<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/4215" />
  <subtitle />
  <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/4215</id>
  <updated>2026-04-29T19:21:19Z</updated>
  <dc:date>2026-04-29T19:21:19Z</dc:date>
  <entry>
    <title>STUDI PENINGKATAN SIFAT TAHAN AIR KAIN KAPAS DENGAN MODIFIKASI TEKNIK COATING MENGGUNAKAN SUSPENSI ZnO DAN ASAM STEARAT</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/4220" />
    <author>
      <name>Surya Mulyawan, Agus</name>
    </author>
    <author>
      <name>Nugraha, Jakariya</name>
    </author>
    <author>
      <name>Berliana Wijayanti, Rizky</name>
    </author>
    <author>
      <name>Wibi Sana, Arif</name>
    </author>
    <author>
      <name>Sugiyana1, Doni</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/4220</id>
    <updated>2023-03-30T07:46:35Z</updated>
    <published>2019-07-18T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: STUDI PENINGKATAN SIFAT TAHAN AIR KAIN KAPAS DENGAN MODIFIKASI TEKNIK COATING MENGGUNAKAN SUSPENSI ZnO DAN ASAM STEARAT
Authors: Surya Mulyawan, Agus; Nugraha, Jakariya; Berliana Wijayanti, Rizky; Wibi Sana, Arif; Sugiyana1, Doni
Abstract: ABSTRAK&#xD;
Salah satu proses penyempurnaan yang dapat dilakukan pada kain kapas adalah sifat tahan air menggunakan bahan kimia dan teknik tertentu sehingga permukaan kain menjadi kasar atau memiliki energi permukaan yang rendah. Seng oksida (ZnO) dan asam stearat merupakan zat kimia yang dapat digunakan pada penyempurnaan tahan air dan diaplikasikan pada permukaan kain kapas dengan teknik penyemprotan dan perendaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sintesis ZnO dari seng klorida dan natrium hidroksida serta kemampuannya bersama asam stearat dalam meningkatkan tahan air kain kapas dengan memodifikasi teknik coating yaitu kombinasi antara teknik penyemprotan dan perendaman. Struktur kristal ZnO hasil sintesis diamati menggunakan X-ray Diffraction (XRD), kain kapas setelah penyempurnaan tahan air diamati permukaannya menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM), kapasitas daya serap air dievaluasi dengan menggunakan cara uji daya serap bahan tekstil, sedangkan sudut kontak air diukur dengan menggunakan metode sessile. Hasil penelitian menunjukan bahwa ZnO dan asam stearat yang diaplikasikan pada kain kapas dengan teknik penyemprotan-perendaman dapat meningkatkan ketahanan daya serap air lebih dari 3.600 detik dan sudut kontak air lebih dari 90o.&#xD;
Kata kunci: tahan air, ZnO, asam stearat, kain kapas, pelapisan</summary>
    <dc:date>2019-07-18T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>KARAKTERISASI PLASMA LUCUTAN PIJAR KORONA POSITIF PADA KONDISI ATMOSFER DENGAN KONFIGURASI ELEKTRODA TITIK BIDANG DAN PENGARUHNYA TERHADAP KAIN SUTRA ALAM (BOMBYX MORI)</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/4219" />
    <author>
      <name>Kusuma Nugraha, Mahendra</name>
    </author>
    <author>
      <name>Muhlisin, Zaenul</name>
    </author>
    <author>
      <name>Triadyaksa, Pandji</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/4219</id>
    <updated>2023-03-30T07:41:07Z</updated>
    <published>2019-01-12T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: KARAKTERISASI PLASMA LUCUTAN PIJAR KORONA POSITIF PADA KONDISI ATMOSFER DENGAN KONFIGURASI ELEKTRODA TITIK BIDANG DAN PENGARUHNYA TERHADAP KAIN SUTRA ALAM (BOMBYX MORI)
Authors: Kusuma Nugraha, Mahendra; Muhlisin, Zaenul; Triadyaksa, Pandji
