<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14328" />
  <subtitle />
  <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14328</id>
  <updated>2026-10-28T07:50:22Z</updated>
  <dc:date>2026-10-28T07:50:22Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Evaluasi Penggunaan Obat Anti Hipertensi Primer pada Pasien di Puskesmas Marancar Udik Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2025</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14376" />
    <author>
      <name>ARDIANSYAH, IMAM</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14376</id>
    <updated>2026-10-28T06:41:30Z</updated>
    <published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Evaluasi Penggunaan Obat Anti Hipertensi Primer pada Pasien di Puskesmas Marancar Udik Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2025
Authors: ARDIANSYAH, IMAM
Abstract: Hipertensi merupakan masalah kesehatan publik utama di seluruh dunia dan menjadi faktor risiko penyakit kardiovaskular yang paling umum, namun belum terkontrol dengan optimal secara global. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat anti hipertensi primer pada pasien di Puskesmas Marancar Udik Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan data retrospektif dengan menggunakan buku rekam medik dan resep terapi pasien hipertensi di puskesmas Marancar udik kabupaten tapanuli selatan. Sampel pasien hipertensi di puskesmas Marancar udik kabupaten tapanuli selatan adalah 71 pasien. Hasil penelitian didapatkan karakteristik pasien hipertensi di puskesmas Marancar udik kabupaten tapanuli selatan tahun 2025 yaitu berdasarkan jenis kelamin yang tertinggi yaitu perempuan 46 orang (64,8%) berdasarkan usia yang tertinggi yaitu dari umur 51 -70 tahun 46 orang (64,8%) berdasarkan pendidikan yaitu sd sebanyak 26 orang (36,6%) berdasarkan pekerjaan petani 44 orang (62,0%). Ketepatan penggunaan obat hipertensi di puskesmas Marancar udik kabupaten tapanuli selatan tahun 2025 didapatkan hasil berdasarkan data rekam medik yaitu tepat diagnosis 71 orang (100%), tepat obat 71 (100%), tepat indikasi 71 orang (100%) dan tepat dosis (100%). Kesimpulan Evaluasi penggunaan obat anti hipertensi primer di puskesmas Marancar udik menunjukkan bahwa semua pasien memiliki kepatuhan 100%terhadap pengobatan, yang berkontribusi pada pengendalian tekanan darah yang efektif. Saran, pertahanan edukasi, tetap lakukan pemantauan rutin untuk mengawasi kondisi pasien, dan fasilitas dukungan dari keluarga dan komunitas untuk menjaga motivasi pasien.</summary>
    <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Formulasi Pembuatan Emulgel dari Ekstrak Buah Labu Kuning (Cucurbita moschata Duchesne) sebagai Pelembab Wajah</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14375" />
    <author>
      <name>ARISTIN, ALGA HENI</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14375</id>
    <updated>2026-10-28T06:40:18Z</updated>
    <published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Formulasi Pembuatan Emulgel dari Ekstrak Buah Labu Kuning (Cucurbita moschata Duchesne) sebagai Pelembab Wajah
Authors: ARISTIN, ALGA HENI
Abstract: Kulit wajah rentan mengalami kerusakan akibat paparan radikal bebas, polusi, dan sinar matahari sehingga mudah kering dan menua. Salah satu alternatif perawatan kulit adalah penggunaan pelembab berbahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas emulgel ekstrak buah labu kuning (Cucurbitha moschata duchesne) sebagai pelembab wajah serta mutu fisik sediaan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian diformulasikan menjadi emulgel dengan konsentrasi ekstrak 7,5%, 9%, dan 10,5%, serta satu formula blanko sebagai kontrol. Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, iritasi, dan hedonik. Alat yang digunakan untuk mengukur kelembaban kulit adalah Skin Analyzer dengan melihat persentase kelembaban sebelum dan sesudah penggunaan. Hasil uji menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik dan tidak menimbulkan iritasi. Persentase kelembaban kulit setelah 28 hari pemakaian adalah 41,20% pada konsentrasi 7,5%, 46,85% pada konsentrasi 9%, dan 52,60% pada konsentrasi 10,5%. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak, semakin baik kemampuan meningkatkan kelembaban kulit. Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar formula. Kesimpulan penelitian ini adalah emulgel ekstrak buah labu kuning memiliki efektivitas sebagai pelembab wajah, dengan formula terbaik pada konsentrasi 10,5%. Hasil evaluasi menunjukkan: uji organoleptik menghasilkan sediaan berwarna kuning hingga coklat dengan aroma khas labu; uji homogenitas menunjukkan semua formula homogen; pH berkisar 5–6 sesuai standar kulit wajah; daya sebar 5–7 cm yang memenuhi kriteria; daya lekat &gt;1 detik menandakan konsistensi baik; viskositas stabil; uji iritasi tidak menunjukkan reaksi pada kulit sukarelawan; uji hedonik menunjukkan F3 paling disukai karena tekstur lembut dan mudah meresap; uji skin analyzer menunjukkan F3 (10,5%) paling efektif meningkatkan kelembaban kulit. Kesimpulannya, emulgel ekstrak labu kuning dapat diformulasikan sebagai pelembab wajah alami yang aman dan efektif.</summary>
