<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3870" />
  <subtitle />
  <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3870</id>
  <updated>2026-04-09T08:42:56Z</updated>
  <dc:date>2026-04-09T08:42:56Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Kelelahan Kerja pada Pekerja Rumput Laut di Kabupaten Takalar</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3973" />
    <author>
      <name>Thamrin, Yahya</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3973</id>
    <updated>2023-02-02T07:56:58Z</updated>
    <published>2020-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Kelelahan Kerja pada Pekerja Rumput Laut di Kabupaten Takalar
Authors: Thamrin, Yahya
Abstract: Kelelahan merupakan kondisi yang umum bagi semua pekerja setelah melakukan pekerjaannya. Salah satu sektor informal yang belum mendapatkan layanan Kesehatan kerja yang memadai adalah pekerja rumput laut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan umur, lama kerja, masa kerja, sikap kerja, beban kerja dan proses kerja terhadap kelelahan kerja pada pekerja rumput laut di Kabupaten Takalar. Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel pada penelitian ini adalah 74 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara dengan responden menggunakan Kuesioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja (KAUPK2) untuk variabel kelelahan dan lembar kuesioner Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk variabel sikap kerja. Uji chi-square digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja yang mengalami kelelahan kerja sebanyak 27% dan 73% pekerja yang tidak mengalami kelelahan kerja. Adapun hubungan antara umur (p=0,006) dan proses kerja (p=0,030) dengan ke-lelahan kerja, serta tidak ada hubungan antara lama kerja (p=0,183), ma-sa kerja (p=0,429), sikap kerja (p=0,319) dan beban kerja (p=0,080) dengan kelelahan kerja pada pekerja rumput laut. Saran penulis terhadap pekerja diharapkan untuk memperhatikan waktu istirahat yang cukup dan melakukan peregangan di sela-sela pekerjaan agar dapat mencegah kelelahan kerja.</summary>
    <dc:date>2020-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis Ketercapaian Persyaratan Kesehatan Lingkungan Industri di PT X</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3972" />
    <author>
      <name>Fadlillah, Azmi Nur</name>
    </author>
    <author>
      <name>Pawitra, Aditya Sukma</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3972</id>
    <updated>2023-02-02T07:55:31Z</updated>
    <published>2020-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis Ketercapaian Persyaratan Kesehatan Lingkungan Industri di PT X
Authors: Fadlillah, Azmi Nur; Pawitra, Aditya Sukma
Abstract: Kesehatan lingkungan dan industri memiliki keterkaitan yang akan berdampak pada kesehatan pekerja, produktivitas kerja maupun hal-hal lain yang mendukung efektivitas dan efisiensi bagi industri, adapun be-berapa komponen seperti media tanah, air, pangan, sarana, bangunan, serta vektor dan binatang pembawa penyakit merupakan aspek dan per-syaratan kesehatan lingkungan industri. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketercapaian persyaratan kesehatan lingkungan industri di PT X, mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 70 tahun 2016. Penelitian ini dilakukan pada Januari hingga Februari 2020, menggunakan desain deskriptif kualitatif. Peneliti menggali informasi melalui wawancara kepada 10 orang informan dan melengkapi dengan observasi. Informan yang dipilih adalah karyawan di unit K3LH, karya-wan di unit pemeliharaan, karyawan di bagian catering, manager unit K3LH, manager unit pengadaan infrastruktur dan manager bagian ca-tering. Teknik analisis menggunakan analisis kualitatif pada hasil peni-laian menurut instrumen yang digunakan. Penelitian ini menemukan bahwa upaya persyaratan kesehatan lingkungan di PT X telah mencapai 89% dari total keseluruhan instrumen yang dianalisis. Hal ini terjadi dikarenakan masih terdapat beberapa komponen yang belum memenuhi persyaratan, seperti IPAL, sarana penghematan air, sarana laktasi, sarana merokok, fasilitas untuk difabel, dan bangunan yang rapat serangga. Re-komendasi yang diberikan adalah dengan memperbaiki dan menambah beberapa sarana terkait persyaratan kesehatan lingkungan yang belum tersedia untuk kemudian dilakukan penilaian kembali secara berkala.</summary>
    <dc:date>2020-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>The Needs for Information and Education Media in Supporting Self-Management of Patients with Diabetes Mellitus</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3971" />
