<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>DSpace Collection:</title>
  <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13047" />
  <subtitle />
  <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13047</id>
  <updated>2026-04-14T20:40:50Z</updated>
  <dc:date>2026-04-14T20:40:50Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Karakteristik dan Identifikasi Senyawa Metabolit Skunder Teh Daun Sirsak (Anonna muricata Linn)</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13060" />
    <author>
      <name>Diningsih, Ayus</name>
    </author>
    <author>
      <name>Linda Futri, Cory</name>
    </author>
    <author>
      <name>Syahadat, Anwar</name>
    </author>
    <author>
      <name>Yaturramadhan, Hasni</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13060</id>
    <updated>2025-10-07T01:23:45Z</updated>
    <published>2023-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Karakteristik dan Identifikasi Senyawa Metabolit Skunder Teh Daun Sirsak (Anonna muricata Linn)
Authors: Diningsih, Ayus; Linda Futri, Cory; Syahadat, Anwar; Yaturramadhan, Hasni
Abstract: Masyarakat Indonesia pada umumnya banyak mengkonsumsi air rebusan tanaman herbal untuk mencegah atau mengobati berbagai penyakit. Untuk memudahkan masyarakat dalam mengkonsumsi tanaman herbal salah satunya adalah dalam bentuk Teh. Cara mengkonsumsi the sangat mudah dan praktis hanya dengan menyeduhnya dengan air panas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi senyawa metabolit skunder yang terkandung didalam teh daun sirsak dan mengetahui karakteristik teh daun sirsak yang meliputi uji organoleptis, uji kadar air dan uji kadar abu. Penelitian ini merupakan penelitian true eksperimen di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik daun teh daun sirsak (Annona muricata L) meliputi organoleptis, teh daun sirsak memiliki warna hijau kecoklatan, berbentuk serbuk dan memiliki aroma daun sirsak. The daun sirsak memiliki kadar air dan kadar abu berturut-turut adalah 1,111% dan 0,6444%. Teh daun Sirsak memiliki positif mengandung senyawa metabolit skunder yaitu flavonoid, alkaloid, tannin dan saponin.</summary>
    <dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Review Literatur : Analisis Zat Yang Berbahaya Yang Terdapat Pada Krim Pemutih Dengan Metode AAS dan Spektrofotometri UV-Vis</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13059" />
    <author>
      <name>Diningsih, Ayus</name>
    </author>
    <author>
      <name>Syahadat, Anwar</name>
    </author>
    <author>
      <name>Ritonga, Nefonavratilova</name>
    </author>
    <author>
      <name>Yuspa Herlina Siregar, Tasya</name>
    </author>
    <author>
      <name>Dewi Sitompul, Mutiara</name>
    </author>
    <author>
      <name>Nuraini, Intan</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13059</id>
    <updated>2025-10-07T01:19:41Z</updated>
    <published>2023-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: Review Literatur : Analisis Zat Yang Berbahaya Yang Terdapat Pada Krim Pemutih Dengan Metode AAS dan Spektrofotometri UV-Vis
Authors: Diningsih, Ayus; Syahadat, Anwar; Ritonga, Nefonavratilova; Yuspa Herlina Siregar, Tasya; Dewi Sitompul, Mutiara; Nuraini, Intan
Abstract: Pemutihan kulit merupakan pemutihan lapisan epidermis melalui aplikasi buatan sendiri, produk kosmetik atau dermatologis. Namun, ternyata terdapat zat berbahaya yang digunakan pada kosmetik pemutih kulit.Oleh sebab itu, berdasarkan fakta yang telah dipaparkan maka artikel ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui zat yang berbahaya yang terdapat pada krim pemutih.Metode penelitian yag digunakan adalah literature review, diperoleh hasil penelitian bahwa dalam krim pencerah kulit ini biasanya ditambahkan satu atau lebih bahan aktif yang bersifat mencerahkan. Efek mencerahkan ini biasanya berasal dari aktivitas bahan tersebut yang dapat menghambat proses pembentukan melanin maupun melindungi dari paparan sinar UV. Namun, bahan aktif yang ditambahkan ke dalam krim tersebut, ada yang aman dan ada pula yang berbahaya bagi kesehatan manusia.Telah dilakukan banyak penelitian yang menemukan bahaya bahan-bahan tersebut pada manusia. Beberapa di antara bahan berbahaya tersebut adalah logam seperti Hg,Pb, Ni, Co, Cr, Cd, As, Sb, hidrokuinon, titanium dioksida dan kortikosteroid</summary>
