<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection: 191 - 288</title>
  <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6220" />
  <subtitle>191 - 288</subtitle>
  <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6220</id>
  <updated>2026-04-09T06:43:26Z</updated>
  <dc:date>2026-04-09T06:43:26Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Implementasi layanan telemedicine di masa pandemi Covid-19: Literature review</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6247" />
    <author>
      <name>Mauliana, Resty</name>
    </author>
    <author>
      <name>Misnaniarti, Misnaniarti</name>
    </author>
    <author>
      <name>Syakurah, Rizma Adlia</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6247</id>
    <updated>2024-09-24T05:08:25Z</updated>
    <published>2022-06-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Implementasi layanan telemedicine di masa pandemi Covid-19: Literature review
Authors: Mauliana, Resty; Misnaniarti, Misnaniarti; Syakurah, Rizma Adlia
Abstract: Pendahuluan: Telemedicine merupakan layanan kesehatan jarak jauh dengan memakai komunikasi audio, visual, dan data, termasuk perawatan, diagnosis, konsultasi, dan pengobatan, serta pertukaran data medis. Dalam pelaksanaan layanan telemedicine, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak termasuk pasien dan fasilitas layanan kesehatan. Tujuan: Menganalisis implementasi layanan telemedicine di masa pandemi Covid-19. Metode: Penelitian literature review dengan database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Penilaian dan kualitas artikel dalam penelitian ini menggunakan instrumen Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis. Hasil: Berdasarkan hasil pencarian, didapatkan 9 artikel relevan dan sesuai dengan kriteria inklusi penelitian. Dari 9 artikel tersebut, diperoleh 5 hal terkait implementasi layanan telemedicine dan 3 faktor yang dapat memengaruhi layanan telemedicine. Simpulan: 5 hal terkait implementasi layanan telemedicine yaitu kelebihan dan kekurangan, manfaat, faktor yang memengaruhi, dan implementasi layanan telemedicine pada masa pandemi Covid-19. Kemudian 3 faktor yang dapat memengaruhi layanan telemedicine yaitu keuangan, infrastruktur teknologi, serta aturan dan peraturan organisasi.</summary>
    <dc:date>2022-06-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengetahuan gizi, pola asuh, dan asupan makanan dengan status gizi bayi dan balita</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6246" />
    <author>
      <name>Sari, Citra Indah</name>
    </author>
    <author>
      <name>Wathan, Fika Minata</name>
    </author>
    <author>
      <name>Rahmawati, Eka</name>
    </author>
    <author>
      <name>Silaban, Titin Dewi Sartika</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6246</id>
    <updated>2024-09-24T05:03:09Z</updated>
    <published>2022-06-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pengetahuan gizi, pola asuh, dan asupan makanan dengan status gizi bayi dan balita
Authors: Sari, Citra Indah; Wathan, Fika Minata; Rahmawati, Eka; Silaban, Titin Dewi Sartika
Abstract: Pendahuluan: Status gizi adalah keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. WHO 2018 menyatakan pada tahun 2017 di dunia sekitar 7,5% atau 50,5 juta balita mengalami gizi kurang yang berdampak gagal tumbuh kembang. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan: pengetahuan gizi, pola asuh, dan asupan makanan dengan status gizi bayi dan balita Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dilakukan pada bulan Januari-Februari 2022 di desa Tanjung Ning Lama. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi atau balita dengan sampel sebanyak 83 responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Hasil analisis menggunakan uji statistik yaitu uji chi-square untuk melihat analisis univariat dan bivariat. Hasil: Menunjukkan pengetahuan gizi baik 57 responden dengan persentase 68,7%, asupan makanan baik 53 responden dengan persentase 63,9%, pola asuh kurang baik 47 responden dengan persentase 56,6%, dan status gizi baik 52 responden dengan persentase 62,7%. Sedangkan hasil analisis bivariat pengetahuan ibu baik 80,8% (p-value = 0,005, OR: 4,480), asupan makanan baik 75% (p-value = 0,012. OR: 1,415), pola asuh buruk 74,2% (p-value = 0,012. OR: 1,415), pola asuh buruk 74,2% (p- nilai = 0,012 dan OR: 3,354) bahwa ada hubungan parsial dengan status gizi balita dan bayi. Simpulan: Ada hubungan antara pengetahuan ibu, asupan makanan, dan pola asuh secara simultan dengan status gizi bayi dan balita.</summary>
    <dc:date>2022-06-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengaruh terapi akupresur terhadap intensitas nyeri dismenore</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6245" />
    <author>
      <name>Jatnika, Galih</name>
    </author>
    <author>
      <name>Badrujamaludin, Asep</name>
    </author>
    <author>
      <name>Yuswandi, Yuswandi</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6245</id>
    <updated>2024-09-24T04:57:06Z</updated>
