan protein dengan jumlah besar yang mudah dicerna dan diserap tubuh. Pemanfaatan tanaman kelor di Indonesia saat ini masih terbatas. Salah satu upaya meningkatkan pemanfaatan daun kelor yaitu melalui pengembangan produk nutrasetikal es krim daun kelor. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formulasi sediaan nutrasetikal es krim daun kelor  aktivitas antioksidannya. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan melakukan percobaan membuat serbuk daun kelor dengan metode pengeringan pada suhu ruang dan digunakan sebagai bahan tambahan dalam produk es krim serta diukur potensi antioksidanya. Penelitian ini menunjukkan serbuk daun kelor dapat diformulasi menjadi sediaan nutrasetikal es krim, aktivitas antioksidan serbuk daun kelor 50 mg dan es krim 5% tergolong lemah, serbuk Daun Kelor 100 mg dan 150 mg serta es krim 10% dan 15% tergolong sedang dan aktivitas antioksidan serbuk daun kelor tidak mengalami perubahan setelah diformulasi menjadi sediaan nutrasetikal es krim daun kelor.</summary>
    <dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengaruh Fraksi Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) terhadap Fungsi Hati dan Ginjal Tikus Diinduksi Parasetamol</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/8209" />
    <author>
      <name>Rahimah, Sitti</name>
    </author>
    <author>
      <name>Awaluddin, Akbar</name>
    </author>
    <author>
      <name>Wahyuddin, Nurzadrina</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/8209</id>
    <updated>2024-11-20T03:47:13Z</updated>
    <published>2022-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pengaruh Fraksi Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) terhadap Fungsi Hati dan Ginjal Tikus Diinduksi Parasetamol
Authors: Rahimah, Sitti; Awaluddin, Akbar; Wahyuddin, Nurzadrina
Abstract: Hati dan ginjal merupakan organ yang berperan dalam metabolisme dan ekskresi zat-zat yang masuk ke dalam tubuh sehingga menjadi target toksisitas dari xenobiotic dan bahan-bahan kimia lainnya termasuk obat. Antioksidan eksogen sangat diperlukan oleh tubuh untuk mengatasi dan mencegah terjadinya stres oksidatif. Fraksi dari ekstrak daun asam jawa (Tamarindus indica L) memiliki aktivitas antioksidan sehingga berpotensi untuk melindungi tubuh dari radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian fraksi daun asam jawa terhadap kadar AST, ALT dan kreatinin pada tikus (Rattus norvegicus) yang diinduksi dengan paracetamol dosis toksik. Hewan coba dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok I diberi induksi paracetamol (kontrol negatif), kelompok II diberi fraksi etil asetat daun asam jawa 200 mg/kgBB dan induksi paracetamol, sedangkan kelompok III diberi fraksi n-Heksan daun asam jawa 200 mg/kgBB dan induksi paracetamol, serta kelompok IV tanpa perlakuan (kontrol positif). Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji One Way Anova dan LSD (Post Hoc) menunjukkan fraksi etil asetat tidak berbeda signifikan (p-value &gt;0.05) dengan kelompok kontrol positif maupun dengan kelompok fraksi n-heksan, namun berbeda signifikan dengan kelompok kontrol negatif (p-value &lt;0.05). Fraksi etil asetat dan fraksi n-heksan daun asam jawa dapat menekan peningkatan kadar AST, ALT dan kreatinin tikus yang diinduksi paracetamol.</summary>
    <dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Determination of HPLC Chromatogram Profile of Katuk  (Breynia androgyna (L.) Chakrab.  &amp; N.P.Balakr) Plants from  Ristoja's Results using Chemometric Analysis</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/8195" />
    <author>
      <name>Yunarto, Nanang</name>
    </author>
    <author>
      <name>Alegantina, Sukmayati</name>
    </author>
    <author>
      <name>Isnawati, Ani</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/8195</id>
    <updated>2024-11-20T02:33:09Z</updated>
    <published>2022-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Determination of HPLC Chromatogram Profile of Katuk  (Breynia androgyna (L.) Chakrab.  &amp; N.P.Balakr) Plants from  Ristoja's Results using Chemometric Analysis
Authors: Yunarto, Nanang; Alegantina, Sukmayati; Isnawati, Ani
