<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3865" />
  <subtitle />
  <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3865</id>
  <updated>2026-04-17T02:33:29Z</updated>
  <dc:date>2026-04-17T02:33:29Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Kendali Glikemik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan dan tanpa Tuberkulosis Paru</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3891" />
    <author>
      <name>Wahiduddin</name>
    </author>
    <author>
      <name>Pranoto, Agung</name>
    </author>
    <author>
      <name>Sudjarwo</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3891</id>
    <updated>2023-02-01T08:07:28Z</updated>
    <published>2019-03-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Kendali Glikemik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan dan tanpa Tuberkulosis Paru
Authors: Wahiduddin; Pranoto, Agung; Sudjarwo
Abstract: Kendali glikemik merupakan hal yang penting bagi penyandang Diabetes Melitus (DM) karena berimplikasi terhadap upaya pengelolaan DM. Tuberkulosis (TB) paru merupakan salah satu komplikasi yang banyak pada pasien DM yang berhubungan dengan proses dan hasil pengobatan penyakit tersebut. Penelitian bertujuan mengetahui kendali glikemik berdasarkan parameter kadar Glukosa Darah Puasa (GDP), glukosa darah 2 jam post prandial (GD2JPP) dan HbA1c pada pasien diabetes melitus tipe 2 (DMT2) yang mengalami TB paru. Penelitian potong-lintang dilakukan pada 45 subyek DMT2 dengan TB paru dan 45 subyek DMT2 tanpa TB paru yang berobat jalan di dua rumah sakit di Surabaya. Hasil pemeriksaan GDP, GD2JPP, dan HbA1c yang dianalisis secara deskriptif, ditampilkan berupa nilai rerata dan Standar Deviasi (SD). Diperoleh rerata dan SD adalah GDP (202,11 ± 78,68 mg/dl), GD2JPP (283,20 ± 107,20 mg/dl), dan HbA1c (11,20 ± 2,61%) pada subyek DMT2 dengan TB paru sedangkan pada subyek DMT2 tanpa TB paru diperoleh GDP (175,29 ± 61,38 mg/dl), GD2JPP (208,22 ± 75,60 mg/dl), dan HbA1c (9,34 ± 2,22%). Nilai rerata GDP, GD2JPP dan HbA1c pasien DMT2 dengan TB paru lebih tinggi daripada DMT2 tanpa TB paru. Hal ini menunjukkan kriteria pengendalian DM yang belum mencapai sasaran sehingga perlu dilakukan upaya pemantauan kendali glikemik yang lebih baik.</summary>
    <dc:date>2019-03-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis Sosiodemografi terhadap Pemberian ASI Eksklusif di Provinsi Sulawesi Selatan : Analisis Data Susenas 2017</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3890" />
    <author>
      <name>Ayulestari, Dwi</name>
    </author>
    <author>
      <name>Soewondo, Prastuti</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3890</id>
    <updated>2023-02-01T08:04:14Z</updated>
    <published>2019-03-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis Sosiodemografi terhadap Pemberian ASI Eksklusif di Provinsi Sulawesi Selatan : Analisis Data Susenas 2017
Authors: Ayulestari, Dwi; Soewondo, Prastuti
Abstract: Menyusui merupakan kewajiban seorang ibu untuk memberikan hak anak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat. Penelitian ini adalah data sekunder Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2017. Responden penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 6-24 bulan di provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 1.857 ibu. Binary Regression yaitu model Logit dan model Probit digunakan untuk menemukan probabilitas dari faktor sosiodemografi terhadap pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian diperoleh bahwa umur ibu berpengaruh negatif terhadap pemberian ASI eksklusif dengan nilai koefisien Logit -0,105 dan Probit -0,600 (p value &lt; 0,01). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pendapatan rumah tangga berpengaruh positif terhadap pemberian ASI eksklusif dengan nilai koefisien Logit 0,645 dan Probit 0,376 (p value &lt; 0,01) begitupun dengan paritas yang berpengaruh positif terhadap pemberian ASI eksklusif dengan nilai koefisien Logit 1,210 dan Probit 0,713 (p value &lt; 0,01). Umur ibu merupakan faktor sosiodemografi terhadap pemberian ASI eksklusif, namun umur ibu menunjukkan pengaruh yang negatif. Sementara responden dengan pendapatan rumah tangga dan paritas menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pemberian ASI ekslusif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi umur ibu maka semakin tinggi peluang untuk tidak memberikan ASI eksklusif.</summary>
