<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3519" />
  <subtitle />
  <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3519</id>
  <updated>2026-04-29T19:21:10Z</updated>
  <dc:date>2026-04-29T19:21:10Z</dc:date>
  <entry>
    <title>KOMPARASI RUANG FISIK GEREJA ST. MARY SINGAPORE DAN RUANG MAYA GEREJA INJILI INDONESIA SETRASARI</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3524" />
    <author>
      <name>Denissa, Lois</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3524</id>
    <updated>2022-12-10T02:46:25Z</updated>
    <published>2020-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: KOMPARASI RUANG FISIK GEREJA ST. MARY SINGAPORE DAN RUANG MAYA GEREJA INJILI INDONESIA SETRASARI
Authors: Denissa, Lois
Abstract: KOMPARASI RUANG FISIK GEREJA ST. MARY SINGAPORE&#xD;
DAN RUANG MAYA GEREJA INJILI INDONESIA SETRASARI&#xD;
Lois Denissa&#xD;
(Email: lois_denissa@yahoo.co.id)&#xD;
Program Studi D-III Seni Rupa dan Desain&#xD;
Fakultas Seni Rupa dan Desain&#xD;
Universitas Kristen Maranatha&#xD;
Jl. Prof.drg. Suria Sumantri, MPH no. 65, Bandung, Indonesia&#xD;
ABSTRAK&#xD;
Gereja sebagai bangunan ibadah dirancang sedemikan rupa mampu memenuhi tugasnya sebagai&#xD;
sebuah bangunan, syarat teknik, dan bentuk. Bentuk sebagai objek yang terlihat secara fisik dirancang&#xD;
dan digunakan untuk memaknai banyak hal. Bentuk selanjutnya tampil sebagai teks atau tanda yang&#xD;
merelasikan bentuk dengan makna. Ruang sekaligus bentuk sebagai kesatuan adalah representasi&#xD;
dari pesan yang disampaikan kepada publik. Gereja St. Mary Of The Angel dirancang sarat dengan&#xD;
tanda bermakna religiusitas, baik sebagai ikon, indeks maupun simbol mulai dari perancangan ruang&#xD;
tapak hingga detail interiornya. Sebaliknya tanda visual yang ada pada Gereja Injili Indonesia Setrasari&#xD;
tidak banyak ditampilkan bahkan dari lokasinya yang berada di mall lantai 2 dengan Giant&#xD;
Supermarket di lantai 1 sangatlah bertolak belakang. Penelitian ini dilakukan untuk melihat relasi&#xD;
tanda objek pada bangunan ibadah yang fisikal nyata dan makna yang direpresentasikannya dengan&#xD;
bangunan ibadah lain dengan makna lahir dari tanda bersifat non fisik atau faktual. Metode dalam&#xD;
penelitian ini menggunakan metode kualitatif komparatif pada tahap kajian dan metode semiotika&#xD;
etnografi pada tahap analisis yaitu melalui pola laku dan wawancara mendalam. Tanda fisik pada&#xD;
Gereja St. Mary Of The Angel dapat terbaca mulai dari ruang pencapaian tapak hingga bentuk detail&#xD;
interiornya. Sebaliknya tanda visual yang ada pada Gereja Injili Indonesia Setrasari tidak banyak&#xD;
ditampilkan bahkan lokasinya berada di Setrasari Mall lantai dua dengan Giant Supermarket di lantai&#xD;
satu sangatlah tidak relevan. Mulai dari ruang pencapaian tapak hingga bentuk detail interior tidak&#xD;
banyak menjelaskan relasi ruang, bentuk, dan makna. Ketidakhadiran tanda visual simbolis bukan&#xD;
berarti hilangnya representasi makna. Nilai religiusitas lahir dalam ruang maya, dipaparkan lebih&#xD;
melalui audio visual seperti penyampaian kotbah, pujian jemaat, paduan suara, presentasi power&#xD;
point, presentasi panel, video klip, drama musikal yang sifatnya life show dari pada tanda visual bentuk&#xD;
dan ruang yang fisikal.&#xD;
Kata kunci: makna; ruang fisik; ruang maya; tanda visual</summary>
    <dc:date>2020-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>KONSERVASI BANGUNAN BERSEJARAH PADA RUMAH “SIWALUH JABU” DESA LINGGA</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3523" />
    <author>
      <name>Ardianto Halim, Erwin</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3523</id>
    <updated>2022-12-10T02:43:25Z</updated>
    <published>2020-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: KONSERVASI BANGUNAN BERSEJARAH PADA RUMAH “SIWALUH JABU” DESA LINGGA
Authors: Ardianto Halim, Erwin
Abstract: KONSERVASI BANGUNAN BERSEJARAH&#xD;
