<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection: 176 - 366</title>
  <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6056" />
  <subtitle>176 - 366</subtitle>
  <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6056</id>
  <updated>2026-04-11T14:41:08Z</updated>
  <dc:date>2026-04-11T14:41:08Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Penyuluhan kesehatan berbasis kearifan lokal tentang pemberian vaksin Measles Rubella (MR) pada anak</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6086" />
    <author>
      <name>Trismiyana, Eka</name>
    </author>
    <author>
      <name>Wandini, Riska</name>
    </author>
    <author>
      <name>Suwarto</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6086</id>
    <updated>2024-09-22T10:10:35Z</updated>
    <published>2021-06-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Penyuluhan kesehatan berbasis kearifan lokal tentang pemberian vaksin Measles Rubella (MR) pada anak
Authors: Trismiyana, Eka; Wandini, Riska; Suwarto
Abstract: Pendahuluan: Target pencapaian vacinasi MR sebesar 95,12%, dengan pencapaian tertinggi di Puskesmas Sumberejo dimana mencapai 118,01% danterendah di Puskesmas Bumi Emas sebesar 73,86% dan Puskesmas Pugung Raharjo sebesar 95,80% yang masih kurang capaiannya sesuai Standar Pencapaian Minimal (SPM). Tujuan: Diketahui kecemasan ibu dan vacinasi measles rubella (MR). Metode: Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian quasi eksperimen. Penelitian dilakukan pada bulan Januari – Maret 2019. Tempat penelitian dilakukan di UPTD Puskesmas Pugung Raharjo Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 1-15 tahun, sampel penelitian sebanyak 20 partisipan. Objek dalam penelitian ini adalah kecemasan sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dengan uji t independen. Hasil: Pada kelompok sesudah diberikan penyuluhan kesehatan memiliki penurunan tingkat kecemasan terhadap ibu yang tidak memberikan vacinasi MR dengan selisih 7.600 poin, hasil uji statistik didapatkan t-test &gt; t tabel, 20.013&gt; 1.725, p-value = 0,000 (p-value &lt; α = 0,05) Simpulan: Ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap kecemasan ibu yang tidak memberikan vacinasi MR. Saran untuk meningkatkan kesadaran ibu serta masyarakat terhadap pentingnya vacinasi MR, dengan mengikuti penyuluhan yang diberikan oleh petugas dan membaca leaflet yang disediakan oleh petugas. Pemberian informasi sebaiknya dilakukan dengan teknik kunjungan rumah secara rutin karena lebih efektif menggunakan lembar balik untuk penyuluhan serta menyebar leaflet atau menempel poster yang berisikan tentang manfaat vacinasi MR.</summary>
    <dc:date>2021-06-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengawasan pada kualitas asuhan keperawatan dan pelaksanaan perawat dalam pemberian asuhan keperawatan</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6085" />
    <author>
      <name>Chrisanto, Eka Yudha</name>
    </author>
    <author>
      <name>Triyoso</name>
    </author>
    <author>
      <name>Riani, Bina</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6085</id>
    <updated>2024-09-22T10:02:55Z</updated>
    <published>2021-06-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pengawasan pada kualitas asuhan keperawatan dan pelaksanaan perawat dalam pemberian asuhan keperawatan
Authors: Chrisanto, Eka Yudha; Triyoso; Riani, Bina
Abstract: Pendahuluan: Dalam pencapaian kinerja pelayanan, jumlah kunjungan pasien rawat jalan Tahun 2013 sebanyak 35.120 orang atau rata-rata perhari 119 orang atau turun sebesar 18,5% dan di tahun 2016 sebanyak 23.449 orang dengan rata – rata perhari 95 orang atau turun sebesar 19,1%, yang artinya terjadi penurunan kunjungan pasien di Rumah Sakit. Pada rawat inap, tahun 2013 sebesar 12.219 orang dan tahun 2016 sebesar 10074 orang yang artinya mengalami penurunan sebesar 17,5%. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan supervisi kepala ruangan dengan kinerja asuhan keperawatan pada perawat di ruang rawat inap anak. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sasaran dalam penelitian seluruh perawat, tempat penelitian akan dilaksanakan di ruang Perinatologi. Hasil: Sebagian besar responden dengan kinerja baik sebesar 67,9% dan sebagian besar responden dengan supervise baik yaitu sebanyak 58,0%. Ada hubungan supervisi dengan kinerja asuhan keperawatan pada perawat di ruang rawat inap anak dengan nilai P-value 0,001 dan OR: 5.484 Simpulan: Ada hubungan supervisi dengan kinerja asuhan keperawatan pada perawat di ruang rawat inap anak. Kinerja asuhan keperawatan pada perawat harus dikembangkan, tidak hanya oleh perawat secara pribadi tetapi perlu dukungan dari berbagai pihak terkait melalui hubungan yang baik, saling percaya, dan saling pengertian antara berbagai sistem didalam organisasi rumah sakit.</summary>
    <dc:date>2021-06-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengaruh Slow Deep Breathing (SDB) dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi primer</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6084" />
