<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection: 358 - 446</title>
  <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6407" />
  <subtitle>358 - 446</subtitle>
  <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6407</id>
  <updated>2026-04-09T08:17:32Z</updated>
  <dc:date>2026-04-09T08:17:32Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Efektivitas terapi perilaku kognitif untuk terapi depresi pada mahasiswa keperawatan</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6417" />
    <author>
      <name>Jatnika, Galih</name>
    </author>
    <author>
      <name>Badrujamaludin, Asep</name>
    </author>
    <author>
      <name>Ismafiaty, Ismafiaty</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6417</id>
    <updated>2024-09-25T14:20:08Z</updated>
    <published>2023-09-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Efektivitas terapi perilaku kognitif untuk terapi depresi pada mahasiswa keperawatan
Authors: Jatnika, Galih; Badrujamaludin, Asep; Ismafiaty, Ismafiaty
Abstract: Pendahuluan: Depresi termasuk gangguan proses dan isi pikir yang ditandai dengan rasa kesedihan, kehilangan harapan dan kehilangan minat di hampir semua aktivitas. Depresi merupakan penyebab paling sering gangguan kesehatan mental dan penyebab disabilitas tertinggi pada penduduk di Indonesia selama 3 dekade terakhir. Depresi lebih sering terjadi pada usia 15 – 24 tahun atau pada rentang remaja dengan angka kejadian sebesar 6.2 % dan mengalami peningkatan tujuh kali lipat selama pandemi Covid-19 yang bisa berdampak adanya situasi stress full bagi mahasiswa yang memperberat atau menimbulkan gangguan depresi pada mahasiswa keperawatan. Diperlukan upaya untuk merekonstruksi dari pikiran negatif menjadi pikiran positif melalui cognitive behavior therapy. Tujuan: Untuk mengidentifikasi efektivitas cognitive behavior therapy terhadap depresi di dalam kondisi pandemi Covid-19 pada mahasiswa Fitkes Unjani. Metode: Pre eksperimen dengan one group pre-test and post-test. Responden pada penelitian ini merupakan mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan S1 Fitkes Unjani sebanyak 20 responden. Responden diberikan intervensi cognitive behavior therapy sebanyak III sesi selama 3 minggu. Untuk memastikan adanya penurunan gejala depresi dilakukan pengukuran depresi menggunakan Beck Depression index (BDI) pada saat sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Selanjutnya data penelitian dilakukan analisis menggunakan uji t dependen. Hasil: Didapatkan rerata depresi sebelum diberikan intervensi sebesar 26.25 sedangkan rerata depresi setelah diberikan pemberian cognitive behavioral therapy sebesar 34.65. Simpulan: Cognitive behavioral therapy menjadi salah satu pilihan intervensi dalam menurunkan depresi walaupun hasil dalam penelitian ini tidak terbukti secara efektif dapat menurunkan depresi pada mahasiswa keperawatan Fitkes Unjani.</summary>
    <dc:date>2023-09-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Riwayat status gizi, pemberian ASI eksklusif dan kejadian diare pada balita</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6416" />
    <author>
      <name>Sasmito, Priyo</name>
    </author>
    <author>
      <name>Setyosunu, Destiana</name>
    </author>
    <author>
      <name>Sadullah, Irmawati</name>
    </author>
    <author>
      <name>Natsir, Ramdhani Muhammad</name>
    </author>
    <author>
      <name>Sutriyawan, Agung</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6416</id>
    <updated>2024-09-25T14:17:47Z</updated>
    <published>2023-09-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Riwayat status gizi, pemberian ASI eksklusif dan kejadian diare pada balita
Authors: Sasmito, Priyo; Setyosunu, Destiana; Sadullah, Irmawati; Natsir, Ramdhani Muhammad; Sutriyawan, Agung
Abstract: Pendahuluan: Kejadian diare menjadi penyebab kematian kedua pada anak di bawah 5 tahun. Kegawatdaruratan kejadian diare disebabkan oleh status gizi dan tidak diberikannya ASI eksklusif pada anak, sehingga kejadian diare pada balita masih menjadi permasalahan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan status gizi dan ASI eksklusif dengan kegawatdaruratan kejadian diare pada balita. Metode: Menggunakan desain diskriktif korelational dengan retrospektif, menggunakan kasus and control. Populasi kasus adalah balita yang mengalami diare dan populasi kontrol ada balita yang tidak mengalami diare. Sampel diambil sebanyak 70 balita. Instrument yang digunakan adalah kuesioner. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah purposive sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan status gizi dengan kejadian diare pada balita (p=0.007, OR=6.1), dan ada hubungan ASI eksklusif dengan kejadian diare pada balita (p=0.001, OR=8.0). Simpulan: Kelompok kasus lebih banyak balita dengan status gizi tidak normal dibandingkan kelompok kontrol, dan balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol, sehingga balita dengan status gizi tidak normal dan tidak mendapatkan ASI eksklusif lebih berpeluang menderita diare saat balita. Saran: Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk melakukan pendidikan kesehatan kepada masyarakat khususnya upaya perbaikan gizi pada anak dan pemberian ASI eksklusif.</summary>