PADA RUMAH “SIWALUH JABU” DESA LINGGA&#xD;
Erwin Ardianto Halim&#xD;
(Email: halim.rwin@gmail.com)&#xD;
Program Studi Desain Interior&#xD;
Fakultas Seni Rupa dan Desain&#xD;
Universitas Kristen Maranatha&#xD;
Jl. Prof. drg. Surya Sumantri, M.P.H. No.65, Bandung, Indonesia&#xD;
ABSTRAK&#xD;
Rumah adat merupakan arsitektur warisan sejarah-budaya yang otentik dan sarat akan filosofi. Salah&#xD;
satunya adalah Rumah Adat Karo yang biasa disebut Siwaluh Jabu karena dihuni oleh delapan kepala&#xD;
keluarga. Proses modernisasi yang berkembang pesat di Indonesia menyebabkan perubahan&#xD;
signifikan. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara dan pengambilan data secara langsung pada&#xD;
lokasi Rumah Adat Siwaluh Jabu, lalu dianalisis bentuk pergeseran yang akan dicari solusi&#xD;
penanganannya dalam melakukan konservasi pada interior Rumah Adat Siwaluh Jabu. Konservasi&#xD;
tersebut memiliki tujuan melestarikan dengan tetap memperhatikan serta mempertahankan makna&#xD;
budaya di dalamnya.&#xD;
Kata Kunci: bangunan bersejarah; konservasi; rumah adat; Siwaluh Jabu</summary>
    <dc:date>2020-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>KAJIAN REPRESENTASI INDONESIA PADA KARAKTER GATOTKACA DALAM GIM MOBILE LEGENDS MENGGUNAKAN METODE TRIANGULASI</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3522" />
    <author>
      <name>Rhian Gunawan, Peter</name>
    </author>
    <author>
      <name>Alia Bahaduri, Berti</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3522</id>
    <updated>2022-12-10T02:39:30Z</updated>
    <published>2020-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: KAJIAN REPRESENTASI INDONESIA PADA KARAKTER GATOTKACA DALAM GIM MOBILE LEGENDS MENGGUNAKAN METODE TRIANGULASI
Authors: Rhian Gunawan, Peter; Alia Bahaduri, Berti
Abstract: KAJIAN REPRESENTASI INDONESIA PADA KARAKTER GATOTKACA&#xD;
DALAM GIM MOBILE LEGENDS MENGGUNAKAN METODE&#xD;
TRIANGULASI&#xD;
Peter Rhian Gunawan, Berti Alia Bahaduri&#xD;
(Email: peter.rhian.gunawan@gmail.com)&#xD;
Desain Komunikasi Visual&#xD;
Fakultas Seni Rupa dan Desain&#xD;
Universitas Kristen Maranatha&#xD;
Jl. Prof.drg. Suria Sumantri, MPH no. 65, Bandung, Indonesia&#xD;
ABSTRAK&#xD;
Gatotkaca adalah salah satu pahlawan yang terkenal di dalam kultur pop Indonesia yang berasal dari&#xD;
karya sastra India Mahabharata. Di Indonesia, Gatotkaca banyak ditampilkan pada pertunjukkan&#xD;
wayang. Di masa modern, Gatotkaca banyak diadopsi ke dalam iklan, buku komik, karikatur dan&#xD;
terakhir ke dalam permainan online bernama Mobile Legends Bang Bang. Di Indonesia, Mobile&#xD;
Legends Bang Bang memiliki jumlah pemain terbesar bila dibandingkan dengan jumlah pemain dari&#xD;
belahan dunia lain. Dalam pengembangan gim-nya, Mobile Legends membuat karakter hero yang&#xD;
diambil dari Indonesia, yaitu Gatotkaca, ke dalam daftar hero mereka yang dapat dipilih oleh pemain.&#xD;
Pengembang permainan ini berharap agar karakter ini dapat merepresentasikan pemain dari&#xD;
Indonesia dan menambah daya tarik terhadap permainan ini. Asumsi awal dari penelitian ini adalah&#xD;
generasi pemain yang berusia 15- 30 tahun belum tentu mengenali ciri Indonesia dalam visualisasi&#xD;
karakter yang dikembangkan oleh Montoon, dimana perusahaan ini adalah perusahaan global yang&#xD;
bukan berasal dari Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sejauh mana pemain&#xD;
muda Indonesia dapat mengenali karakter Gatotkaca dalam gim Mobile Legends dan untuk&#xD;
mengetahui mitos apa yang ingin dibangun oleh Montoon melalui karakter Gatotkaca, yang&#xD;
membuat pemain Indonesia tertarik untuk memainkannya. Peneliti menggunakan kuesioner dan&#xD;
focus group discussion dalam mengumpulkan informasi yang diperlukan. Hasil dari responden&#xD;
dianalisis menggunakan semiotika Barthes untuk memperoleh data yang menghubungkan antara&#xD;
persepsi pemain dengan ciri-ciri visual yang dimiliki oleh karakter hero dan digunakan metode&#xD;