    <dc:date>2019-03-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis Faktor Pemilihan Jajanan, Kontribusi Gizi dan Status Gizi Siswa Sekolah Dasar</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3889" />
    <author>
      <name>Anggiruling, Dwikani Oklita</name>
    </author>
    <author>
      <name>Ekayanti, Ikeu</name>
    </author>
    <author>
      <name>Khomsan, Ali</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3889</id>
    <updated>2023-02-01T07:59:36Z</updated>
    <published>2019-03-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis Faktor Pemilihan Jajanan, Kontribusi Gizi dan Status Gizi Siswa Sekolah Dasar
Authors: Anggiruling, Dwikani Oklita; Ekayanti, Ikeu; Khomsan, Ali
Abstract: Pemenuhan kebutuhan gizi anak penting dilakukan untuk mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan. Pola makan anak usia sekolah yang cenderung lebih memilih jajan di sekolah dibandingkan makan di rumah akan mempengaruhi status gizi anak. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan jajanan, hubungan pemilihan jajanan dengan frekuensi jajan serta hubungan kontribusi jajan dengan status gizi anak sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional yang didanai oleh Neysvan Hoogstraten Foundation, the Netherlands dan dilakukan di tiga SD yaitu SDN Kedokan, SD Pajajaran dan SDN Cibogo Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang dengan total subjek penelitian berjumlah 109 siswa. Analisis faktor dan uji hubungan Rank Spearman digunakan untuk menganalisis data. Terdapat lima faktor utama yang menjadi determinan pemilihan jajanan yaitu faktor familiaritas, karakteristik jajanan, lingkungan dan sosial, kandungan gizi dan variasi serta kesehatan. Faktor kesehatan dan karakteristik jajanan memiliki hubungan yang signifikan dengan frekuensi jajan (p&lt;0.05). Kontribusi energi, protein, lemak dan karbohidrat memiliki hubungan yang nyata dengan status gizi anak (p&lt;0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan jajanan berperan penting pada kebiasaan jajan anak dan kontribusi gizi jajanan berdampak pada status gizi anak, sehingga ketersediaan jajanan di sekolah perlu mempertimbangkan determinan pemilihan jajanan anak serta kontribusi gizi jajanan.</summary>
    <dc:date>2019-03-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Analisis Sosial Ekonomi dalam Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan untuk Berobat Jalan di Provinsi Jawa Barat : Analisis Data Susenas Tahun 2017</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3888" />
    <author>
      <name>Rabbaniyah, Fairuz</name>
    </author>
    <author>
      <name>Nadjib, Mardiati</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3888</id>
    <updated>2023-02-01T07:56:46Z</updated>
    <published>2019-03-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Analisis Sosial Ekonomi dalam Pemanfaatan Fasilitas Kesehatan untuk Berobat Jalan di Provinsi Jawa Barat : Analisis Data Susenas Tahun 2017
Authors: Rabbaniyah, Fairuz; Nadjib, Mardiati
Abstract: Pada tahun 2008-2014 pemanfaatan fasilitas kesehatan untuk berobat jalan di Indonesia mengalami penurunan. Menurut data BPS, pada tahun 2008 pemanfaatan fasilitas kesehatan untuk berobat jalan sebesar&#xD;
33,4%, pada tahun 2012 sebesar 30% dan pada tahun 2014 sebesar 27,1%. Tujuan penelitian ini adalah untuk&#xD;
mengetahui faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi pemanfaatan fasilitas kesehatan untuk berobat jalan di&#xD;
Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu data Survei Sosial Ekonomi Nasional&#xD;
(Susenas) tahun 2017. Responden penelitiaan adalah 22.955 kepala rumah tangga di Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan ekonometrika dengan menggunakan metode Binary Regression, yaitu dengan model logit dan model probit. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa faktor pendapatan dan status pekerjaan kepala rumah tangga mempengaruhi secara positif dilihat dari nilai koefisien. Pendapatan dan status pekerjaan kepala rumah tangga berpengaruh secara signifikan terhadap pemanfaatan fasilitas kesehatan. Nilai p-value untuk pendapatan adalah 0,001 (p-value&lt;0,05), sedangkan p-value untuk status pekerjaan adalah 0,08 (p-value&lt;0,1). Faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi pemanfaatan fasilitas kesehatan di Provinsi Jawa Barat adalah pendapatan dan status pekerjaan kepala rumah tangga.</summary>
    <dc:date>2019-03-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

