<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6861" />
  <subtitle />
  <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6861</id>
  <updated>2026-05-01T06:22:05Z</updated>
  <dc:date>2026-05-01T06:22:05Z</dc:date>
  <entry>
    <title>A Scoping Review of Disposal of Unused Medicines in Take-Back Programs</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6890" />
    <author>
      <name>Alifia Rahmadani, Mufti</name>
    </author>
    <author>
      <name>Ari Kristina, Susi</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6890</id>
    <updated>2024-10-28T08:03:50Z</updated>
    <published>2021-03-17T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: A Scoping Review of Disposal of Unused Medicines in Take-Back Programs
Authors: Alifia Rahmadani, Mufti; Ari Kristina, Susi
Abstract: ABSTRACTUnused medicines in the household cause many problems. Medicines take-back programs were established to prevent inappropriate medicines disposal, abuse, accidental poisoning, and help reduce the  number  of  unused  medicines  in households. A literature search using the keywords “unused  AND medicine”, “disposal AND unused AND medicine”, “reasons AND medicine AND disposal”, “medicine AND take-back program” and “cost AND medicine AND take-back program” in PubMed, Science Direct, Scopus and Google Scholar. Articles published in 2010 –2020 in English report the medicine take-back program with the number of medicines and/or reasons for the return and/or economic value of medicines collected in the medicines take-back program. A total of 16 articles were included in the criteria for this systematic review. The medicinetake-back program was majority-owned in the US (69%). Two programs focus on returning  controlled  medicines.  Gastrointestinal,  respiratory,  cardiovascular,  antimicrobial,and  non-narcotic  analgesicswere  the  most  common  of  all  medicines  returned.  The  expired  medicine  and treatment discontinuation by (doctors/prescribers) were the most reason medicine was returned to the medicines take-back program.The total cost of all medicines returned topped $1,118,020. Medicinetake-back   program   was   an   essential   solution   to   the   inappropriate   medicine   disposal   problem.  Good coordination was required between the government and other authorities.This medicine take-back issues can help solve the problems of medicine use, storage, and disposal that lead to the country's economy.Keywords: Medicines Take-Back Program;Disposal;Cost;Waste;Reason</summary>
    <dc:date>2021-03-17T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengembangan  Kuisioner  Udayana  untuk Penilaian  Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Kefarmasian oleh Apoteker di Pusat Kesehatan Masyarakat</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6886" />
    <author>
      <name>Febryana Larasanty, Luh Putu</name>
    </author>
    <author>
      <name>Krisna Adi Jay, Made</name>
    </author>
    <author>
      <name>Widyani Astuti, Ketut</name>
    </author>
    <author>
      <name>Martadi Santika, I Wayan</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6886</id>
    <updated>2024-10-28T07:55:18Z</updated>
    <published>2021-03-17T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pengembangan  Kuisioner  Udayana  untuk Penilaian  Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Kefarmasian oleh Apoteker di Pusat Kesehatan Masyarakat
Authors: Febryana Larasanty, Luh Putu; Krisna Adi Jay, Made; Widyani Astuti, Ketut; Martadi Santika, I Wayan