Abstract: ABSTRAK&#xD;
Eksperimen pembangkitan plasma lucutan pijar korona telah dilakukan dengan menggunakan konfigurasi elektroda titik dan bidang. Kondisi plasma lucutan pijar korona terbentuk secara optimal pada jarak antar elektroda (d) setinggi 2,1 cm dan 2,4 cm dan arus saturasi (Is) terukur sebesar 0,75 mA dan 1,0 mA. Kondisi tersebut digunakan sebagai dua karakteristik lucutan yang digunakan dalam tahap perlakuan sampel kain sutra alam (Bombyx mori). Pengujian sifat mekanis pada sampel kain sutra alam dengan perlakuan plasma menunjukkan nilai ketahanan jebol yang menurun dibandingkan nilai ketahanan jebol pada sampel kain sutra alam tanpa perlakuan. Pengujian kekuatan serap zat cair (akuades) pada sampel kain sutra alam dengan perlakuan plasma menunjukkan nilai rerata waktu serap (τ) yang lebih singkat dibandingkan nilai τ pada sampel kain sutra tanpa perlakuan. Pada kedua tahap tersebut, pengoptimalan maksimum dari nilai ketahanan jebol dan daya serap zat cair (akuades) dicapai pada jarak antar elektroda (d) setinggi 2,1 cm, arus saturasi (Is) sebesar 0,75 mA dan waktu perlakuan selama 30 menit. Pengujian sifat mikroskopik membuktikan bahwa dengan adanya perubahan struktur permukaan pada sampel cukup berpengaruh terhadap nilai ketahanan jebol dan rerata waktu penyerapan zat cair (akuades) yang dimiliki. Hasil pengujian pada tahap ini juga menyatakan bahwa tidak ada penambahan jenis baru dari gugus fungsi terkandung pada sampel kain sutra alam yang diberi perlakuan plasma.&#xD;
Kata kunci: plasma lucutan pijar korona positif, kain sutra alam, nilai ketahanan jebol, daya serap zat cair, sifat mikroskopik</summary>
    <dc:date>2019-01-12T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>POTENSI TAMARIN LOKAL SEBAGAI PENGGANTI TAMARIN KOMERSIAL DAN EMULSI PADA PENCAPAN POLIESTER</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/4218" />
    <author>
      <name>Winaningsih, Ima</name>
    </author>
    <author>
      <name>Sita P, Amaliya</name>
    </author>
    <author>
      <name>Adi Prasetyo, Jamal</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/4218</id>
    <updated>2023-03-30T07:33:58Z</updated>
    <published>2022-07-12T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: POTENSI TAMARIN LOKAL SEBAGAI PENGGANTI TAMARIN KOMERSIAL DAN EMULSI PADA PENCAPAN POLIESTER
Authors: Winaningsih, Ima; Sita P, Amaliya; Adi Prasetyo, Jamal
Abstract: ABSTRAK&#xD;
Tepung tamarin dari biji asam jawa berpotensi sebagai pengental pada pencapan poliester, namun belum banyak digunakan. Umumnya kebutuhan pengental tamarin dipenuhi dengan impor atau digantikan dengan pengental emulsi. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik dari tepung tamarin, karakteristik dari pengental (tamarin lokal, tamarin komersial, dan emulsi) serta pengujian dan evaluasi hasil cap. Penelitian ini dimulai dengan membuat tepung tamarin (tamarin lokal), membuat pasta cap dari pengental tamarin lokal, tamarin komersial dan emulsi, kemudian melakukan proses printing dengan termofiksasi suhu 200C selama 1 menit selanjutnya hasil cap dilakukan pengujian dan evaluasi. Tepung tamarin yang dihasilkan memiliki warna putih keabu – abuan, berbau khas tepung, MR 0,25%, hasil FTIR memiliki gugus yang relatif sama dengan tamarin komersial. Hasil cap dari ketiga pengental memiliki kerataan yang baik dan warna permanen. Viskositas yang dihasilkan tamarin lokal 12.000 cPs merupakan viskositas optimum pencapan poliester. Hasil