    <published>2022-06-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pengaruh terapi akupresur terhadap intensitas nyeri dismenore
Authors: Jatnika, Galih; Badrujamaludin, Asep; Yuswandi, Yuswandi
Abstract: Pendahuluan: Dismenorea merupakan ketidaknyamanan berupa rasa nyeri pada saat terjadi menstruasi. Dismenorea yang terjadi pada remaja apabila tidak ditangani akan berdampak terhadap pola aktivitas seharihari, tidak masuk sekolah atau bolos kuliah, produktivitas yang menurun, penurunan konsentrasi dan kemudian bisa menyebabkan penurunan prestasi. Terapi akupresur merupakan terapi pada titik akupunktur tanpa menggunakan jarum melainkan dengan pijatan menggunakan jari tangan. Terapi akupresur dapat dilakukan dengan cara memijat titik meridian tubuh Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi Akupresur terhadap intensitas nyeri dismenore Metode: Penelitian quasi eksperiment dengan rancangan yang digunakan adalah pretest-posttest with control group design. Kelompok intervensi dilakukan intervensi terapi akupresur pada titik SP 6, sedangkan pada kelompok kontrol tidak dilakukan hanya diberikan edukasi tentang terapi akupresur dan setelah itu pemeriksaan skala nyeri (post test), Jumlah partisipan sebanyak 36 mahasiswi, uji yang digunakan yaitu uji nonparametric dengan uji dependent menggunakan uji Wilcoxon dan untuk independent menggunakan Mann-Whitney U. Hasil: Penurunan rerata skala nyeri dismenorea dari skala nyeri sebelum terapi sebesar 5.72 menjadi skala nyeri sebesar 2.67 pada kelompok internensi dan pada kelompok kontrol dari skala nyeri 4.50 menjadi skala nyeri 3.94. Terdapat perbedaan yang signifikan rerata skala nyeri dismenorea pada kelompok intervensi p value 0.001 (&lt; 0.05), kelompok kontrol p value 0.084 (&gt; 0.05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi akupresur yang diberikan pada titik meridian SP6 terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri dismenorea Simpulan: Penelitian Terapi akupresur yang dilakukan pada titik SP 6 selama 20 menit untuk 2 bulan berturutturut terbukti efektif dapat menurunkan nyeri dismenorea pada mahasiswi Kesehatan, UNJANI. Terapi akupresur merupakan terapi yang terbukti efektif jika dilakukan secara rutin dan jangka panjang.</summary>
    <dc:date>2022-06-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengetahuan dan perilaku mahasiswa keperawatan vokasi dalam upaya preventif di masa pandemi Covid-19</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6243" />
    <author>
      <name>Milindasari, Praty</name>
    </author>
    <author>
      <name>Juniah, Juniah</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6243</id>
    <updated>2024-09-24T04:53:55Z</updated>
    <published>2022-06-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pengetahuan dan perilaku mahasiswa keperawatan vokasi dalam upaya preventif di masa pandemi Covid-19
Authors: Milindasari, Praty; Juniah, Juniah
Abstract: Pendahuluan: Penghujung tahun 2019 dunia diserang oleh penyakit Covid-19 (Corona Virus Desease-19) atau virus Corona. Jumlah kasus dan korban jiwa akibat wabah Covid-19 ini terus terjadi di berbagai negara di dunia dengan terus dilaporkannya kasus baru setiap harinya. Upaya preventif yang dilakukan oleh mahasiswa keperawatan vokasional dan informasi tentang Covid-19 membantu diri mereka untuk mencegah dan mengatasi masalah Covid-19. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku mahasiswa keperawatan dalam upaya preventif di masa pandemi Covid-19 Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan correlation designs, populasinya mahasiswa Keperawatan swasta jenjang D3 keperawatan di tiga institusi pendidikan perawat di wilayah Kota Bandar Lampung, dan pengambilan data dilaksanakan pada bulan Oktober 2021. Besarnya sampel pada sebanyak 90 responden. Teknik sampling yang diambil menggunakan teknik Simple random sampling, yang merupakan teknik probabilitas sampling paling sederhana. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner untuk mengetahui pengetahuan dan prilaku mahasiswa tentang upaya preventif di masa pandemik Covid-19 Hasil: Dari penelitian didapatkan mahasiswa yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 88,9%. mahasiswa yang memakai masker sebanyak 82 (91,1%), mahasiswa yang menggunakan hand sanitizer 84 (93,3%), mahasiswa yang menjaga jarak 68 (75,6%), mahasiswa yang mempunyai kebiasaan menyentuh mata, hidung, dan mulut sebanyak 46 (51,1%), dan mahasiswa yang meningkatkan daya tahan tubuh sebanyak 76 (84,4%). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan upaya preventif memakai masker, menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak, dan meningkatkan daya tahan tubuh (p-value &lt; 0,05), dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku menyentuh mata, hidung, dan mulut (pvalue &gt; 0,05). Saran: Perluas pengetahuan terkait dengan Covid-19 dengan mengikuti perkembangan yang terjadi dan lakukan terus tindakan atau upaya preventif dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah penularan lebih lanjut Covid- 19.</summary>
    <dc:date>2022-06-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

