<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection: 1 - 175</title>
  <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/5968" />
  <subtitle>1 - 175</subtitle>
  <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/5968</id>
  <updated>2026-04-20T12:25:54Z</updated>
  <dc:date>2026-04-20T12:25:54Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Pola asuh orang tua pada remaja dengan kecanduan internet</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6055" />
    <author>
      <name>Bibelia, Janet Tri</name>
    </author>
    <author>
      <name>Hidayati, Nur Oktavia</name>
    </author>
    <author>
      <name>Somantri, Irman</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6055</id>
    <updated>2024-09-21T05:14:43Z</updated>
    <published>2021-03-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pola asuh orang tua pada remaja dengan kecanduan internet
Authors: Bibelia, Janet Tri; Hidayati, Nur Oktavia; Somantri, Irman
Abstract: Pendahuluan: Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa yang merupakan masa krisis terhadap risiko maladaptif, seperti kecanduan internet. Salah satu faktor eksternal yang paling mempengaruhi kecanduan internet pada remaja ialah pola asuh.. Tujuan: Mengetahui gambaran pola asuh orang tua pada remaja dengan kecanduan internet. Metode: Penelitian deskriptif-kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini ialah seluruh siswa kelas X dan XI SMA Negeri Jatinangor, sebanyak 838 siswa. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan kriteria inklusi mengalami kecanduan internet, orang tua lengkap dan tinggal bersama orang tua dengan jumlah sampel sebanyak 100 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Instrumen Parental Authority Questionnaire (PAQ) yang telah dialih bahasakan dan diuji validitasnya dengan nilai koefisien ≤ 0.300, serta reliabilitasnya dengan nilai Alpha Cronbach≤ 0.700. Hasil penelitian dianalisis dengan teknik analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pola asuh ayah demokratis yang dipersepsikan remaja (38%), pola asuh ibu demokratis yang dipersepsikan remaja (43%), pola asuh ayah otoriter yang dipersepsikan remaja (25%), pola asuh ibu otoriter yang dipersepsikan remaja (28%), pola asuh ayah permisif yang dipersepsikan remaja (28%), dan pola asuh ibu permisif yang dipersepsikan remaja (16%). Simpulan: Sebagian besar pola asuh yang dipersepsikan remaja dengan kecanduan internet adalah pola asuh ibu demokratis.</summary>
    <dc:date>2021-03-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengaruh terapi musik klasik (mozart) terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6053" />
    <author>
      <name>Elliya, Rahma</name>
    </author>
    <author>
      <name>Baharuddin, Satria</name>
    </author>
    <author>
      <name>Hermawan, Dessy</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6053</id>
    <updated>2024-09-21T05:09:40Z</updated>
    <published>2021-03-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pengaruh terapi musik klasik (mozart) terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi
Authors: Elliya, Rahma; Baharuddin, Satria; Hermawan, Dessy
Abstract: Pendahuluan: Jumlah penderita hipertensi di Kabupaten Lampung Utara dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan tahun 2015 sebesar 10.743 penderita tahun 2016 sebesar 13.039 penderita dan tahun 2017 sebesar 11.228 penderita. Sementara di Puskesmas Kalibalangan tahun 2015 sejumlah 604 turun menjadi 458 tahun 2016, kemudian meningkat menjadi 600 tahun 2017 dan tahun 2018 sejumlah 741 pasien, musik klasik merupakan salah satu terapi non farmakalogik yang mampu menurunkan tekanan darah. Tujuan: Diketahui pengaruh terapi music klasik (Mozart) terhadap tekanan darah pada lansia. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi di Posyandu Puskesmas Kalibalangan yang berjumlah 80 orang. Sampel sebanyak 62 partisipan dibagi menjadi 2 kelompok, 31 partisipan dengan terapi musik + obat anti hipertensi (amlodipine), dan 31 partisipan lainnya hanya mengkonsumsi obat anti hipertensi sebagai amlodipine. Teknik pengumpulan data dengan mengamati tekanan darah. Uji statistik yang digunakan adalah Independent Test. Hasil: Rata-rata tekanan darah systole sebelum diberi Musik Klasik (Mozart) + Amlodiphine adalah 164.2 mmHg, diastole 102,7 mmHg, pada kelompok yang diberi Amlodipine adalah 163.5mmHg, diastole 103.9 mmHg. Rata-rata tekanan darah systole sesudah diberi Musik Klasik (Mozart) + Amlodipine adalah 147.1 mmHg, diastole 89.03 mmHg, pada kelompok yang diberi Amlodipine adalah 152.3 mmHg, diastole 95.2 mmHg. Ada perbedaan tekanan darah sistolik pada penderita hipertensi sedang antara kelompok intervensi (terapi music klasik (mozart) dan kelompok control (p-value = 0,000). Ada perbedaan tekanan darah diastolic pada penderita hipertensi sedang antara kelompok intervensi (terapi music klasik (mozart) dan kelompok control (p value =0,016). Simpulan: Ada pengaruh terapimusik klasik (Mozart) terhadap tekanan darah pada lansia, sehingga disarankan agar menggunakan hasil penelitian ini sebagai salah satu terapi alternative dalam pengobatan hipertensi primer dan agar dapat disosialisasikan kepada masyarakat.</summary>