pengujian dan evaluasi ketahanan luntur warna pada pengental tamarin lokal, tamarin komersial, dan emulsi masing – masing terhadap gosokan (3-4, 4-5, 4-5), pencucian (semua 4-5), panas penyetrikaan (5, 4-5, 4). Pada analisis ketuaan warna dan perbedaan warna dengan spektrofotometer didapatkan warna hasil cap menggunakan tamarin lokal memiliki kemiripan dengan tamarin komersial dibandingkan dengan emulsi. Warna yang dihasilkan tamarin lokal paling tua di antara ketiganya. Tepung tamarin lokal dapat dijadikan pengental tekstil pada pencapan poliester dan berpotensi sebagai bahan pengganti tamarin komersial (impor) dan pengental emulsi.&#xD;
Kata Kunci: Tamarin, Emulsi, Pengental, Pencapan Poliester.</summary>
    <dc:date>2022-07-12T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>PENINGKATAN KUALITAS KOMPOSIT SERAT LIMBAH PEMINTALAN KAPAS MELALUI PROSES PENGEPRESAN MENGGUNAKAN PROTOTIPE MESIN KEMPA PANAS (HOT PRESS)</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/4217" />
    <author>
      <name>Widodo, Mukti</name>
    </author>
    <author>
      <name>Setiawan, Tony</name>
    </author>
    <author>
      <name>Sudaryono, Sudaryono</name>
    </author>
    <author>
      <name>Islam, Saeful</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/4217</id>
    <updated>2023-03-30T07:18:23Z</updated>
    <published>2022-07-12T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: PENINGKATAN KUALITAS KOMPOSIT SERAT LIMBAH PEMINTALAN KAPAS MELALUI PROSES PENGEPRESAN MENGGUNAKAN PROTOTIPE MESIN KEMPA PANAS (HOT PRESS)
Authors: Widodo, Mukti; Setiawan, Tony; Sudaryono, Sudaryono; Islam, Saeful
Abstract: ABSTRAK&#xD;
Penelitian ini dilakukan dengan rancang bangun dan perekayasaan prototipe mesin kempa panas (hot press) yang dapat menghasilkan lembaran komposit. Adapun tujuan dari kegiatan ini, adalah mendapatkan teknologi tepat guna untuk meningkatkan sifat mekanik dari komposit. Mesin kempa panas hasil rekayasa dilakukan kalibrasi temperatur pada 7 (tujuh) tingkat temperatur dengan 5 (lima) titik lokasi pada masing-masing pelat pemanas. Sedangkan eksperimen lapangan melalui pembuatan komposit dengan komposisi: 80% serat limbah pemintalan kapas dan 20% low melt. Percobaan dalam pembuatan komposit ini melalui proses pres-panas pada bahan baku berbentuk lembaran nirtenun (nonwoven) dengan ukuran 30cm x 30cm. Hasil percobaan terhadap mesin kempa panas hasil rekayasa tersebut menunjukkan mesin tersebut dapat digunakan dengan maksimal sampai dengan temperatur 200oC dengan gaya tekan 12 ton. Hasil percobaan dan pengujian terhadap komposit yang diproses melalui mesin kempa panas pada temperatur 1400C, tekanan = 100 bar, dan waktu = 20 detik. Sifat mekanik dari komposit yang dihasilkan sebelum diproses, kekuatan tarik rata-rata sebesar 21,54 kgf, kemuluran rata-rata sebesar 12,23 mm, dan setelah diproses kekuatan tarik rata-rata menjadi 41,62 kgf, kemuluran rata-rata menjadi 18,03 mm. Melalui proses pengepresan dan pemanasan ini didapatkan kenaikan kekuatan tarik sebesar 93,23% dan kemuluran sebesar 47,40%. Dengan melihat hasil penelitian ini diharapkan dapat diperoleh peningkatan kualitas mekanik dari proses pembuatan komposit berbahan dasar limbah pemintalan serat kapas melalui kombinasi temperatur dan tekanan dengan menggunakan mesin kempa panas ini.&#xD;
Kata kunci : Low melt, komposit, non woven, hot press</summary>
    <dc:date>2022-07-12T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