    <author>
      <name>Sidiq, Rapitos</name>
    </author>
    <author>
      <name>Amos, John</name>
    </author>
    <author>
      <name>Widdefrita</name>
    </author>
    <author>
      <name>Novelasari</name>
    </author>
    <author>
      <name>Silaban, Evi Maria</name>
    </author>
    <author>
      <name>Yannurdin</name>
    </author>
    <author>
      <name>Suhaimi</name>
    </author>
    <author>
      <name>Mahaza</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3971</id>
    <updated>2023-02-02T07:51:15Z</updated>
    <published>2020-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: The Needs for Information and Education Media in Supporting Self-Management of Patients with Diabetes Mellitus
Authors: Sidiq, Rapitos; Amos, John; Widdefrita; Novelasari; Silaban, Evi Maria; Yannurdin; Suhaimi; Mahaza
Abstract: Diabetes mellitus is a chronic disease that has very high morbidity and mortality rate. This disease cannot be cured but can be controlled with good self-management. This research supports the need for appropriate information and educational media in supporting self-management of patien with diabetes mellitus. This research is qualitative and quantitative. The sample of this study was 105 people with diabetes. Data collection was conducted from July to November 2019 at 7 Puskesmas in Padang City, namely: Nanggalo, Lapai, Alai, Andalas, Ambacang, Kuranji, and Pauh, with interview questions and interviews. Qualitative data processing techniques with coding and data validity by triangulation and analyzed using data reduction, data presentation, and analysis. Quantitative data analysis uses SEM (Structural Equation Model) analysis with the Lisrel 8.7 program. The results showed that the informants were elderly (56-65 years), 60% had good self-management quality, 65% actively participated in chronic disease management programs, 49.5 did not have cellphones. All aspects of self-management, namely blood sugar testing, physical exercise, taking medicine, diet and health education, can be used as educational material. Research information shows the fact most still need information about self-management of diabetics and in the form of conventional media. Informants who use phones that are approved for Android-based self-management applications.</summary>
    <dc:date>2020-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Faktor Dukungan Sosial terhadap Pencegahan HIV pada Ibu Hamil</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3970" />
    <author>
      <name>Thaha, Ida Leida M</name>
    </author>
    <author>
      <name>Milayanti, Wilis</name>
    </author>
    <author>
      <name>Amiruddin, Ridwan</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3970</id>
    <updated>2023-02-02T07:46:36Z</updated>
    <published>2020-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Faktor Dukungan Sosial terhadap Pencegahan HIV pada Ibu Hamil
Authors: Thaha, Ida Leida M; Milayanti, Wilis; Amiruddin, Ridwan
Abstract: HIV merupakan salah satu prioritas penyakit kematian pada penderitanya. Program yang diimplementasikan untuk mencegah penularan HIV dari Ibu ke anak adalah Prevention Mother To Child Transmission (PMTCT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dukungan sosial yang berhubungan dengan upaya ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak di wilayah kerja Puskesmas Jumpandang Baru Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu hamil yang melakukan ANC pada trimester 1, 2, dan 3 di Puskesmas Jumpandang Baru tahun 2017 sebanyak 420 ibu hamil. Sampel sebanyak 104 sampel yang diambil dengan menggunakan metode systematic random sampling. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi square. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 104 responden terdapat 65 orang yang memiliki upaya pencegahan HIV yang cukup. Variabel yang berhubungan dengan upaya pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak yaitu dukungan teman (p=0,000), dukungan suami (p=0,002), dukungan petugas kesehatan (p=0,000), dan sikap (p=0,000). Sedangkan variabel yang tidak berhu-bungan adalah paritas (p=0,462). Sikap, dukungan teman, dukungan suami, dan dukungan petugas kesehatan memiliki hubungan yang signif-ikan dengan upaya pencegahan penularan HIV dari Ibu ke anak. Sebaik-nya, petugas kesehatan lebih menekankan pada pemberian informasi mengenai HIV dan PMTCT sehingga dapat mempengaruhi ibu hamil dalam pencegahan penularan HIV dari Ibu ke anak.</summary>
    <dc:date>2020-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