triangulasi dari 3 sumber yaitu hasil FGD, survei dan teori penandaan Barthes, untuk melakukan&#xD;
perbandingan data. Representasi mitos yang ditemukan adalah karakter Gatotkaca sebagai karakter&#xD;
hero laki satu-satunya yang mewakili Indonesia yang memiliki kekuatan dewa, sangat maskulin dan&#xD;
tidak bersahabat, tetapi memiliki keagungan seorang raja. Para responden dapat mengindentifikasi&#xD;
Gatotkaca sebagai karakter dari Indonesia berdasarkan visual kostum, tetapi tidak semua aspek visual&#xD;
dari Gatotkaca merepresentasikan Indonesia. Selain itu terdapat kesalahan persepsi oleh generasi&#xD;
pemain 15-30 tahun terhadap identitas Indonesia. Keberadaan karakter Gatotkaca tidak&#xD;
mempengaruhi pemilihan karakter mereka ketika memainkan Mobile Legends.&#xD;
Kata kunci: Gatotkaca; representasi Indonesia; semiotika</summary>
    <dc:date>2020-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>KAJIAN PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT TENTANG PENGGUNAAN BATIK TRADISIONAL DAN UPAYA PENCAPAIAN INDIKASI GEOGRAFIS</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3521" />
    <author>
      <name>Ken Atik, Saftiyaningsih</name>
    </author>
    <author>
      <name>Djalu Djatmiko, Mochamad</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/3521</id>
    <updated>2022-12-10T02:36:06Z</updated>
    <published>2020-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: KAJIAN PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT TENTANG PENGGUNAAN BATIK TRADISIONAL DAN UPAYA PENCAPAIAN INDIKASI GEOGRAFIS
Authors: Ken Atik, Saftiyaningsih; Djalu Djatmiko, Mochamad
Abstract: KAJIAN PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT TENTANG&#xD;
PENGGUNAAN BATIK TRADISIONAL DAN UPAYA PENCAPAIAN&#xD;
INDIKASI GEOGRAFIS&#xD;
Saftiyaningsih Ken Atik, Mochamad Djalu Djatmiko&#xD;
(Email: kenatik25@gmail.com)&#xD;
Kriya Tekstil dan Fashion&#xD;
Fakultas Sosial Humaniora&#xD;
Universitas Muhammadiyah Bandung&#xD;
Jl. Soekarno Hatta No. 752 Bandung-40614, Jawa Barat, Indonesia&#xD;
Desain Produk&#xD;
Institut Teknologi Nasional&#xD;
Fakultas Arsitektur dan Desain&#xD;
Jl. PKH. Mustopha No.23, Bandung 40124, Jawa Barat, Indonesia&#xD;
ABSTRAK&#xD;
Potensi kekuatan kerajinan batik tradisional Jawa Barat telah tumbuh dan berkembang di 27&#xD;
kabupaten/kota yang tersebar dari belahan timur Kabupaten Cirebon hingga di ujung sebelah barat&#xD;
Jawa Barat yaitu Kotamadya Depok. Keragaman corak dan ragam hias batik tradisional Jawa Barat&#xD;
merupakan sumber kekuatan yang tidak dimiliki oleh provinsi lainnya. Penelitian ini menggunakan&#xD;
metode pendekatan yuridis empiris atau pendekatan perundang-undangan untuk mengenal&#xD;
peraturan-peraturan yang sudah berjalan di masyarakat serta spesifikasi penelitian deskriptif analitis&#xD;
menggunakan data primer dan data sekunder. Keunggulan batik Jawa Barat sudah terbukti telah&#xD;
mewarnai khazanah kekayaan batik Indonesia bersama batik tradisional lainnya. Dukungan&#xD;
pemerintah, dalam hal ini Gubernur Provinsi Jawa Barat, melalui Peraturan dan Keputusan Gubernur&#xD;
diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kejayaan batik tradisional Jawa Barat yang&#xD;
berkaitan dengan potensi ekonomi dan sebagai bentuk dukungan Pemda Jabar dalam Program&#xD;
Pemajuan Kebudayaan Daerah yang telah ditetapkan di dalam Undang-Undang No. 5 tahun 2007.&#xD;
Penelitian ini diharapkan melahirkan keputusan Gubernur Jawa Barat tentang penggunaan produk&#xD;
batik tradisional (batik asli) dan ragam hias khas batik Jawa Barat merupakan sebuah tindakan&#xD;
strategis dalam upaya melestarikan, mengembangkan, dan melindungi indikasi geografis batik&#xD;
tradisional yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat pada&#xD;
umumnya.&#xD;
Kata kunci: : batik Jawa Barat; indikasi geografis; tindakan strategis</summary>
    <dc:date>2020-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

