<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection: 572 - 754</title>
  <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6161" />
  <subtitle>572 - 754</subtitle>
  <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6161</id>
  <updated>2026-04-16T19:11:32Z</updated>
  <dc:date>2026-04-16T19:11:32Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Pengaruh teknik massage effleurage terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6187" />
    <author>
      <name>Alvaredo, M. Kelvin</name>
    </author>
    <author>
      <name>Yulendasari, Rika</name>
    </author>
    <author>
      <name>Djamaludin, Djunizar</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6187</id>
    <updated>2024-09-23T07:22:22Z</updated>
    <published>2021-12-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pengaruh teknik massage effleurage terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi
Authors: Alvaredo, M. Kelvin; Yulendasari, Rika; Djamaludin, Djunizar
Abstract: Pendahuluan: Data kejadian hipertensi tertinggi berada di Puskesmas Panjang sebanyak 12.142 orang, Bahwaterapi non farmakologi Teknik Massage effleurage yaitu untuk membantu melancarkan peredaran darah dan cairan getah bening (cairan limpha), yaitu membantu mengalirkan darah di pembuluh balik (darah veneus) agar cepat kembali ke jantung. Tujuan: Diketahui pengaruh teknik massage effleurage terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian kuantitatif, rancangan penelitian pra eksperimental dengan pendekatan one group pretes post test design, populasi dan sampel adalah responden dengan tekanan darah tinggi sebanyak 15 responden yang memiliki riwayat Hipertensi. Hasil : Rata-rata tekanan darah sistolik 147,33 mmHg ± 7,988, sedangkan pada tekanan darah diastolik 111,33 mmHg ± 8,338. Rata-rata tekanandarah sistolik 122,67 mmHg ± 19,328, sedangkan pada tekanan darah diastolik 91,33 mmHg ± 9,904.Hasil analisa data bivariat menggunakan uji t-tes didapat nilai p-value 0,000 maka dapat ditarik kesimpulan terdapat pengaruh teknik massage effleurage terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Simpulan: Ada pengaruh teknik massage effleurage terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Saran bagi responden penderita hipertensi sebaiknya dapat menggunakan pijat effleurage secara mandiri dan teratur karena selain mudah dilakukan, terapi ini sudah terbukti efektif menurunkan tekanan darah.</summary>
    <dc:date>2021-12-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis tingkat kepuasan pasien lanjut usia di poliklinik rumah sakit Pertamina Bintang Amin Lampung</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6185" />
    <author>
      <name>Oktera, Dian Purnama</name>
    </author>
    <author>
      <name>Aryawati, Wayan</name>
    </author>
    <author>
      <name>Aryastuti, Nurul</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6185</id>
    <updated>2024-09-23T07:20:07Z</updated>
    <published>2021-12-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis tingkat kepuasan pasien lanjut usia di poliklinik rumah sakit Pertamina Bintang Amin Lampung
Authors: Oktera, Dian Purnama; Aryawati, Wayan; Aryastuti, Nurul
Abstract: Pendahuluan: Beberapa dekade kedepan usia lansia di Indonesia jumlahnya akan lebih banyak, hal ini berdampak pada ketergantungan lansia akan bantuan orang lain dan perawatan jangka panjang. Adapun Rumah Sakit sebagai penyedia layanan kesehatan merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang paling banyak dikunjungi oleh lansia, sehingga diperlukan evaluasi sebagai upaya perbaikan terhadap fasilitas yang diberikan, yang salah satunya adalah dengan melakukan pengukuran tingkat kepuasan pada pasien lansia. Tujuan: Mengetahui tingkat kepuasan lansia di Poliklinik RS Pertamina Bintang Amin Lampung Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah pasien rawat jalan yang berusia ≥ 60 tahun sebanyak 250 responden. Teknik pengambilan sampel menganggunakan accidental sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Teknik analisa data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda. Hasil: Menunjukkan bahwa ada hubungan secara parsial antara jenis pekerjaan (p value = 0,007), pendidikan (p value = 0,001), ketepatan waktu pelayanan (p-value = 0,000), akurasi pelayanan (p-value = 0,000), keramahan petugas (p-value = 0,000), kecepatan petugas loket pendaftaran (p-value = 0,001), dan kenyamanan ruang tunggu (p-value = 0,000) dengan kepuasan pasien lansia, tetapi tidak ada hubungan antara jenis kelamin (p-value = 0,809), usia (p-value = 0,363), cara bayar (p-value =0,793), dan ketersediaan toilet (p-value = 0,207), serta variabel kecepatan petugas loket pendaftaran merupakan yang paling dominan mempengaruhi kepuasan pasien lanjut usia dengan p-value = 0.000 ; OR = 11,08 ; 95% CI: 4,47 – 27,45.</summary>