    <dc:date>2021-03-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisa pola asuh orang tua dengan harga diri pada siswa/siswi Sekolah Menengah Atas</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6052" />
    <author>
      <name>Hasdianasari, Mardhatilah</name>
    </author>
    <author>
      <name>Pribadi, Teguh</name>
    </author>
    <author>
      <name>Sary, Lolita</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6052</id>
    <updated>2024-09-21T05:05:18Z</updated>
    <published>2021-03-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisa pola asuh orang tua dengan harga diri pada siswa/siswi Sekolah Menengah Atas
Authors: Hasdianasari, Mardhatilah; Pribadi, Teguh; Sary, Lolita
Abstract: Pendahuluan: Harga diri rendah adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti dan rendah diri yang berkepanjangan akibat evaluasi yang negatif terhadap diri sendiri atau kemampuan diri. Keluarga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kepribadian seorang remaja. Bentuk pola asuh orangtua mempengaruhi pembentukan kepribadian anak saat dia dewasa. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan harga diri pada siswa di SMK “A” Kota Bandar Lampung Tahun 2019. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan waktu dalam penelitian ini secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMK A Bandar Lampung pada tahun 2019 dengan jumlah sampel 198 orang. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Sebagian besar responden merupakan laki-laki yaitu sebanyak 173 orang (87,4%), responden yang mengalami harga diri rendah sebanyak 70 orang (35,4%), orangtua responden yang dominan dalam pemberian pola asuh adalah bapak yaitu 135 orang (68,2%), responden yang memiliki pola asuh otoriter sebanyak 33 orang (16,7%), pola asuh permisif sebanyak 27 orang (13,6%), pola asuh diabaikan sebanyak 44 orang (22,2%), pola asuh demokratis sebanyak 94 orang (47,5%) dan (p-value = 0,000 dan OR= 4,143), (p-value = 0,984), (p-value = 0,000 dan OR= 4,100), (p-value = 0,000 dan OR= 7,556). Simpulan: Terdapat hubungan pola asuh otoriter, diabaikan dan demokratis dengan harga diri pada siswa di SMK “A” Kota Bandar Lampung Tahun 2019. Tidak terdapat hubungan pola asuh permisif dengan harga diri pada siswa di SMK “A” Kota Bandar Lampung Tahun 2019. Saran : Dalam penelitian ini diharapkan orangtua lebih memahami tentang pentingnya pola asuh yang tepat agar terbentuk harga diri yang tinggi pada anak remaja.</summary>
    <dc:date>2021-03-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Aplikasi pemberian teknik distraksi terhadap skala nyeri anak selama prosedur medis</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6050" />
    <author>
      <name>Setiawati</name>
    </author>
    <author>
      <name>Novikasari, Linawati</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/6050</id>
    <updated>2024-09-21T04:59:24Z</updated>
    <published>2021-03-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Aplikasi pemberian teknik distraksi terhadap skala nyeri anak selama prosedur medis
Authors: Setiawati; Novikasari, Linawati
Abstract: Pendahuluan: Masalah yang sering terjadi diruang anak yaitu pada saat akan melakukan tindakan medis, dimana ada beberapa prosedur yang akan membuat rasa sakit dan ketidaknyamanan pada anak. Selama tindakan tersebut, seorang perawat akan mengerjakannya dengan penuh konsentrasi dan perlu ketenangan. Sedangkan pada anak tersebut dibutuhkan tindakan distraksi supaya tindakan medis dapat dilakukan dengan mudah dan lancar. Tujuan: Untuk melihat efektivitas pemberian teknik distraksi terhadap skala nyeri anak selama prosedur medis di rumah sakit Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu (pre-test dan post-test) dan pemilihan sampelnya menggunakan purposive sampling. Populasi dan sampel sebanyak 60 partisipan yang dibagi dalam dua grop perlakuan yaitu 30 partisipan dengan media video cartoon dan 30 partisipan dengan media storytelling. Prosedur medis yang dilakukan pada saat pengambilan sampel darah vena. Alat ukur yang dipakai untuk mengujkur skala nyeri menggunakan skala nyeri face, legs, activity, cry and consolability (FLACC) dengan skor terendah 0 dan tertinggi skor 10. Uji statistik menggunakan uji T. Hasil: Didapatkan adanya pengaruh yang signifikan pada anak jika dilakukan perlakukan distraksi dengan media video kartun dan media storytelling saat pengambilan sampel darah vena. Kedua kelompok didapatkan p-value 0.000 menunjukkan bahwa kedua intervensi efektif untuk digunakan. Sedangkan perbedaan nilai mean (pre test-post test) pada media video cartoon 0.97 dan media storytelling dengan nilai mean 1.50. artinya media storytelling lebih efektif dibandingkan media video cartoon. Simpulan: Intervensi menonton video kartun dan storytelling mempunyai tingkat efektivitas yang sukup signifikan dan media storytelling lebih efektif dibandingkan media video cartoon, sehingga dapat jadikan alternatif sebagai prosedur tetap diruangan anak.</summary>
    <dc:date>2021-03-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