    <dc:date>2023-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>IDENTIFIKASI SENYAWA METABOLIT SKUNDER DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN PUTRI MALU (Mimosa pudica L)</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13058" />
    <author>
      <name>Diningsih, Ayus</name>
    </author>
    <author>
      <name>Halomoan, Fitrah</name>
    </author>
    <author>
      <name>Mayasari, Dini</name>
    </author>
    <author>
      <name>Arsyad Elfiqoh Rambe, Muhammad</name>
    </author>
    <author>
      <name>Syahadat, Anwar</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13058</id>
    <updated>2025-10-07T01:12:48Z</updated>
    <published>2025-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: IDENTIFIKASI SENYAWA METABOLIT SKUNDER DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN PUTRI MALU (Mimosa pudica L)
Authors: Diningsih, Ayus; Halomoan, Fitrah; Mayasari, Dini; Arsyad Elfiqoh Rambe, Muhammad; Syahadat, Anwar
Abstract: Tanaman putri malu, yang dikenal dengan nama ilmiah Mimosa pudica L., adalah tanaman liar yang memiliki batang dan daun berduri, serta banyak ditemukan di Indonesia. Mimosa pudica L. termasuk dalam kelompok tanaman berbiji tertutup (angiospermae). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder (Tanin, Alkaloid, Flavonoid, dan Saponin) pada ekstrak etanol daun putri malu (Mimosa pudica L.) serta mengevaluasi aktivitas antioksidan pada daun tersebut. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen laboratorium yang dilaksanakan di Laboratorium Kimia Universitas Aufa Royhan, Padangsidimpuan. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun putri malu mengandung Flavonoid, Alkaloid, dan Tanin. Ekstrak etanol daun Mimosa pudica L. menunjukkan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 20,1348 ppm menggunakan metode DPPH, yang tergolong sebagai antioksidan sangat kuat. Peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan uji bioaktivitas menggunakan ekstrak pelarut organik lain selain metanol pada Mimosa pudica L.</summary>
    <dc:date>2025-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>PENETAPAN KADAR VITAMIN C PADA BUAH MELON BIASA, MELON MADU (Cucumis melo L.) SECARA TITRASI IODIMETRI DAN TITRASI 2,6-DIKLOROPHENOL INDOPHENOL</title>
    <link rel="alternate" href="http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13052" />
    <author>
      <name>Nur Insan, Hafni</name>
    </author>
    <author>
      <name>Fitriani Dongoran, Rini</name>
    </author>
    <author>
      <name>Sariani Hasibuan, Elmi</name>
    </author>
    <author>
      <name>Diningsih, Ayus</name>
    </author>
    <id>http://localhost:8080/xmlui/handle/123456789/13052</id>
    <updated>2025-10-06T08:14:14Z</updated>
    <published>2024-01-01T00:00:00Z</published>
    <summary type="text">Title: PENETAPAN KADAR VITAMIN C PADA BUAH MELON BIASA, MELON MADU (Cucumis melo L.) SECARA TITRASI IODIMETRI DAN TITRASI 2,6-DIKLOROPHENOL INDOPHENOL
Authors: Nur Insan, Hafni; Fitriani Dongoran, Rini; Sariani Hasibuan, Elmi; Diningsih, Ayus
Abstract: Melon merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan yang dianggap memiliki prospek yang baik dalam pemasaran. Daya tarik melon mempunyai kharisma tersendiri di kalangan masyarakat. Selain itu, buah melon juga sangat bermanfaat bagi kesehatan karena zat-zat gizi yang dikandung seperti kalium, kalsium, fospor, serat, vitamin A, B, dan C. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar vitamin C dari buah melon.Penetapan kadar vitamin C dalam pangan dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain dengan titrasi iodin, titrasi 2,6-diklorophenol indophenol, kromatografi cair kinerja tinggi dan spektrofotometri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode titrasi iodimetri dan metode titrasi 2,6-diklorophenol indophenol. Kedua metode ini dilakukan untuk dapat mengetahui metode mana yang paling baik digunakan dalam penetapan kadar vitamin C.Dari hasil penelitian diperoleh kadar vitamin C pada buah melon biasa dengan menggunakan metode titrasi iodimetri adalah 19,70 mg / 100 g sedangkan dengan metode titrasi 2,6-diklorophenol indophenol adalah18,12 mg / 100 g. Pada buah melon madu diperoleh kadar vitamin C dengan menggunakan titrasi iodimetri adalah 17,45 mg / 100 g dan menggunakan metode titrasi 2,6-diklorophenol indophenol adalah 16,00 mg / 100 g.</summary>
    <dc:date>2024-01-01T00:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>