    <dc:date>2021-12-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Hubungan motivasi ekstrinsik dan intrinsik perawat terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6182" />
    <author>
      <name>Kusumantoro, Nugroho Cahyo</name>
    </author>
    <author>
      <name>Kusumaningsih, Dewi</name>
    </author>
    <author>
      <name>Gunawan, Muhammad Ricko</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6182</id>
    <updated>2024-09-23T07:10:40Z</updated>
    <published>2021-12-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Hubungan motivasi ekstrinsik dan intrinsik perawat terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan
Authors: Kusumantoro, Nugroho Cahyo; Kusumaningsih, Dewi; Gunawan, Muhammad Ricko
Abstract: Pendahuluan: Dokumentasi asuhan keperawatan merupakan tuntutan profesi yang harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari aspek etik maupun aspek hukum. Motivasi adalah sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertingkah laku dalam mencapai suatu tujuan. Besar kecilnya motivasi tergantung pada masingmasing orang. Berdasarkan data rata-rata tahun 2016 sampai 2017 pada Puskesmas Kabupaten Lampung Barat, diketahui bahwa dari 36 tindakan asuhan keperawatan yang sesuai dengan SOP rata-rata 22,2% pendokumentasian asuhan keperawatan dari pengkajian sampai dengan evaluasi sebanyak 58,56%. Tujuan: Mengidentifikasi faktor ekstrinsik dan intrinsik dalam motivasi keperawatan terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan Metode : Penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini sudah dilaksanakan tanggal 25 Juni sampai 25 Juli 2019 di UPTD Puskesmas Kabupaten Lampung Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat di puskesmas yang ada di Kabupaten Lampung Barat provinsi Lampung yaitu berjumlah 104 responden, sedangkan teknik samping yang diambil dengan metode purposive sampling yaitu 63 responden. Pengumpulan data dengan kuesioner, analisis data secara univariat dan bivariat (chi square). Hasil: Terdapat hubungan hubungan motivasi intrinsik terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan, didapatkan p= 0,005 berarti p&lt;α (0,05), Terdapat hubungan motivasi ekstrinsik terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan, didapatkan p= 0,007 berarti p &lt; α (0,05). Simpulan: Adanya hubungan antara motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik terhadap pendokumentasian asuhan keperawatan di UPTD Puskesmas Kabupaten Lampung Barat tahun 2019.</summary>
    <dc:date>2021-12-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Penerapan tehnik relaksasi: Nafas dalam terhadap perilaku pemenuhan nutrisi pada penderita hipertensi dalam mengontrol tekanan darah</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6181" />
    <author>
      <name>Wirawati, Desmon</name>
    </author>
    <author>
      <name>Teresa, Teresa</name>
    </author>
    <author>
      <name>Qolina, Ellya</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6181</id>
    <updated>2024-09-23T07:06:48Z</updated>
    <published>2021-12-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Penerapan tehnik relaksasi: Nafas dalam terhadap perilaku pemenuhan nutrisi pada penderita hipertensi dalam mengontrol tekanan darah
Authors: Wirawati, Desmon; Teresa, Teresa; Qolina, Ellya
Abstract: Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyebab kematian utama. Pada tahun 2013 sebanyak 25,8% penduduk Indonesia menderita Hipertensi. Pola atau gaya hidup menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan kasus Hipertensi. Penerapan tehnik relaksasi dengan napas dalam merupakan salah satu bentuk asuhan keperawatan pada pasien dengan peningkatan tekanan darah. Penelitiaan dilakukan di wilayah Bojong Nangka Kelapa Dua Tangerang dengan populasi penderita Hipertensi di wilayah tersebut. Tujuan: Mengetahui pengaruh penerapan tehnik relaksasi nafas dalam terhadap perilaku pemenuhan nutrisi pada penderita hipertensi dalam mengontrol tekanan darah. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan probability sampling sebanyak 104 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukan, karakteristik responden tertinggi pada usia 46-55 tahun (31.7%), perempuan sejumlah 66 orang (65,5%), suku bangsa Sunda 44 orang (42.3%), responden yang tidak bekerja yaitu 74 orang (71.2%), dengan tingkat Pendidikan tidak sekolah sebanyak 50 orang (48.1%). Adanya hubungan antara tehnik relaksasi nafas dalam dengan tekanan darah pada penderita Hipertensi di wilayah binaan puskesmas Bojong Nangka dengan nilai p0.000 &lt; 0.05. Tehnik relaksasi efektif secara signifikan dalam mengurangi tingkat cemas dan stress pada pasien Hipertensi.</summary>
    <dc:date>2021-12-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