    <dc:date>2023-09-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis distres psikologis mahasiswa keperawatan pada era pandemi Covid-19</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6415" />
    <author>
      <name>Saluy, Priscillia M.</name>
    </author>
    <author>
      <name>Lainsamputty, Ferdy</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6415</id>
    <updated>2024-09-25T14:13:14Z</updated>
    <published>2023-09-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis distres psikologis mahasiswa keperawatan pada era pandemi Covid-19
Authors: Saluy, Priscillia M.; Lainsamputty, Ferdy
Abstract: Pendahuluan: Masalah psikologis seperti stres sering ditemukan pada mahasiswa, terutama mahasiswa keperawatan yang memiliki intensitas kontak yang tinggi dengan pasien. Hal ini diperparah dengan keadaan pandemi Covid-19 yang menimbulkan ketakutan akan terinfeksi penyakit. Tujuan: Untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor sosiodemografi, data terkait Covid-19, dan stres pada mahasiswa profesi ners di masa pandemi. Metode: Penelitian ini berdesain deskriptif korelasi dan cross-sectional yang melibatkan 105 sampel yang diseleksimenggunakan teknik purposive sampling. Kuesioner utama yang digunakan yaitu Depression Anxiety Stress Scale-42 (DASS-42), khususnyauntuk domain stres. Uji T tidak berpasangan, ANOVA satu arah, dan Korelasi Pearson digunakan dalam menguji hubungan antar variabel penelitian. Hasil: Ada perbedaan skor stres yang signifikan berdasarkan semester (t=1,02;p=0,02). Umur berkorelasi negatif dan signifikan dengan skor stres (r=-0,20; p=0,03). Simpulan: Responden yang berusia lebih muda dan berada di semester kedua menderita stres yang lebih parah.</summary>
    <dc:date>2023-09-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6414" />
    <author>
      <name>Berliana, Ica</name>
    </author>
    <author>
      <name>Irianto, Torry Duet</name>
    </author>
    <author>
      <name>Nuryani, Dina Dwi</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6414</id>
    <updated>2024-09-25T14:10:36Z</updated>
    <published>2023-09-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi
Authors: Berliana, Ica; Irianto, Torry Duet; Nuryani, Dina Dwi
Abstract: Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian dini didunia dan penyebab utama komplikasi penyakit lainnya seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal,dan kebutaan. Jumlah penderita hipertensi didunia terus meningkat setiap tahunnya. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di ruang rawat jalan Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin tahun 2022. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah semua pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin tahun 2022. Sampel penelitian ini berjumlah 178 responden. Instrumen penelitian dengan kuesioner. Analisa data yang digunakan untuk analisa univariat distribusi frekuensi, analisa bivariat menggunakan uji chi square dan analisa multivariate menggunakan regressi logistic ganda. Hasil: Penelitian ini didapatkan analisa univariat variabel hipertensi stadium I 55,1%, aktivitas fisik kurang 51,7%, konsumsi buah dan sayur yang kurang 62,4%, konsumsi makanan asin &lt;1 kali/hari 57,9%, status gizi ideal 58,4%, bukan perokok 65,7% dan analisa bivariat p-value variabel aktivits fisik (0,000), konsumsi buah dan sayur (0,000), konsumsi makanan asin (0,000), obesitas (0,000), merokok (0,003). dan analisa multivariat faktor yang paling dominan mempengaruhi adalah variabel aktivitas fisik dengan nilai exp (B) 9,086. Simpulan: Terdapat hubungan pada variable aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, konsumsi makanan asin, status gizi dan merokok dengan kejadian hipertensi dengan nilai p-value &lt; α (0,05). Aktivitas fisik merupakan variable dominan yang mempengaruhi kejadian hipertensi dengan nilai (p-value: 0,000) dan dengan nilai OR 9,086. Saran: Dalam pengendalian hipertensi untuk dapat memperhatikan dan menghindari faktor-faktor yang dapat menyebabkan tingginya tingkat stadium hipertensi, dimana faktor yang paling dominan yaitu aktivitas fisik. Sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya hipertensi stadium lebih lanjut. Disarankan untuk melakukan aktivitas fisik cukup yaitu jika aktivitas berat ≥3 hari/minggu dan MET ≥1500 atau jika aktivitas sedang ≥150 menit selama ≥5 hari/minggu.</summary>
    <dc:date>2023-09-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