Abstract: ABSTRAKImplementasi  pelayanan  kefarmasian  oleh  apoteker  pada  pusat  kesehatan masyarakat  diatur dalam  Peraturan  Menteri  Kesehatan  No.  74  tahun  2016.  Berdasarkan  peraturan  tersebut,  evaluasi terhadap  pelayanan  kefarmasian  sangat  diperlukan  untuk  menjamin  kualitas  mutu  pelayanan  yang diberikan oleh apoteker. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kuisioner Udayana yang dapat digunakan  untuk  mengevaluasi  mutu  pelayanan  kefarmasian  yang  dilakukan  oleh  apoteker  di  pusat kesehatan masyarakat.  Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif (survei) yang dilaksanakan dalam 2  tahap  kegiatan.  Tahap  pertama  adalah  merancang  kuisioner  Udayana,  kemudian  dilanjutkan  tahap kedua   dengan   melakukan   uji   validitas   dan   reliabilitas   kuisioner.   Pernyataan   dalam   kuisioner dikembangkan  berdasarkan  Peraturan  Menteri  Kesehatan  No.  74  tahun  2016  menghasilkan  31  butir pernyataan yang terbagi dalam 5 dimensi pelayanan. Uji validitas logis menghasilnya 30 butir pernyataan yang dinilai valid oleh penilai pakar. Uji validitas isi dilakukan dengan menghitung nilai content validity ratio (CVR) dan nilai content validity index (CVI). Hasil CVR dan CVI menunjukkan terdapat 7 pernyataan yang dieliminasi karena tidak valid (nilai CVR&lt;0,99 dan CVI&lt;70%). Uji validitas konstruk dan uji reliabilitas dilakukan pada 384 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Ujivaliditas kontruk menghasilkan 23 butir pernyataan yang valid (r = 0,148). Nilai Cronbach's Alpha untuk uji reliabilitas adalah lebih besar dari 0,6 yang mana menunjukkan bahwa seluruh pernyataan Udayana yang valid dinyatakan reliabel. Berdasarkan uji validitas dan reliabilitas, terdapat 23 butir penyataan kuisioner Udayana yang dapat digunakan untuk evaluasi mutu pelayanan kefarmasian di pusat kesehatan masyarakat.Kata Kunci : apoteker; evaluasi mutu; kuisioner; pelayanan kefarmasian; pusat Kesehatan masyarakat</summary>
    <dc:date>2021-03-17T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Outpatient Parenteral  Antimicrobial Treatment  as  a  Means to Reduce Cost Infected Diabetic Ulcer Patients</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6882" />
    <author>
      <name>Sinorita, Hemi</name>
    </author>
    <author>
      <name>Humardewayanti Asdie, Rizka</name>
    </author>
    <author>
      <name>Hartati, Tri</name>
    </author>
    <author>
      <name>Sumarningsih, Pebriati</name>
    </author>
    <author>
      <name>Rahayu, Titik</name>
    </author>
    <author>
      <name>Puspitasari, Ika</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6882</id>
    <updated>2024-10-28T07:44:39Z</updated>
    <published>2021-03-17T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Outpatient Parenteral  Antimicrobial Treatment  as  a  Means to Reduce Cost Infected Diabetic Ulcer Patients
Authors: Sinorita, Hemi; Humardewayanti Asdie, Rizka; Hartati, Tri; Sumarningsih, Pebriati; Rahayu, Titik; Puspitasari, Ika
Abstract: ABSTRAKUlkus  diabetik  terinfeksi  memerlukan  terapi  antibiotik  yang  tepat  untuk  menghindari  risiko amputasi.   Tujuan   utama   program Outpatient   Parenteral   Antimicrobial   Treatment(OPAT) adalah memungkinkan pasien memperoleh terapi antibiotik parenteral dengan aman dan efektif tanpa menjalani rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan biaya pemberian antibiotika parenteral dan kualitas hidup pasien antara pasien ulkus diabetik terinfeksi yang memperoleh pelayanan rawat inap dan OPAT. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian ini adalah quasi experimental pada pasien ulkus  diabetika  yang  terinfeksi  di  di  RSUP  dr.  Sardjito  Agustus  2019  sampai  April  2020  dengan  kriteria inklusi pasien umur ≥ 18 tahun; kondisi klinis stabil; sudah didapatkan hasil kultur swab dasar luka, dengan kriteria   eksklusi   pasien imunocompromiseda(pasien   kanker   dan   pasien   transplantasi   organ  yang mendapatkan terapi imunosuppresan serta pasien HIV). Pasien mendapat perawatan luka dua kali dalam seminggu  di  poliklinik  endokrin  untuk  dinilai outcomeklinisnya  dan  pada  akhir  pengobatan  mengisi kuisioner kualitas hidup SF36. Selanjutnya dihitung biayanya dan dianalisa perbedaan kualitas hidup serta biaya antara OPAT dibanding rawat inap. Selama penelitian terdapat 15 pasien kelompok OPAT dan 15 pasien  kelompok  rawat  inap.  