    <author>
      <name>Anggreini, Silvia Nora</name>
    </author>
    <author>
      <name>Alfianur</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6084</id>
    <updated>2024-09-22T09:57:44Z</updated>
    <published>2021-06-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pengaruh Slow Deep Breathing (SDB) dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi primer
Authors: Anggreini, Silvia Nora; Alfianur
Abstract: Pendahuluan : Hipertensi sering ditemukan secara tidak sengaja pada waktu pemeriksaan kesehatan rutin atau datang dengan keluhan lain misalnya sakit kepala atau pusing. Apabila hipertensi tetap tidak diketahui dan tidak dirawat dapat mengakibatkan kematian karena payah jantung, infark miokardium stroke dan gagal ginjal. Penaganan hipertensi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu terapi farmakologis dan non farmakologis. Terapi farmakologis dilakukan dengan pemberian obat-obatan antihipertensi. Terapi non-farmakologis yang mungkin menjadi alternatif untuk mengontrol takanan darah yaitu latihan slow deep breathing (SDB) atau penafasan dalam dan lambat. Tujuan : Mengetahui pengaruh latihan SDB terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi primer. Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain pre dan post test without control. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruhan pasien hipertensi primer yang dirawat di RS Pekanbaru Medical Center (PMC). Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik non probability sampling yaitu dengan metode total sampling. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariate. Uji statistic yang digunakan untuk mengetahui perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah SDB menggunakan Paired samples T Test. Hasil : Dari uji statistik didapatkan rata-rata penurunan takanan darah sistolik sebesar 8.95 mmHg dengan nilai p value p = 0.02 &lt; 0.05 dan tekanan darah diastolik 7,29 mmHg dengan nilai p-value p = 0.01 &lt; 0.05 menunjukkan terdapat perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah SDB Simpulan : Terdapat pengaruh yang signifikan pada tekanan darah setelah dilakukan SDB pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center</summary>
    <dc:date>2021-06-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Kepatuhan mengikuti program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) dengan stabilitas gula darah pada penderita diabetes melitus</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6083" />
    <author>
      <name>Pangesti, Dimas Ning</name>
    </author>
    <author>
      <name>Andoko</name>
    </author>
    <author>
      <name>Keswara, Umi Romayati</name>
    </author>
    <author>
      <name>Bahri, Ibnu Samsul</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6083</id>
    <updated>2024-09-22T09:56:19Z</updated>
    <published>2021-06-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Kepatuhan mengikuti program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) dengan stabilitas gula darah pada penderita diabetes melitus
Authors: Pangesti, Dimas Ning; Andoko; Keswara, Umi Romayati; Bahri, Ibnu Samsul
Abstract: Pendahuluan: Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2013), jumlah penderita DM Di Indonesia yaitu +12.191.564 jiwa. Prevalensi penderita DM di Provinsi Lampung yaitu 0,7% dengan jumlah penderita 38.923 jiwa. Prevalensi diabetisi di Kota Metro adalah 1,2 % dengan jumlah kasus 1.564 jiwa menurut (Dinkes Metro 2018) menempati peringkat 1 di Provinsi Lampung. Puskesmas Rawat Inap Banjarsari Metro memiliki program Prolanis dengan jumlah peserta 51 orang. Hasil pengamatan menunjukkan hanya sebanyak 16 penderita DM yang melakukan pengukuran kadar gula darah dengan hasil 5 orang (31,25%) kadar gula darah &gt; normal dan 11 orang (68,75%) kadar gula darah dalam kategori normal. Tujuan: Diketahui hubungan Kepatuhan mengikuti program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) dengan stabilitas gula darah pada penderita diabetes mellitus. Metode: Penelitian kuantitatif, menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Penderita DM Peserta Prolanis di Puskesmas Rawat Inap Banjarsari Metro pada saat penelitian dilaksanakan sejumlah 36 orang.Sampel 36 responden. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil:Pada penelitian menunjukandistribusi frekuensi responden yang memiliki kadar gula darah tidak normal sebanyak 19 responden (52.8%), responden yang patuh terhadap diet sebanyak 21 (58.3%). Adahubungan kepatuhan terhadap diet dengan kadar gula darah pada Penderita DM Peserta Prolanis (p value 0,015 dan OR 8,0). Simpulan: Ada hubungan kepatuhan terhadap diet dengan kadar gula darah pada penderita DM peserta prolanis. Saran dalam penelitian ini diharapkan penderita DM dapat membatasi asupan makanan sesuai dengan diet yang dianjurkan.</summary>
    <dc:date>2021-06-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