    <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllofolius Roxb.ex Lindl) dan Daun Mangga (Mangifera indica L.) Terhadap Kadar Asam Urat pada Mencit Putih Jantan</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14374" />
    <author>
      <name>ANSYAH, RIDO</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14374</id>
    <updated>2026-10-28T06:39:06Z</updated>
    <published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllofolius Roxb.ex Lindl) dan Daun Mangga (Mangifera indica L.) Terhadap Kadar Asam Urat pada Mencit Putih Jantan
Authors: ANSYAH, RIDO
Abstract: Daun pandan dan daun mangga telah diteliti mempunyai aktivitas antihiperurisemia. Ditinjau dari khasiat tersebut maka kedua tanaman dapat dikombinasi untuk terapi antihiperurisemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antihiperurisemia dari kombinasi ekstrak daun pandan dan daun mangga dalam menurunkan kadar asam urat pada mencit putih jantan hiperurisemia. Penelitian ini menggunakan 15 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok, Kelompok 1: kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kelompok 2: kontrol positif (Allopurinol), kelompok 3: kombinasi EDP : EDM (75% : 25%), kelompok 4: kombinasi EDP : EDM (50% : 50%), dan kelompok 5: kombinasi EDP : EDM (25% : 75%). Hewan uji pada semua kelompok diinduksi dengan kalium oksonat selama 18 hari. Pemberian sediaan uji dimulai pada hari ke-10 sampai ke-18, semua kelompok diberi sediaan uji kecuali kontrol negatif. Pengukuran kadar asam urat dilakukan pada hari ke-0 (T0), hari ke-9 (T1), hari ke-14 (T2), hari ke-16 (T3), dan hari ke-18 (T4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi EDP : EDM 75% : 25%; 50% : 50%; dan 25% : 75% dalam penurunan kadar asam urat sebesar -26,92%, -41,18%, dan -2,4%. Hasil analisis data penurunan kadar asam urat menggunakan uji ANOVA diperoleh nilai signifikan sebesar 0,00 &lt; 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada perlakuan semua kelompok kombinasi ekstrak. Berdasarkan hasil tersebut dapat ditentukan bahwa pemberian kombinasi ekstrak daun pandan dan daun mangga mempunyai efektivitas sebagai antihiperurisemia. Dosis yang paling mendekati kontrol positif terdapat pada kelompok 4 kombinasi EDP : EDM (50% : 50%).</summary>
    <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Efek Pemberian Ekstrak Bengkuang (Pachyrhizus erosus (L.) Urb.) dan Ekstrak Salak (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Mencit</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14373" />
    <author>
      <name>ASTIKA, DWI</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/14373</id>
    <updated>2026-10-28T06:38:00Z</updated>
    <published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Efek Pemberian Ekstrak Bengkuang (Pachyrhizus erosus (L.) Urb.) dan Ekstrak Salak (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Mencit
Authors: ASTIKA, DWI
Abstract: Diabetes Mellitus adalah penyakit kronis yang di tandai dengan naiknya kadar glukosa darah. Buah bengkuang dan buah salak adalah salah satu tanaman yang memiliki manfaat sebagai anti diabetes. Bengkuang mengandung senyawa bioaktif fruktooligosakarida dan inulin. sedangkan Salak mengandung komponen bioaktif seperti polifenol. Tujuan penelitian untuk menguji efek pemberian dan mengetahui dosis yang paling efektif dari ekstrak bengkuang dan ekstrak salak terhadap penurunan kadar gula darah pada mencit. Metode yang digunakan adalah eksperimental. Penelitian menggunakan 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif diberikan (Na-CMC 1%), kelompok perlakuan diberikan ekstrak bengkuang dan ekstrak salak dengan dosis 30,60 dan 90 mg/kg bb, dan kelompok positif diberikan (Metformin). Hasil rata-rata persentase penurunan glukosa darah dari H-4 dan H-19 pada kelompok kontrol negatif sebesar 5,56%, kelompok dosis ekstrak 30 mg/kg bb sebesar 29,13%, kelompok dosis ekstrak 60 mg/kg bb sebesar 44,27%, kelompok dosis ekstrak 90 mg/kg bb sebesar 51,07%, dan kelompok kontrol positif sebesar 50,88%.kesimpulan : Ekstrak bengkuang dan ekstrak salak mempunyai efek penurunan kadar gula darah terhadap mencit. Dosis yang paling efektif yaiu kelompok dosis III ( 90 mg/kg bb) dengan nilai persentase rata-rata sebanyak 51,07%. Saran : Diharapkan bagi peneliti selanjutnya menggunakan metode lain yang berkaitan dengan penelitian ini.</summary>
    <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