Dari  sisi  perbaikan klinis  terdapat  perbedaan  yang  bermakna  antara  skor PEDIS  kelompok  OPAT  terhadap  kelompok  Rawat  Inap  (p  =  0,007).  Pembiayaan  pelayanan  OPAT menghemat  biaya medik langsung sebanyak 75,77% dari pembiayaan pelayanan rawat inap dengan total pelayanan  OPAT  sebesar  Rp  2.556.117,-dan  pelayanan  rawat  inap  sebesar  Rp  10.549.487,-. Terdapat  perbedaan yang bermaknapada beberapa domain kualitas hidup  yaitu domain fungsi peran emosional (p=0,045); domain fungsi sosial (p&lt;0,01) dan score MCS (Mental Component Summary (p=0,005). OPAT meningkatkan 3 domain fungsi ini.Kata Kunci : biaya; kualitas hidup;OPAT;ulkus diabet terinfeksi</summary>
    <dc:date>2021-03-17T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Apa yang Direkomendasikan Apoteker untuk Tatalaksana Diare Akutpada Anak?Sebuah Survei di Wilayah Timur Kota Surabaya</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6877" />
    <author>
      <name>Fidya Ningsih, Linda</name>
    </author>
    <author>
      <name>Prayitno Setiadi, Adji</name>
    </author>
    <author>
      <name>Rahem, Abdul</name>
    </author>
    <author>
      <name>Brata, Cecilia</name>
    </author>
    <author>
      <name>Irawati Wibowo, Yosi</name>
    </author>
    <author>
      <name>Setiawan, Eko</name>
    </author>
    <author>
      <name>Victoria Halim, Steven</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6877</id>
    <updated>2024-10-28T07:34:37Z</updated>
    <published>2021-03-17T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Apa yang Direkomendasikan Apoteker untuk Tatalaksana Diare Akutpada Anak?Sebuah Survei di Wilayah Timur Kota Surabaya
Authors: Fidya Ningsih, Linda; Prayitno Setiadi, Adji; Rahem, Abdul; Brata, Cecilia; Irawati Wibowo, Yosi; Setiawan, Eko; Victoria Halim, Steven
Abstract: ABSTRAKKetepatan pemberian rekomendasi merupakan salah satu faktor penting dalam upaya mencegah morbiditas  danmortalitas  pada  kasus  diare  akut  anak  di  komunitas.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui  jenis  dan  ketepatan  rekomendasi  yang  diberikan  oleh  apoteker  komunitas  di  sebuah  kota besar   di   Indonesia   pada   kasus   diare   akut   anak.   Penelitian   potong   lintang   inidilakukan   dengan menggunakan  sebuah  kuesioner  yang  terdiri  dari dua  bagian:i)karakteristik  partisipan  dan ii) sebuah kasus diare akut anak tanpa komplikasi dan tanpa gejala lain yang membahayakan. Rekomendasi yang dikatakan tepat dalam penelitian ini adalah pemberian kombinasi oral rehydration solution(ORS) dan Zink baik  dengan/tanpa  disertai  dengan  rekomendasi  yang  lain.  Data  dianalisis  secara  deskriptif  dengan menggunakan SPSS versi 22. Total terdapat 84 apoteker memberikan persetujuan untuk terlibat dalam penelitian  ini.  Sebagian  besar  apoteker  (73,81%)  merupakan  apoteker  penanggung  jawab  apotek  dan lebih dari 50% menyelesaikan pendidikan profesi apoteker antara tahun 2010-2019. Jenis rekomendasiyang   diberikan   dapatdikelompokkan   menjadi:   rujuk   ke   dokter,   pemberian   obat,   pemeriksaan laboratorium, dan terapi non-farmakologi. Rekomendasi yang paling banyak diberikan adalah produk obat (97,62%)  dengan  atau  tanpa  disertai  dengan  pemberian  rekomendasi  lain.  Sedangkan  rekomendasi berupa rujukan ke dokter diberikan oleh 22 apoteker (26,19%). Sebanyak 13,09%apoteker memberikan rekomendasi secara tepat. Hasil penelitian ini mengindikasikan perlunya upaya untuk mengoptimalkan peran  apoteker  komunitas  dalam  tatalaksana  kasus  diare  akut  pada  anak.  Penelitian  terkait  analisis kebutuhan apoteker komunitas, baik melalui pendekatan kualitatif maupun kuantitatif, diharapkan dapat menjadi langkah awal sebelum menetapkan upaya intervensi lebih lanjut.Kata Kunci : Apoteker Komunitas; Indonesia; Pemberian Rekomendasi; Survei Berbasis Kasus</summary>
    <dc:date>2021-03-17T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