Abstract: The katuk plant was known as Sauropus androgynous (L.) Merr, but the name is changed to Breynia androgyna (L.) Chakrab. &amp; N.P. Balakr since the publication of Chakrab's &amp; N.P. Balakr in the 2012 Journal of Plant Taxonomists. The content of chemical compounds and secondary metabolites of katuk leaf are strongly influenced by different habitat or location. Therefore, the Center for Research and Development of Medicinal Plants and Traditional Medicines, National Institute of Health Research and Development (NIHRD) has conducted Research on medicinal plants and herbs (RISTOJA) results on 58 samples of katuk plants originating from 7 provinces and used by 13 ethnic groups in Indonesia. This study aims to obtain plant quality based on the description of the High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) chromatogram profile, in order to obtain the suitability of the efficacy of medicinal plants with their benefits for the community in an area. Test using HPLC with a gradient mobile phase, a mixture of acetonitrile and methanol for 60 minutes. The results of the chromatogram were analyzed chemometric by using Principal Component Analysis (PCA) data interpretation. PCA results showed that from HPLC chromatograms at 254 nm and 366 nm, each gave 3 different clusters, namely clusters A, B and C where each cluster has the same chromatogram profile of katuk plants. Cluster A which was identified at a wavelength of 254 nm was the most used cluster by 7 ethnic groups with a total of 28 katuk samples. Similarly, the chromatogram at a wavelength of 366 nm with the largest cluster is cluster A which is used by 11 ethnic groups with a total of 45 samples of katuk plants. where each cluster had the same chromatogram profile of katuk Plants.</summary>
    <dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengaruh Variasi Media Pertumbuhan terhadap Aktivitas Peredaman Radikal Bebas DPPH Ekstrak Kapang Endofit Isolat Cb.D1</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/8189" />
    <author>
      <name>Purnamasari, Ayu</name>
    </author>
    <author>
      <name>Andriyaningsih, Fitri</name>
    </author>
    <author>
      <name>Pamungkas, Riska Andriani</name>
    </author>
    <author>
      <name>Septiana, Eris</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/8189</id>
    <updated>2024-11-20T02:21:30Z</updated>
    <published>2022-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pengaruh Variasi Media Pertumbuhan terhadap Aktivitas Peredaman Radikal Bebas DPPH Ekstrak Kapang Endofit Isolat Cb.D1
Authors: Purnamasari, Ayu; Andriyaningsih, Fitri; Pamungkas, Riska Andriani; Septiana, Eris
Abstract: Kapang endofit merupakan salah satu sumber senyawa antioksidan di alam. Rendahnya perolehan ekstrak dan senyawa aktif yang dihasilkan menjadi salah satu faktor pembatas pemanfaatan kapang endofit sebagai sumber senyawa antioksidan alami. Modifikasi media pertumbuhan merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi media yang meliputi sumber karbon dan nitrogen serta pH awal fermentasi yang berbeda terhadap aktivitas antioksidan melalui peredaman radikal bebas DPPH ekstrak kapang endofit Cb.D1 yang diisolasi dari daun tanaman kayu manis. Perbanyakan kultur menggunakan media cair basal Czapek Dox Broth dengan kecepatan agitasi 120 rpm pada suhu ruang selama 14 hari. Sumber karbon yang digunakan ialah glukosa, sukrosa, dan pati. Sumber nitrogen yang digunakan ialah natrium nitrat, amonium nitrat, dan yeast extract. Kondisi pH awal yang digunakan ialah pH 5, 7, dan 9 serta etil asetat sebagai pelarut ekstraksi. Hasil yang didapatkan yaitu penggantian sumber nitrogen, karbon, dan kondisi pH awal dapat meningkatkan perolehan biomassa ekstrak kapang endofit Cb.D1. Media pertumbuhan terbaik untuk perolehan biomassa ekstrak ialah yang mengandung glukosa, yeast extract, dan pH awal 9. Penggantian sumber nitrogen dan pH awal dapat meningkatkan aktivitas ekstrak dalam meredam radikal bebas DPPH dibandingkan dengan penggantian sumber karbon. Aktivitas peredaman radikal bebas DPPH tertinggi didapatkan dari ekstrak kapang endofit Cb.D1 yang ditumbuhkan pada media yang mengandung sukrosa dan natrium nitrat sebagai sumber karbon dan nitrogen serta pH awal 5. Variasi media pertumbuhan kapang endofit isolat Cb.D1 berpengaruh terhadap aktivitas ekstraknya dalam meredam radikal bebas DPPH.</summary>
    <dc:date>2022-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

