<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection: 100 - 190</title>
  <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6206" />
  <subtitle>100 - 190</subtitle>
  <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6206</id>
  <updated>2026-04-14T20:56:13Z</updated>
  <dc:date>2026-04-14T20:56:13Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Pengaruh pijat kaki dalam menurunkan tekanan darah pada kasus hipertensi dalam kehamilan</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6219" />
    <author>
      <name>Andansari, Novi</name>
    </author>
    <author>
      <name>Suparmi, Suparmi</name>
    </author>
    <author>
      <name>Ariyanti, Ida</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6219</id>
    <updated>2024-09-23T08:28:25Z</updated>
    <published>2022-04-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pengaruh pijat kaki dalam menurunkan tekanan darah pada kasus hipertensi dalam kehamilan
Authors: Andansari, Novi; Suparmi, Suparmi; Ariyanti, Ida
Abstract: Pendahuluan: Ibu hamil yang mengalami kecemasan dan tidak teratasi dengan baik di kemudian hari dapat mengakibatkan hipertensi berkelanjutan. Hipertensi dalam kehamilan dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat, terapi farmakologi dan non farmakologi. Terapi non farmakologis yang dapat dilakukan berupa terapi kombinasi pijat kaki dan rendam air hangat dicampur lemon (Citrus Limon). Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pijat kaki dalam menurunkan tekanan darah pada kasus hipertensi dalam kehamilan Metode: Penelitian Quasy eksperiment design dengan rancangan group pretest-posttest with control group design. Sampel diambil dengan teknik sampling non probability sampling, dengan total partisipan 30 orang dan menggunakan teknis analisis uji paired t-test. Hasil: Berdasarkan analisa bivariate pada uji beda, menggunakan uji korelasi Mann-Whitney Test untuk variabel kecemasan, variabel tekanan darah menggunakan uji Paired Samples Test dan nadi menggunakan uji Independent Samples Test, maka didapatkan p-value sebesar 0,00 &lt; 0,05. Simpulan: Didapatkan bahwa efektivitas penerapan terapi komplementer dengan kombinasi pijat kaki dan perendaman dalam air hangat dicampur lemon terhadap kecemasan, tekanan darah, dan denyut nadi ibu hamil dengan hipertensi.</summary>
    <dc:date>2022-04-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi Covid-19 pada tenaga kesehatan</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6218" />
    <author>
      <name>Pratama, Tenry Derma</name>
    </author>
    <author>
      <name>Hasbie, Neno Fitriyani</name>
    </author>
    <author>
      <name>Farich, Achmad</name>
    </author>
    <author>
      <name>Yulyani, Vera</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6218</id>
    <updated>2024-09-23T08:24:50Z</updated>
    <published>2022-04-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi Covid-19 pada tenaga kesehatan
Authors: Pratama, Tenry Derma; Hasbie, Neno Fitriyani; Farich, Achmad; Yulyani, Vera
Abstract: Pendahuluan: Situasi Covid-19 di dunia masih terus meningkat. Jumlah kasus di dunia sudah lebih dari 32.000.000 orang dan sekitar 1.000.000 orang meninggal. Data Indonesia sampai pada 29 September 2020 menunjukkan lebih dari 280.000.000 orang kasus Covid-19. Program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah menjadi bagian penting untuk mengatasi pandemi. Vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik tubuh agar terhindar dari tertular ataupun kemungkinan sakit berat. Tujuan: Untuk menganalisis status infeksi tenaga kesehatan selama wabah Covid-19 Metode: Penelitian kuantitatif dan populasinya tenaga kesehatan di RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik randome sampling dan didapatkan sampel berjumlah 254 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Hasil: Tenaga kesehatan yang telah melakukan vaksinasi Covid-19 dosis I dan dosis II didapatkan 100%. Namun hanya 235 orang yang mendapat vaksin dosis Booster. Jenis vaksin yang didapat yaitu Sinovac dan Moderna. Responden tidak memiliki komorbid sebanyak 172 orang, bekerja pada zona kerja kuning 76 orang. Tidak terdapat hubungan antara Status vaksin, jenis vaksin, dan komorbid dengan kejadian Covid-19. Terdapat hubungan antara zona kerja dengan kejadian Covid-19 (p-value=0,00). Simpulan : Beberapa variabel tidak didapatkan hubungan antara status vaksin, jenis vaksin,dan komorbid dengan kejadian Covid-19, namun terdapat hubungan antara Zona Kerja dengan kejadian Covid-19.</summary>
    <dc:date>2022-04-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Buerger allen exercise terhadap perfusi jaringan perifer ekstremitas bawah pada pasien Penyakit Arteri Perifer (PAP)</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6216" />
    <author>
      <name>Nadrati, Bahjatun</name>
    </author>
    <author>
      <name>Oktaviana, Elisa</name>
    </author>
    <author>
      <name>Supriatna, Lalu Dedy</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6216</id>
    <updated>2024-09-23T08:22:16Z</updated>
    <published>2022-04-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Buerger allen exercise terhadap perfusi jaringan perifer ekstremitas bawah pada pasien Penyakit Arteri Perifer (PAP)
Authors: Nadrati, Bahjatun; Oktaviana, Elisa; Supriatna, Lalu Dedy
Abstract: Pendahuluan: Pasien Penyakit Ateri Perifer (PAP) mengalami masalah keperawatan ketidakefektifan perfusi jaringan perifer, yang mengakibatkan klaudikasio intermiten (dimanifestasikan dengan sensasi sakit/kram, terbakar, berat, atau rasa tidak nyaman pada otot-otot kaki), ulkus kaki, gangren dan berkontribusi terhadap terjadinya amputasi anggota tubuh hingga kematian. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas latihan buerger allen terhadap perfusi jaringan perifer ekstremitas bawah pada pasien dengan Penyakit Arteri Perifer (PAP). Metode: Penelitian quasy experiment dengan desain analitik deskriptif dan rancangan pre and post test one group design. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan didapatkan 30 partisipan. Instrumen dalam penelitian ini meliputi kuesioner karakteristik responden, lembar observasi, Doppler vaskuler, tensi meter digital, digital parameter GDS dan kolesterol total easy touch beserta blood gukose dan cholesterol test strips. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test Pretest dan Postest. Hasil : Setelah pelaksanaan penelitian ini maka dapat disimpulkanterdapat range penurunan ABI kanan sebelum dan setelah diberikan intervensi sebesar 0,52 dengan p value 0,000 &lt;α=0,05. Hasil analisis ABI kiri didapatkan range penurunan ABI kiri sebelum dan setelah diberikan intervensi sebesar 0,47 dengan p value 0,000 &lt;α=0,05. Simpulan : Ada pengaruh Buerges Allen Exercise terhadap ketidakefektifan perfusi jaringan perifer extermitas bawah pada pasien penyakit arteri perifer (PAP).</summary>
    <dc:date>2022-04-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Kecemasan ibu hamil trimester III menghadapi proses persalinan dan melahirkan</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6215" />
    <author>
      <name>Dewi, Ratna</name>
    </author>
    <author>
      <name>Noviyanti, Noviyanti</name>
    </author>
    <author>
      <name>Idiana, Adri</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6215</id>
    <updated>2024-09-23T08:18:38Z</updated>
    <published>2022-04-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Kecemasan ibu hamil trimester III menghadapi proses persalinan dan melahirkan
Authors: Dewi, Ratna; Noviyanti, Noviyanti; Idiana, Adri
Abstract: Pendahuluan: Seorang ibu hamil akan mengalami masa persalinan dan ini merupakan salah satu periode kritis. Tidak jarang ibu memiliki pikiran yang mengganggu. Munculnya pikiran yang mengganggu itu terkait dengan proses persalinan yang akan dilalui dan bentuk pikiran yang dirasakan adalah kecemasan. Kecemasan merupakan sebuah bentuk respon emosional yang dirasakan oleh ibu hamil. Respon ini merupakan antisipasi terhadap pengalaman yang pasien anggap mengancam perannya dalam kehidupan, integritas terhadap tubuh atau kehidupan itu sendiri . Tujuan: Untuk mengetahui tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III di PMB Wilayah Kerja Puskesmas Ingin Jaya. Metode: Penelitian ini bersifat deskripsi untuk melihat tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester ketiga. Populasi dalam penelitian ini yaitu Ibu Hamil yang berada di PKM Ingin Jaya, yang berjumlah 50 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi tentang kecemasan dengan menggunakan kuesioner HARS, &lt;14: tdk ada kecamasan,14-20: kecemasan ringan,21-27:kecemasan sedang,28-41: kecemasan berat sekali. Hasil: Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa usia 25-35 tahun dengan kecemasan sedang 15 (12.3%) responden dengan p-value 0.017, pendidikan SMA dengan tingkat kecemasan sedang 14 (13.4%) responden denagn p-value 0.017, paritas 1-2 orang 20 (15.7%) responden, dengan p-value 0.030. Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara Paritas, Umur, Pendidikan terhadap tingkat kecemasan Ibu Hamil Trimester III dalam menghadapi persalinan.</summary>
    <dc:date>2022-04-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

